Caddy Kesayangan CEO

Caddy Kesayangan CEO
Ken Sudah Beristri?


__ADS_3

Prankkk!!!


Semua mata tertuju pada sumber suara tersebut. Seketika tangan Dara yang baru saja menjatuhkan gelas bergetar hebat, lehernya tercekat seakan tidak bisa menelan sisa minuman yang masih berada di mulut.


"Mmm… ma-maaf, semua. Akan saya bersihkan."


Dara berucap dengan terbata sembari menangkupkan kedua tangannya, badannya membungkuk ke segala arah mata yang memperhatikannya.


"Biar saja, Nona." Seorang waiter yang bertugas segera datang dengan membawa sapu dan pengki.


"Tapi, Mas…


"Sudah, Nona. Ini adalah tugas dan kewajiban kami. Nona adalah tamu disini, sementara tamu adalah raja dan ratu."


Wanita berkulit putih itu tersenyum kikuk dan tak lupa berterima kasih. Setidaknya kedatangan waiter tersebut sedikit memberi pertolongan.


Nyonya Merry yang masih berada di atas panggung segera menahan Ken yang hendak turun membantu Dara. Wanita paruh baya itu menaikkan salah satu alisnya, dia kembali menarik perhatian tamu undangan yang sedang teralihkan pada Dara.


"Perlu anda semua ketahui, wanita muda yang cantik, pintar dan pastinya keturunan dari kaum bisnisman seperti kita ini adalah istri Kendrick alias menantu saya."


Perkataan Nyonya Merry kembali membuat orang-orang tercengang terutama Dara. Wanita yang sedang berusaha untuk menguatkan diri dengan kemunculan wanita di sebelah Ken, kini pertahanannya mulai runtuh dengan berita yang begitu mengejutkan.


Para wartawan yang semula berbaris rapi menyaksikan acara yang berlangsung, seketika mendekatkan diri ke area panggung. Berbagai pertanyaan sudah siap dilontarkan kepada founder PM group itu.


"Maksud Nyonya Merry bagaimana? Bisa dijelaskan tentang hubungan Tuan Ken dengan Nona Olivia?"


"Jika Nona Olivia ini adalah istri Tuan Ken, kenapa baru sekarang diumumkan kepada publik?"


"Kapan Tuan Ken dan Nona Olivia menikah?"


"Lalu bagaimana dengan Nona Dara? Bukankah Tuan Ken sendiri yang memperkenalkan dia sebagai kekasihnya?"


Para wartawan berebut mengajukan pertanyaan, hingga membuat Ken dibuat pusing. Iris hitam legamnya menatap lurus ke arah wanita yang menunduk tak berdaya. Sial. Ken tidak bisa turun untuk menenangkan Dara seperti biasanya karena Nyonya Merry terus menahan dengan menggandeng lengan sang putra.


Wanita yang bernama Olivia pun terlihat tidak sungkan untuk bergelayut manja pada lengan Ken di depan umum seperti itu. Hal itu semakin membuat hati Dara seakan tercubit.

__ADS_1


"Inilah yang ingin saya luruskan…


Nyonya Merry menjelaskan bahwa hal penting yang ingin dia sampaikan sebelum peluncuran produk baru PM group adalah tentang status Ken yang sebenarnya sudah beristri.


Wanita paruh baya tapi masih terlihat awet muda itu mengatakan, Ken sudah menikah dengan Olivia semenjak setahun yang lalu. Pernikahan mereka hanya disaksikan oleh keluarga terdekat, karena saat itu Olivia harus segera terbang ke Sisi untuk melanjutkan pendidikan.


Kini Olivia telah lulus dan siap melanjutkan tugasnya sebagai seorang istri yang tertunda akibat LDR.


"Apa benar begitu Nona Olivia?" sela salah satu wartawan.


Wanita yang mengenakan dress dengan warna emas itu menyunggingkan senyum termanisnya. 


"Ya, gimana ya? Sebenarnya aku tidak ingin hubungan aku dan suamiku ini jadi konsumsi publik. Tapi mau bagaimana lagi jika Mami mertuaku menginginkannya?"


Bulir bening yang sedari tadi sudah menggenang di pelupuk mata Dara, kini lolos begitu saja tanpa permisi. Gadis berambut panjang itu segera menghapus air matanya dengan punggung tangan.


Gadis dengan iris coklat itu menatap lurus ke arah Ken, dimana pria beralis tebal itu juga tengah menatapnya dengan sendu.


