CAMELIA

CAMELIA
episode 45


__ADS_3

Liburan singkat Jupiter dan juga Camelia harus berakhir di hari kedua, setelah Febian meminta Camelia segera pulang ke Jakarta, karena Camelia sudah menceritakan pertemuannya dengan Edward. 


Jupiter tidak bisa memaksa, ataupun menahan Camelia, karena Jupiter tidak ingin memaksakan kehendak seperti pertama kali mereka datang ke Bali. 


Mereka menggunakan penerbangan yang berbeda, karena ternyata Jupiter akan dijemput Nadira dan keluarganya. Untuk menghindari kecurigaan, mereka pun harus terpisah semenjak di terminal Ngurah Rai Bali. 


Camelia segera menuju kediamannya, tanpa memperdulikan lagi pesan yang dikirim Jupiter. Ia hanya ingin segera menemui Febian dan segera mencari solusi, untuk tindakan selanjutnya. 


Sesampainya dirumah, Camelia sudah ditunggu Febian,


"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Camelia langsung bertanya, begitu ia meletakan koper yang sempat diberikan Jupiter padanya. 


"Gue akan menyelidiki lebih lanjut, apa hubungan Jupiter dan Edward."


"Mereka sepertinya sudah lama saling mengenal, bahkan mereka tampak berteman akrab."


"Setiap pebisnis memang selalu memperlihatkan jika mereka adalah teman baik, meski sebenarnya mereka saling membunuh di belakang." Tukas Febian. 


Febian lebih tahu, bagaimana kerasnya dunia bisnis, ia sangat hafal bagaimana ketika para pebisnis itu memiliki dua kepribadian. Mereka akan tampak begitu akrab di satu kesempatan, dan akan saling tidak mengenal di saat kita terjatuh. 


Febian pun sebenarnya mengenal Edward, karena pada awalnya mereka pun adalah rekan bisnis, namun semua itu berubah ketika Edward dengan sengaja menjatuhkan semua usaha milik Febian. Hingga akhirnya Febian bertemu dengan Camelia yang memiliki nasib serupa dengannya, yaitu ketika Edward menjebaknya. 


"Lo yakin, Edward belum lihat wajah lo dengan jelas?" Selidik Febian, karena itu lebih baik ketika Edward belum tahu keberadan Camelia. Namun akan menjadi malapetaka, jika Edward sampai mengetahui jika Camelia memiliki hubungan dengan Jupiter.


"Gue langsung berbalik, begitu Jupiter menyadari kehadiran gue. Tapi gue gak yakin, kalau Edward belum melihat kehadiran gue." 


"Gue harap Edward tidak menyadari kehadiran lo. Karena jika sampai itu terjadi, gue gak tahu apa yang akan terjadi dengan Jupiter. Mungkin saja Jupiter bisa senasib sama dengan Nathan, dan gue yakin pasti lo yang akan jadi kambing hitamnya lagi." 


Dada Camelia terasa begitu sesak, begitu nama Nathan kembali disebut. Membayangkan Jupiter bernasib sama dengan Nathan, membuat Camelia semakin merasa tertekan. Ia tidak ingin melihat Jupiter bernasib sama seperti Nathan, hanya karena keserakahan Edward.  

__ADS_1


Kematian Nathan sudah membuktikan jika Edward bukanlah lawan yang bisa dianggap sepele, namun Edward tetaplah manusia berhati iblis, yang akan melakukan apapun untuk menuntaskan keinginan nya, meski harus dengan menghilangkan nyawa seseorang. 


  


"Untuk sementara waktu gue harap lo bisa menjauhi Jupiter. Demi keselamatan dia." Camelia tahu, jika ia tetap bersama Jupiter, hal itu akan sangat membahayakan Jupiter. 


Dan untuk sementara waktu ia harus menjauhi Jupiter secara bertahap, karena sifat egois lelaki itu tidak mudah untuk ditaklukan. 


Ia harus memikirkan bagaimana caranya agar Jupiter membencinya dan meninggalkannya. 


Sementara itu, kedatangan Jupiter disambut hangat oleh Nadira,dan juga Nadira. Mereka berdua menunggu kedatangan Jupiter, begitu menerima kabar jika Jupiter akan sampai di Jakarta sore hari. Nadira begitu bahagia menyambut kedatangan Jupiter, sementara itu Nadia tidak banyak bicara, ia hanya menemani sang adik, karena Nadira masih dalam tahap penyembuhan. 


"Kita langsung pulang saja." Ajak Jupiter begitu mereka berada di dalam mobil yang sudah disediakan Nadira.


Awalnya Nadira ingin mengajak Jupiter kerumahnya terlebih dahulu, namun sebelum Nadira membuka mulutnya untuk mengutarakan ajakannya, Jupiter sudah terlebih dahulu berbicara dan setelah itu Jupiter tidak berbicara lagi, karena lelaki itu sudah memejamkan mata, berpura-pura tidur untuk menghindari pembicaraan di antara mereka. 


