
Wajah Oliv yang putih mendadak jadi merah padam setelah mengetahui bahwa singkong keju yang akan dibuangnya adalah makanan favorit Ken. Bodohnya lagi dia malah memberikan makanan yang dihindari pria yang diakui sebagai suami itu.
Sungguh dalam hati Olivia merutuki diri, bisa-bisanya dia mempermalukan diri sendiri di depan Ken dan juga pegawai kantin. Mirisnya saat itu kantin mulai rame dengan klien yang lain. Sial. Kredibilitas akan pengakuannya sebagai istri Ken bisa hilang akibat kecerobohan yang baru saja dia buat barusan.
Selama ini Oliv memang kurang memperhatikan hal-hal kecil yang justru berakibat besar. Contohnya tentang makanan yang disukai atau tidak disukai oleh Ken. Ternyata persiapan yang dikira sudah matang, masih memiliki celah dan membuat semua yang seharusnya sempurna, menjadi sedikit cacat.
"O-oh, iya. Saking groginya karena pertama jadi Caddy, aku sampai lupa mana yang makanan kesukaanmu dan mana yang bukan. Maaf ya, Sayang."
Dasarnya ratu akting, meskipun sudah terpojok tetap saja Olivia memiliki banyak akal dan cara. Hal itu membuat orang-orang yang semula merasa janggal, kemudian mulai acuh. Mungkin dia masih bisa selamat kali ini.
Kendrick hanya menghembus kasar menyadari keadaan masih belum berpihak kepadanya. Hingga Olivia yang semula hampir terbongkar kedok dan kebohongannya, masih bisa selamat.
Sementara itu Dara dan Jericho sudah berada di parkiran. Sebagai caddy yang bertanggungjawab, Dara membantu mengantarkan segala perlengkapan golf milik Jericho sampai ke bagasi.
"Dara, apa kamu yakin tidak ingin mencari makan di tempat lain? Kita tadi belum selesai loh."
Jericho memahami kecanggungan yang dialami Dara tadi sewaktu di kantin. Pria blasteran itu tahu betul bagaimana hubungan Dara dan Ken sebelumnya karena sempat ramai di media. Sebagai seorang pria, Jericho ingin membantu dan melindungi Dara.
"Ah? Hehe, ti-tidak perlu, Mister. Terima kasih untuk tawarannya. Tugas saya sudah selesai. Jadi saya bisa makan di rumah saja."
Pria berambut pirang itu menghembus kasar, nampaknya ada kekecewaan dalam wajahnya karena Dara selalu menolak ajakannya. Hal itu semakin membuat Jericho penasaran dan tertarik dengan caddy barunya itu.
'Pantas saja Mr.Ken sampai tergila-gila sama kamu, Dara. Kamu memang unik, bahkan aku sendiri jadi tertarik,' batin presdir muda pesaing baru Kendrick Mahanta.
Ya. Jericho bukan hanya pesaing dalam dunia golf dan bisnis bagi Ken, nampaknya pria berkulit putih itu juga menjadi saingan dalam meluluhkan hati sang caddy, yakni Andara Chikita.
__ADS_1
Merasa semua bujuk rayunya tidak ada yang membuahkan hasil, Jericho pun harus cukup puas karena hanya bisa mengajak Dara makan dan ngobrol di kantin klub, itupun gagal karena kedatangan Ken dan Olivia.
Jericho akhirnya pulang dengan hati yang hampa. Entahlah, baru bertemu dengan Dara, dia sudah dibuat uring-uringan karena gagal membawa Dara keluar dan sekedar menghibur wanita cantik itu.
Pasca hari itu, Ken pun hampir tiap hari berkunjung ke klub golf. Dia yang biasanya hanya akan main golf di waktu senggang saja, kini malah lebih mementingkan bermain golf.
Sebenarnya bukan main golf yang dia pentingkan, lebih mencari kesempatan untuk bisa bertemu dengan Dara. Sayangnya dia tidak bisa mendapatkan pelayanan wanita yang masih dia cintai itu, karena selain Dara sudah dipatenkan menjadi Caddy khusus bagi Jericho, Ken juga selalu diikuti oleh Olivia. Wanita yang tiba-tiba saja muncul, mengaku sebagai istrinya dan merusak semuanya.
