Caddy Kesayangan CEO

Caddy Kesayangan CEO
Oliv jadi Caddy?


__ADS_3

Tuan Robert sang owner KGRJ yang terkenal bisa menyelesaikan segala masalah, untuk pertama kalinya kehilangan akal untuk bisa memberi penjelasan pada kedua klien langganannya itu.


Melihat sang bos yang hanya diam sambil celingukan, membuat Dara geregetan. Dia harus menghentikan semua itu sekarang juga, tak perduli harus membuat tersinggung salah satunya.


"Ehm…mohon maaf saya sela obrolannya," ucap Dara membuat dua pria yang sedang bersitegang menoleh kaget.


"Mr. Ken…


Ya, pria yang sedari tadi menatap Dara dengan intens dan tajam, serta ngotot bahwa Dara adalah Caddy yang disiapkan khusus untuknya adalah Kendrick Mahanta, pria yang baru saja menjatuhkan gadis sepolos Dara begitu keras, hingga merasakan bagaimana sakitnya patah hati.


"Sebelumnya terima kasih karena Anda sampai bersikeras seperti ini demi mendapatkan pelayanan saya dalam bermain golf. Tapi, mohon maaf sekali karena Mr.Jericho yang datang terlebih dahulu tadi, sehingga saya adalah caddy beliau."


Glek…


Ken menelan saliva karena mendengar Dara berucap demikian, secara tidak langsung Ken ditolak meski dengan halus. Sakit. Rasanya sakit menyaksikan gadis yang dia sayangi lebih memilih pria lain, meskipun dalam konteks yang berbeda.


"Ta-tapi, kan, Tuan Robert menyiapkan kamu khusus untukku. Sebagai pengganti caddy-ku yang sudah resign. Bukan begitu Tuan Robert?"


"Se-sebelumnya memang begitu, Mr. Ken. Tapi itu sebelum anda vakum bermain disini. Karena anda vakum, jadi Dara bebas memilih atau dipilih klien lain," terang Tuan Robert sedikit tergagap.


Dara mengangkat salah satu sudut bibirnya, setidaknya jawaban Tuan Robert tidak membuatnya berat untuk bertahan melayani Ken dalam bermain golf.


Hal yang sama juga terjadi pada Mr.Jericho, pemilik ** group itu menyunggingkan senyum karena merasa menang dengan jawaban yang dilontarkan oleh sang caddy dan owner KGRJ. Walaupun belum mengatakan secara terang-terangan.


Sementara Ken merasa tercubit karena selain Dara menolaknya dengan halus, dia merasa asing karena cara bicara Dara dengannya benar-benar formal layaknya seorang caddy pada tuannya, tidak seperti biasanya.


"Tapi, Ra…


"Sayang!"


Ucapan Ken terhenti saat tiba-tiba ada yang memanggilnya dengan sebutan sayang. Sontak semua perhatian tertuju pada sumber suara tersebut.

__ADS_1


Seorang wanita dengan tubuh ramping dan rambut pendek, berjalan berlenggak-lenggok mendekati mereka yang sedang berkerumun. Netra Dara terbelalak melihat pakaian yang dikenakan wanita tersebut, begitu juga dengan Ken dan semua orang.


"Oliv? Kamu ngapain kesini? Terus ini, kenapa pakai seragam caddy?" tanya Ken dengan mengernyitkan dahi, tak lupa tangannya memegang bagian bahu pakaian Oliv.


Ya. Wanita yang tiba-tiba muncul itu adalah Olivia, wanita yang mengaku sebagai istri Ken sejak setahun yang lalu. Entah apa maksud dan tujuannya datang ke KGRJ dan mengenakan seragam kebanggan klub tersebut. Padahal seragam tersebut tidak dijual sembarangan, karena hanya diproduksi khusus bagi para caddy.


Fiiuuuhhhh…


Oliv menghela nafas, matanya memutar malas dengan pertanyaan yang diajukan oleh Ken. Sepertinya bukan kata-kata tersebut yang dia harapkan.


"Sayang, kenapa kamu main golf nggak bilang sama aku? Untung aku tanya sama satpam. Jadi aku langsung nyusul deh."


"Emang harus bilang sama kamu gitu?"


Wanita berkulit putih itu mengerucutkan bibirnya, karena lagi-lagi dibuat kesal dengan jawaban Ken.


