CAMELIA

CAMELIA
episode 24


__ADS_3

Author pov


"Buat apa lo nunjukin ini ke gue?" Tanya Jupiter, matanya masih lekat menatap video berdurasi tiga menit, yang di kirimkan Josh ke ponsel miliknya.


"Awalnya gue gak mau ikut campur. Tapi gue empet banget sama kelakuannya. Kayak banci! Beraninya keroyokan."


Jupiter tertawa sinis, bahkan dia tidak melihat video itu sampai tuntas, terlalu menjijikan untuk melihatnya sampai tuntas.


"Gue udah lama tau. Tapi gue diem aja, karena gue pikir itu bukan urusan gue. Tapi begitu kejadian Kara dua hari lalu,gue gak bisa diem aja." Tukas Josh.


Josh meminta Jupiter menemuinya di salah satu kedai kopi sepulang sekolah. Awalnya Josh tidak ingin ikut campur urusan Jupiter, tapi melihat temannya kini tengah kelimpungan mencari Kara, akhirnya dia mengajak Jupiter bertemu dan memberikan video rekaman itu.


"Sial nya ,gue gak bisa nemuin dimanapun Kara dan juga Ayu." Decak Jupiter penuh penyesalan.


"Lo udah cari kerumahnya?"


"Udah. Kara hilang gitu aja. Sedangkan Ayu, menurut asisten rumah tangganya mereka sekeluarga pergi liburan."


Jupiter menghela nafas lemah, mengingat bagaimana usahanya mencari keberadaan dua wanita itu.


Esok harinya setelah kejadian pengeroyokan Kara, Jupiter tidak lagi menemukan Ayu, bahkan Angga pun orang yang ikut membantu aksi brutal Ayu,tiba-tiba hilang. Membuat Jupiter geram. Jupiter tidak tinggal diam, dia terus mencari bahkan sampai mendatangi rumah Ayu dan juga Angga. Namun nihil, kedua orang itu hilang secara bersamaan.


Bukan hanya menghilang nya Ayu yang membuatnya kesal, tapi justru hilang nya Kara yang semakin membuatnya frustasi dan putus asa. Sejak Kara pulang di antar Nadira, sejak itu pula Kara hilang. Nomor ponsel nya mati, bahkan semua akun media sosialnya pun ikut lenyap.


Bukan hanya Jupiter yang kelimpungan mencari Kara, Nadira pun sama. Bahkan mereka berdua sama-sama mendatangi kediaman Kara. Namun bukan Kara yang ditemukannya, tapi justru kertas berwarna biru yang ia dapat dari salah satu asisten rumah tangga.


Jupiter kesal dengan ketidak mampuannya melindungi bahkan mencari keberadaan Kara, dia masih terlalu muda bahkan belum punya kuasa apapun untuk melacak keberadaan Kara.


Bahkan kedua orang tuanya pun enggan membantu meski Jupiter memohon, mereka tetap tidak mau mencampuri urusan keluarga Kara.


Kabar tentang identitas asli Faro yang sebenarnya adalah anak dari pengusaha Fathur, sempat heboh. Bukan hanya berita itu saja yang membuat gempar dunia perbisnisan, tapi juga kabar tentang anjloknya saham perusahaan Fathur yang mengakibatkan semua pemilik saham kerepotan menstabilkan perusahaannya. Karena Dahlia,Ibu Kara menarik semua arset miliknya tanpa menyisakan sedikitpun, dan kini tidak ada satu orang pun yang mengetahui keberadaanya.


Jupiter menghela lemah, begitu banyak kejadian menggemparkan beberapa hari ini, terlebih keberadaan Kara yang hilang bagaikan ditelan bumi.


"Gue gak tau video ini bisa membantu lo atau nggak, tapi gue harap suatu hari ini bisa lo gunakan sebagai senjata pertahanan terakhir lo." Josh menepuk pundak Jupiter, memberi semangat agar sahabatnya itu tidak terus berlarut menyesali kepergian Kara.


"Tapi gue sempet curiga waktu itu, gue lihat Ayu ketemuan sama si Faro. Di dekat gudang belakang sekolah. Gue gak tau mereka lagi bahas apa, cuman setelah itu, besoknya si Ayu langsung menyerang Kara."


Jupiter mengerutkan dahinya nampak mengingat sesuatu, begitu dia mulai ingat sontak dia langsung berdiri dari kursi, tanpa permisi langsung pergi meninggalkan Josh, bahan Jupiter tidak menghiraukan teriakan Josh yang terus memanggil namanya berulang kali.

__ADS_1


Seakan di ingatkan kini Jupiter mengerti. Malam harinya dia mendapat pesan dari Faro, pesan penuh peringatan dan ancaman.


Jupiter tidak membalas pesan yang dikirimkan Faro, karena dia merasa tidak perlu meladeni nya lagi. Kara sudah mengungkapkan isi hatinya, dan Jupiter tidak perlu khawatir karena pada kenyataanya Kara mencintainya.


Namun begitu Jupiter mendapat informasi jika Faro sempat menemui Ayu, bahkan setelah itu esok harinya Ayu menyerang Kara, barulah Jupiter menyadari jika semua ini pasti ada kaitannya dengan Faro.


Jupiter yakin Faro masih berada di kampusnya, tanpa menunggu lama Jupiter langsung menuju ke tempat Faro berada. Jupiter semakin mempercepat langkah kakinya begitu dia melihat Faro tengah duduk di salah satu bangku dengan beberapa temannya, bahkan nampak kakaknya pun berada di situ.


Hanya tinggal beberapa langkah, Jupiter langsung menarik kerah baju milik Faro, melayangkan satu pukulan keras tepat di wajahnya.


Bugh….