'Aku masih belum percaya semua ini. Jika kamu tetap diam di panggung dan tidak turun untuk menjaga nama baikku. Berarti berita ini benar,' batin Dara memastikan diri.


"Lalu bagaimana dengan Nona Dara, Tuan?" pertanyaan itu terlontar untuk Ken.


Glek…


Pria berbadan tegap itu menelan saliva. Untuk pertama kalinya lidah Ken terasa begitu kelu untuk menjawab pertanyaan para wartawan yang sebenarnya dia bisa menjawab dengan cepat dan lugas.


"Dara—


"Dara hanyalah pelampiasan saja. Kalian tau lah bagaimana tidak enaknya memiliki hubungan jarak jauh, apalagi pernikahan Ken dan Olivia masih sebatas keluarga saja yang tahu," sambar Nyonya Merry begitu saja.


Ken lagi-lagi menoleh ke arah maminya dengan kedua alis yang ditautkan. Sayangnya Nyonya Merry pura-pura tidak melihat, dia tetap menatap lurus ke depan. Kini Ken menatap sang papi meminta bantuan, sayangnya Tuan Mario pun menggeleng pelan.


Tuan Mario bukanlah suami yang takut istri, tapi dia paling tidak bisa bertengkar dengan wanitanya itu di depan umum. Jadi dia hanya bisa diam dan membiarkan semua berjalan seperti keinginan Nyonya Merry.


"Apa ada bukti jika Tuan Ken dan Nona Olivia ini adalah pasangan suami istri yang sah?" 

__ADS_1


Namanya juga wartawan, pasti ada saja pertanyaan yang dimiliki untuk menambah nilai jual berita yang mereka keluarkan nanti.


"Tentu," sahut Nyonya Merry dengan begitu percaya diri. "Oliv, tunjukkan buku nikah kalian berdua, Sayang," imbuhnya memberikan titah kepada wanita yang dia sebut sang menantu itu.


Netra Dara memicing saat tangan lentik Olivia mulai mengambil sesuatu dari balik dompet mewah. Kini netra Dara berubah membulat sempurna saat Olivia menunjukkan dua buku kecil berwarna hijau dan coklat.


Tak disangka Nyonya Merry mengambil kedua buku tersebut dan turun dari panggung. Para juru kamera serta wartawan segera mengekori kemanapun wanita berkelas itu pergi.


Ibu kandung Kendrick Mahanta itu berdiri tepat di hadapan Dara. Hal itu membuat Ken hendak turun untuk menyusul, sayangnya Olivia menahannya dengan cukup kencang. Bukan kekuatan Ken yang tidak ada, hanya saja dia tidak bisa kasar terhadap wanita.


Nyonya Merry membuka kedua buku simbol pernikahan itu,dimana dalam buku tersebut terdapat foto Ken dan Oliv serta nama mereka.


"Hei wanita penggoda, sudah cukup kamu menggoda suami orang. Ken tertarik denganmu hanya karena dia sedang jauh dari istrinya. Kini istrinya sudah kembali, jadi kembalikan dia pada yang berhak."


Kejam. Dara dianggap sebagai penggoda Ken dan merusak rumah tangga orang. Kedua tangan gadis itu mengepal hebat. 


"Maaf Nyonya, saya bukan penggoda. Anak anda sendiri yang meminta saya untuk menjadi kekasihnya."


Dengan suara yang bergetar tapi cukup lantang, Dara mencoba mempertahankan harga dirinya.


Hahahaha…


Nyonya Merry tergelak. "Terus kamu pikir dia sungguh-sungguh dengan ucapannya? Hello! Ngaca! Kamu itu hanya seorang caddy murahan yang berhasil menggoda kliennya."


Plaakkk!


Tak pikir panjang Dara melayangkan tamparan yang begitu pedas ke pipi Nyonya Merry. Dada gadis itu naik turun tidak beraturan, bulir bening masih mengalir dan sebagian menyisakan jejak di pipinya yang mulus.


"Maaf, Nyonya. Saya memang orang miskin, tapi saya tidak serendah itu."


"Kurang ajar! Berani-beraninya kau menamparku. Kalian lihat sendiri bukan? Anakku tidak akan mungkin suka pada gadis yang tidak tau sopan santun seperti dia ini."


Nyonya Merry naik pitam. "Security! Panggil security dan usir wanita murahan ini dari acara saya!"


**** 

__ADS_1


__ADS_2