"Harus dong, aku ini istri kamu. Kemanapun suami pergi harus pamit pada istrinya. Benar nggak tuan-tuan semua?"


Para klien yang semula berkerumun hanya tersenyum lalu satu persatu pergi untuk bermain. Menyisakan Ken, Dara, Tuan Robert, Mr. Jericho dan Oliv tentunya.


"Dan…


Ken semakin mengernyitkan dahi saat Olivia masih melanjutkan kalimatnya.


"Mulai detik ini, aku yang akan menjadi caddy kamu." 


Sontak saja Ken membulatkan netranya, sampai-sampai irisnya yang hitam legam, hampir saja terlepas dari tempatnya.


"Bagaimana bisa? Kamu nggak ada skill untuk itu? Terlebih jadi caddy harus ada kesepakatan dengan Tuan Robert sebagai owner."


Tuan Robert mengangguk mantap, seakan setuju dengan perkataan Kendrick. Bukan karena mendukung Ken, tapi segala sesuatu memang ada prosedurnya, tidak asal saja. Terlepas Oliv dan Ken adalah orang kaya dan klien VVIP.

__ADS_1


Tapi hal itu tidak membuat Oliv mundur, wanita si otak licik itu masih saja mencari akal untuk tetap bisa menjalankan misinya.


"Tuan Robert…bukankah disini para klien bebas membawa caddy dari luar? Aku tidak akan menuntut gaji anda kok. Jadi suamiku tersayang ini tetap bayar full seperti biasa, tapi tidak menyewa satupun Caddy anda. Dan yang paling penting aku tidak meminta bayaran. Paham kan?"


Oliv berbicara dengan nada yang dibuat lemah lembut dan lenggak lenggok, tidak lupa dia bergelayut manja pada Ken, tak peduli meskipun di hadapan orang lain.


Sepanjang obrolan Oliv, Ken dan Tuan Robert, Dara hanya bisa diam mematung. Berulangkali dia menelan saliva karena mendadak tenggorokannya terasa begitu kering. 


Sebisa mungkin gadis berhidung mancung itu profesional dan tidak terbawa suasana. Ini adalah jalan yang sudah dia putuskan dan pikirkan matang-matang sebelumnya. Bertemu dengan Ken dan juga Oliv lagi merupakan salah satu konsekuensi dari jalan yang dipilih.


"Ck… Mr.Ken, sepertinya istri anda begitu takut kehilangan anda, sampai-sampai main golf saja diikuti," ucap Mr.Jericho setengah mengejek.


"Tolong jaga ucapan anda Mr.Jericho!" sambar Ken begitu saja sambil mengacungkan telunjuk tepat di depan wajah Mr.Jericho.


Berulang kali Ken melirik Dara saat Mr.Jericho mengucapkan kata suami dan istri. Dia merasa bersalah karena Dara harus mendengarkan itu semua.


"Sudah, sudah. Jika terus saja berdebat, kapan akan selesainya?" sela Dara.


Gadis berambut panjang itu sudah lelah dan merasa waktunya terbuang sia-sia, hanya menyaksikan drama pasangan yang baru kembali bersama.


"Mr.Ken yang terhormat, tanpa mengurangi rasa hormat kami, tapi demi menjaga hubungan anda bersama sang istri. Saya terima tawaran Nyonya Oliv, sementara Dara akan saya khususkan melayani Mr.Jericho."


Tuan Robert membuat keputusan final yang dirasa adil untuk semua orang. Selain itu Dara juga akan aman, tidak lagi diganggu oleh Oliv yang tidak suka dengan keberadaannya.


"Hah?" sahut Ken sedikit terkejut.


Meskipun berat hati, dengan terpaksa Ken menerima kesepakatan tersebut. Dia tidak mau Dara menjadi korban keegoisan Oliv lagi. Biarlah dia yang merasakan sakit dan tersiksa untuk sementara waktu.


Mendengar hal tersebut, tentu Oliv tersenyum senang. Dia merasa menang, tak lupa dia bergelayut manja pada Ken sebagai bentuk rasa bahagia.


Dara kembali menghela nafas seraya menggeleng pelan. Lama-lama dia menjadi risih melihat tingkah Oliv yang berlebihan. Beruntung Mr.Jericho mengajaknya pergi dari suasana yang tidak mengenakkan itu.

__ADS_1


**** 


__ADS_2