Caddy Kesayangan CEO

Caddy Kesayangan CEO
Julukan 'Princess Hour'


__ADS_3

"Aku…


Dara menjeda ucapannya, berkali-kali gadis bertubuh jenjang itu menghela nafas. Otaknya sibuk berpikir bahwa langkah yang dia ambil itu sudah tepat dan tidak gegabah.


"Siap nggak siap, aku harus siap 'kan? Sekarang prioritasku hanya bisa bertahan hidup bersama Ibu. Nggak mungkin juga aku nganggur, Na."


Gadis yang bernama Shyna itu mengangguk setuju. Dia pun mendukung sahabatnya untuk kembali mencoba peruntungan di dunia percaddyan. Putri tunggal dari pemilik KGRJ tersebut segera mengurus persiapan Dara untuk kembali bekerja.


Meskipun demikian, Dara harus tetap mengikuti peraturan yang ada. Dia kembali training karena sebelumnya keluar di masa training.


Setelah kedatangan Shyna bersama ayahnya ke rumah, kini tidak ada lagi para wartawan yang hilir mudik mengusik kehidupan Dara dan ibunya. Para tetangga pun mulai biasa, tidak lagi menggosipkan kehidupan Dara dan ibunya lagi.


"Dara, kamu yakin akan mengambil pekerjaan ini lagi? Ibu masih bisa bantu untuk jualan, carilah yang lebih nyaman."


Bu Nisa bertanya sambil berdiri dan depan pintu, menatap anaknya yang sedang bersolek di depan cermin. Kini Dara bukan lagi gadis tomboy yang suka tampil seadanya. Dia sedikit memperbaiki penampilan agar terlihat perempuan seutuhnya. Terlebih saat akan bekerja seperti sekarang.


"Bu, ini pekerjaan yang ingin Dara taklukkan. Aku ingin membuktikan kepada mereka yang meremehkanku. Ibu tenang saja, aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama," sahut Dara sambil menatap pantulan ibunya di cermin.


Wanita paruh baya yang mengenakan daster dengan model araban itu hanya bisa menghela nafas. "Ya sudahlah jika itu kemauan kamu. Ibu hanya bisa berharap kamu baik-baik saja."


Sejak dulu, keputusan Dara dalam melakukan sesuatu memang tidak pernah bisa diganggu gugat. Sedikit keras kepala memang, tapi mau itulah karakter Dara si anak tunggal.


Tiga puluh menit berlalu, Dara sudah tiba di KGRJ dengan menaiki ojek. Dia tidak ingin kejadian dulu terulang lagi. Gadis berambut panjang itu pun sudah memiliki akal agar seragamnya tidak kentara, yakni Dara mengenakan jaket dan celana panjang terlebih dahulu, kemudian setelah tiba di tempat kerja, dia melepasnya di ruang ganti.


Sepertinya semua berjalan dengan aman, tidak ada tragedi apapun di jalan raya. Bahkan tiba di tempat kerja pun tepat waktu.


Hanya saja respon para rekan caddy kebanyakan kurang bersahabat begitu tau Dars kembali ke circle mereka. Terlihat jelas dari sorot mata para senior yang tidak bersahabat.

__ADS_1


"Hai Dara, kok kamu balik jadi caddy lagi sih? Bukannya sudah jadi princess di rumah Tuan Ken?"


"Kamu lupa, dia kan princess hour."


Hahahaha


Dara hanya diam saja saat ditanya dan diejek oleh para senior. Dia tetap fokus merapikan penampilan. Untuk apa dia marah? Toh memang yang dibilang itu benar, Dara hanya menjadi putri sesaat di kediaman Ken. Setelah itu dia kembali dijatuhkan dengan sekeras mungkin oleh kenyataan bahwa Ken telah beristri.


"Permisi, saya harus bersiap menyambut klien," ucap Dara sambil melewati para senior yang sedang bergerombol.


Terlihat mereka kesal karena ejekan yang terlontar tidak menggoyahkan Dara sama sekali. Dara bukanlah yang dulu, yang akan minder dan ciut saat dipojokan.


Putri sulung dari Bu Nisa itu sudah memiliki mental baja untuk berkecimpung di dunia percaddyan. Hidup bersama Ken cukup lama, membuat Dara tau berbagai karakter orang dan bagaimana harus menghadapinya.