"Sayang, kamu ini apa nggak capek? Dari kantor mau langsung main golf? Came on, masih ada hari libur di akhir pekan."
Olivia berceloteh sambil terus berjalan mengikuti langkah Ken yang begitu lebar. Mereka tidak terlihat seperti pasangan suami istri, Olivia lebih terlihat seperti seorang asisten yang terpincang-pincang mengikuti jadwal sang majikan yang begitu padat.
Sontak saja Ken menghentikan langkah. Karena berhenti tanpa aba-aba, otomatis Olivia menabrak punggung Ken dan membuat tatanan poninya cukup berantakan.
"Auw…" rintih Oliv seraya mengusap-usap keningnya.
"Oliv. Sejak awal aku tidak pernah mengajak kamu untuk mengikutiku. Kamu sendiri yang kurang kerjaan hingga setiap hari hanya membuntutiku. Sekarang kamu mengeluh? Silahkan pulang saja."
Plakkk…
Lagi-lagi jawaban Ken jauh dari harapan Olivia. Jika wanita berambut pendek itu mengira Ken akan kasihan dengan dia mengeluh seperti tadi, salah. Olivia salah besar. Ken semakin dingin dan semakin kasar. Bagi Ken Olivia bukanlah istrinya, melainkan musuh dalam selimut yang harus segera dimusnahkan.
"Ma-maksudnya bukan begitu, Sayang…
Belum sempat menjelaskan apa alasannya mengeluh, Ken sudah berjalan lagi. Alhasil wanita berambut pendek itu hanya bisa menghela nafas sembari menghentakkan kaki di lantai.
__ADS_1
Ken geleng-geleng kepala karena bukan hanya dia yang jadwal main golfnya hampir setiap hari, melainkan Jericho juga. Padahal untuk kelas presdir muda dan sibuk seperti mereka seharusnya tidak memiliki waktu untuk hal tersebut.
Kini Ken semakin yakin bahwa Jericho bukan hanya sekedar menganggap Dara sebagai caddy yang melayaninya dalam bermain golf. Ken yakin ada maksud lain yang dimiliki pesaing barunya itu.
Disaat Dara hendak berjalan mengambil bola yang kebetulan keluar dari arena permainan Jericho, dia melihat kedatangan Ken dan Oliv yang menyusul di belakangnya. Meskipun sudah cukup terbiasa, akan tetapi melihat Ken berdampingan dengan wanita lain masih cukup mencubit hati gadis bertubuh jenjang itu.
"Kenapa sih? Kamu harus setiap hari main golf juga?" gumam Dara cukup kesal.
Sepertinya kini dia menyesali keputusannya yang bergabung kembali ke KGRJ. Ternyata tidak semudah yang dia bayangkan untuk bersikap biasa saja dan seolah tidak pernah terjadi apa-apa diantara dia dengan Ken.
Fiiuuuhhhh…
"Seharusnya waktu itu aku dengerin Shyna, bukan sok kuat begini."
Sering melihat Ken bersama Oliv cukup membuat Dara sering gagal fokus. Gadis berhidung mancung itu sudah sebisa mungkin untuk profesional. Akan tetapi jika harus setiap hari melihat kemesraan pria yang dia cintai dengan wanita lain, ternyata menyiksa juga.
Sebelumnya Dara tidak menduga jika Ken akan bermain golf setiap sore. Karena saat dulu saja paling seminggu sekali. Tapi sekarang, seolah tengah memamerkan hubungannya yang harmonis dan romantis dengan istrinya di depan orang-orang.
Jericho yang tengah menunggu untuk melanjutkan permainan, mengernyitkan dahi saat melihat Dara malah berhenti dan melamun, bukannya mengambilkan bola.
Iris biru pria itu mengedar mengikuti arah kemana Dara melihat dan melamun. Saat mendapati dua sejoli yang selalu saja mengundang perhatian dimanapun berada, kini Jericho paham.
Mungkin jika klien lain, dia akan marah karena Dara tidak bekerja dengan fokus. Tapi Jericho tidak, dia malah berjalan dan mengambil bolanya sendiri.
"Bolanya jauh banget ya, Ra?" ucap Jericho sembari mengambil bola yang sebenarnya sudah berada di hadapan Dara.
__ADS_1
Sontak saja Dara terkejut dan menoleh kaget.
****