Kejadiannya begitu cepat, sehingga Faro tidak sempat menepis pukulan demi pukulan Jupiter. Keadaan mulai ramai, Dea mulai berteriak histeris minta tolong. Hingga beberapa orang melerai pertengkaran Jupiter dan Faro.


Jupiter masih terlihat begitu emosi, sedangkan Faro hanya tersenyum miring,menyeka darah segar yang mengalir di ujung bibirnya.


"Jadi semua ini rencana lo?!"


"Jika gue gak bisa memilikinya, maka tidak juga dengan lo!"


"Brengsek!!" Jupiter kembali menerjang, tapi lengannya di cekal beberapa siswa yang melerai aksinya.


Mereka dibawa ke tempat berbeda karena menimbulkan kegaduhan di lingkungan kampus. Jupiter memilih pergi dari tempat itu, melajukan motornya dengan kecepatan penuh.


"Jupiter tunggu!" Dea mengejar adiknya, begitu dia tau Jupiter melajukan motor dengan sangat kencang, Dea pun mengikutinya dari belakang, berusaha mengejar.


"Jupiter!" Dea menarik lengan Jupiter, namun buru-buru di tepis.


"Dengarkan dulu penjelasan kaka!"


"Penjelasan? Bahkan kalian sekongkol untuk menghancurkan Kara!" Suara Jupiter tak kalah tinggi membentak kakaknya.


"Kamu mencintai lelaki sialan itu, sampai kamu hanya diam begitu dia merencanakan kejahatannya. Apa salah Kara?! Apa?!" Dea mulai menangis, melihat Jupiter meluapkan kemarahannya.


"Kamu begitu mencintai lelaki itu, tapi kamu dengan teganya menghancurkan Kara, perempuan yang juga sangat aku cintai!"


"Kamu terlalu egois, lihat sekarang Kara hilang akibat lelucon kalian! Aku tau kamu dan juga Ibu sengaja menutupi keberadaan Ayu, dan kalian tau bagaimana menjijikannya kelakuan Ayu. Kalian mau tau?" Jupiter segera mengeluarkan ponsel dari celana dan langsung menyodorkannya pada Dea, bagitu video mulai di putar.


"Kalian tau, itu kelakuan Ayu yang sebenarnya. Orang yang kalian lindungi bahkan kalian banggakan!"

__ADS_1


Dea terpaku bahkan kedua telapak tangannya reflek menutup mulutnya, begitu melihat video Ayu tengah berbuat asusila dengan lelaki yang sangat ia kenali, yaitu Riyan. Sahabat baik Jupiter.


"Selama ini kalian tertipu!"


Jupiter tidak menghiraukan apapun lagi, dia langsung melangkah menuju kamar dan mengunci diri di dalamnya.


Hatinya terasa sakit begitu satu persatu kebenaran mulai terungkap. Bahkan dia amat menyesal karena ternyata Kakaknya pun ikut terlibat. Cinta memang bisa sebodoh itu mempengaruhi seseorang, bahkan bisa sampai menutup mata dan menulikan telinga. Jupiter sedikitpun tidak pernah menyangka jika kakak yang amat ia sayangi justru ikut andil dalam kejadian itu.


Tubuhnya lemas, tangannya terasa nyeri tapi tidak sebanding dengan hatinya yang jauh lebih sakit.


Tangannya bergetar begitu meraih kertas biru yang disimpannya di laci dekat tempat tidur. Sudah dua hari kertas itu tergeletak, belum berani ia sentuh atau pun membukanya. Tapi kali ini dia mencoba memberanikan diri membuka perlahan kertas dan membaca isinya.


Dear Jupiter,,,


Jupi, ketika kamu baca surat ini mungkin aku udah gak ada lagi di dekat kamu. Aku cuman mau ngucapin terimakasih karena kamu sudah hadir di kehidupanku. Kehadiran kamu seperti coklat yang mengubah rasa kacang menjadi seenak nutella.


Jupi,, jangan pernah mencari keberadaanku, karena aku baik-baik saja. Jika kamu mencintaiku kamu tidak perlu mencariku, kita hanya perlu saling melupakan dan memulai hidup seperti biasanya. Jangan pertaruhkan apapun untuk perempuan seperti diriku, karena aku tidak pantas mendapatkannya.


A*ku membawa serta Jupiaja, pergi bersamaku karena Jupiaja persis seperti diriku, tidak diinginkan bahkan kini aku cacat. Cacat karena semua orang sudah melihat kehormatanku, yang seharusnya hanya suamiku yang melihatnya.


Aku senang, aku menemukan Jupi aja,setidaknya aku dan dia saling membutuhkan. Jupiaja ,tidak bisa melihat indahnya dunia, begitu juga dengan diriku yang tak bisa lagi melihat indahnya kehadiranmu. Tapi meskipun aku dan Jupiaja, sama-sama tidak bisa melihat, tapi kita masih punya hati sebagai perasa*.


Terima Kasih


Sekali lagi terimakasih karena sempat hadir di hidupku.


By ,Kara kaisara.


Jupiter mencengkram erat kemeja sekolah yang masih dikenakannya. Sesak seakan mencekik tenggorokannya,


"Kara,,," suaranya lirih,tertahan.


"Kara,,," Jupiter menundukan wajahnya, menumpuknya di lutut, sulit sekali menahan rasa kecewa yang membuncah di hatinya, hingga tak bisa lagi dia menahan air matanya.


"Aku akan mencari keberadaan kamu, dan akan membawamu kembali padaku. Apapun caranya." Janji Jupiter.


Janji yang akan selalu dia ingat, bahkan janji yang akan menjadi pemacu untuknya berusaha.


Kara,, Kara'nya harus kembali. Dan ia akan mencari kemanapun bahkan sampai ke ujung dunia sekalipun

__ADS_1


__ADS_2