Benar saja, meskipun ini hari pertama Dara kembali menjadi Caddy, dia bisa bekerja dengan baik. Klien pertama yang dia layani merasa nyaman dan puas dengan pelayanan Dara. Tidak ada kejadian yang membuat klien marah lagi.


"Terima kasih, Nona. Besok aku akan datang lagi dan aku harap, kamu yang melayaniku lagi," pamit sang klien sambil memberikan tip.


Sekarang gadis berkulit putih itu lebih tenang karena menjalani sesuatu tanpa beban. Bahkan bisa dibilang Dara sudah mencintai pekerjaannya itu.


"Terima kasih kembali, Tuan," sahut Dara seraya membungkukkan badan.


Ternyata dunia caddy tidak buruk seperti kata kebanyakan orang. Mereka terlalu awam dan hanya melihat dari satu sisi aja. Sebenarnya jika sudah masuk dan memperlakukan klien dengan baik, maka hasil yang didapat pun akan baik juga.


Dara mengantarkan sang klien sampai ke tempat penjemputan sopirnya. Kebetulan disana ada Robert juga yang sedang berbincang dengan para klien lain.


"Robert, ini anak baru ya?" tanya klien tersebut sambil menunjuk ke arah Dara.

__ADS_1


Sontak saja Dara membulatkan netranya, biasanya jika klien bertanya demikian, ada sesuatu yang salah dalam pelayanan. Tapi dia merasa tidak ada kesalahan yang diperbuat.


Tuan Robert melirik Dara sejenak, kemudian kembali menatap Mr. Jericho, klien VVIP baru sekelas Kendrick.


"I-iya, Mister. Apa pegawai saya ini melakukan kesalahan? Atau membuat anda tidak nyaman?"


Mengingat kesan pertama Dara saat masuk di KGRJ dulu membuat kehebohan, bahkan membuat salah satu tamu VVIP yaitu Kendrick murka hingga mengakibatkan Dara mendapatkan hukuman, tentu ada rasa was-was tersendiri bagi pemilik klub itu.


'Mampus aku! Auto dipecat kamu, Ra, kalau membuat Mr.Jericho nggak nyaman,' batin Dara merutuki diri.


"Oh, tidak. Saya malah senang sekali dilayani oleh siapa namanya? Dara, ya, Dara," sahut Mr.Jericho seraya membaca papan nama di seragam Dara.


Mendengar nama Dara disebut, membuat salah satu klien yang tengah bercengkrama menoleh dengan cepat. Netra pria itu membulat sempurna dan maniknya menatap lurus ke arah Dara dan juga Mr. Jericho.


Dara menghela nafas, ternyata Mr.Jericho hanya ingin menyampaikan kepuasan serta memujinya selama melayani. Pria berambut coklat itu malah meminta Dara untuk menjadi caddy khusus untuknya saja.


"Tunggu!"


Tiga manusia yang sedang berbincang itu menoleh ke arah sumber suara. Sang pria yang menghentikan obrolan berjalan mendekat dengan tatapan tajam pada Dara dan juga Tuan Robert.


"Mohon maaf Mr.Jericho, tapi sebenernya Dara ini adalah Caddy yang Tuan Robert siapkan untuk saya. Bukan begitu Tuan Robert?"


Dara menautkan kedua alisnya. Dadanya naik turun menahan gejolak yang kian menyiksa. Sementara Tuan Robert hanya bisa garuk-garuk kepala karena bingung harus menjawab apa. Dua-duanya adalah klien VVIP dan langganan. Bedanya Kendrick adalah klien lama, dan Mr.Jericho adalah klien baru.


"Loh, bagaimana ini Tuan Robert? Jika dia sudah disiapkan khusus untuk dia, seharusnya tadi tidak melayani saya."


"Mmm…tenang, saya minta untuk semuanya  tenang sedikit. Sepertinya ada kesalahpahaman ini," sahut Tuan Robert berusaha mencairkan suasana.

__ADS_1


Dara pun hanya garuk-garuk kepala sambil sesekali menatap kedua klien yang sedang merebutkannya secara bergantian. Dia kemudian menatap sang bos meminta pendapat.


**** 


__ADS_2