Jupiter sengaja melakukan itu,  karena ia tidak ingin obrolannya berakhir dengan perdebatan. Lagipula di dalam mobil tidak hanya ada dirinya dan Nadira, namun ada juga Nadia yang seperti tengah mengawasi mereka berdua.


Sesampainya di depan gedung apartemen yang sudah Jupiter tempati selama dua tahun terakhir, ia segera keluar dari mobil.


"Terimakasih untuk jemputannya, aku capek banget. Sebaiknya kamu juga istirahat, jangan banyak pergi-pergi ketempat yang tidak perlu." Ucap Jupiter dengan nada dingin. 


"Kak Nadia, saya pamit." Ucap Jupiter segera berlalu sebelum Nadia membalas ucapannya. 


"Apakah lelaki seperti itu yang kamu banggakan?" Tanya Nadia kepada adiknya, begitu mobil yang mereka tumpangi melaju perlahan, meninggalkan apartemen Jupiter.


"Kamu lihat, bagaimana dia memperlakukanmu?! Apa kamu lihat dia bersikap baik padamu, meski kita sudah berbaik hati padanya?!" Nadia semakin emosi dan tak terkendali begitu tidak ada respon apapun dari adiknya. 


"Apa kamu dengar?!"

__ADS_1


"Aku dengar," suara Nadira lemah, 


"Kamu bodoh atau bagaimana?" 


"Aku memang bodoh, bahkan kakak sudah tahu itu sejak lama. Lalu aku harus bagaimana? Aku tidak memiliki keinginan apapun lagi, selain menginginkannya!"


"Lalu aku harus bagaimana, bahkan Dokter sudah memvonis umurku tidak akan lama lagi, lalu aku harus bagaimana?" Lanjut Nadira dengan suara parau,dan mulai menangis. 


Nadia yang melihat bagaimana putus asanya Nadira membuat hatinya semakin sakit. Ia tidak tega melihat Nadira kehilangan harapan hidupnya, hanya karena Jupiter tidak membalas perasaan adiknya. 


"Kakak akan membantumu, apapun caranya." Nadia mengelus puncak kepala Nadira yang kini sudah tidak ditumbuhi rambut selebat dulu. Radiasi akibat kemoterapi yang dijalani Nadira, secara perlahan membuat Nadira kehilangan sebagian rambutnya. 


Hati siapa yang tidak teriris sakit, begitu melihat orang yang disayanginya tengah menghitung hari, karena penyakit yang dideritanya. Semua usaha sudah dilakukan, untuk mengobati penyakit yang diderita Nadira. Namun Nadira seolah tidak memiliki semangat untuk sembuh, sampai akhirnya ia bertemu dengan Jupiter. 


Kehadiran Jupiter seperti angin sejuk bagi keluarga Jupiter, karena sejak Nadira dekat dengan Jupiter, Nadira memiliki sedikit semangat untuk melakukan pengobatan. Sampai pada akhirnya, mereka semakin dekat dan menjalin hubungan, Nadira menjadi lebih semangat dalam melakukan pengobatan. 


Namun, semua itu hanya berlaku sementara setelah Jupiter perlahan menjauhi Nadira. Sangat hidup Nadira hilang begitu saja, bahkan ia sampai melewatkan beberapa kali kemotherapy yang harus dilakukannya. 


Awalnya Nadia tidak menyadari perubahan pada hubungan asmara adiknya, namun begitu ia mulai menyadari pengaruh besar yang dialami adiknya. Kondisi Nadira semakin memburuk, bahkan beberapa kali harus dilarikan ke Rumah sakit, akibat kondisinya yang tidak stabil. 


Melihat sikap Jupiter yang kian berubah, dan berdampak buruk untuk adiknya, Nadia tidak bisa tinggal diam. Sehingga secara diam-diam ia mulai mencari informasi tentang perubahan Jupiter. Dan di luar dugaan ternyata perubahan sikap Jupiter diakibatkan karena kehadiran seorang gadis bernama Camelia.  Awalnya Nadia hanya sebatas menyelidiki siapa wanita yang berhasil merebut hati sang calon adik ipar, namun begitu salah satu orang kepercayaannya memberi tahu Jika Camelia yang dimaksud adalah Kara Kaisara, sahabat baik sang adik ketika mereka masih berseragam putih abu-abu, dan menjadi cinta pertama Jupiter. 


Nadia tidak menyangka jika cinta Jupiter pada Kara tidak pernah berubah, meski mereka sudah berpisah sejak lama. Nadia semakin merasa penasaran, apalagi semenjak kembali dekat dengan Kara, Jupiter semakin berubah dan itu berpengaruh buruk untuk Nadia. 


Secara diam-diam, Nadia mencari tahu tentang  keberadaan Kara. Tidak sulit baginya mencari informasi tentang tempat tinggal ataupun tentang kehidupan Kara, namun setelah ia menyelidiki banyak hal mengejutkan yang akhirnya Nadia ketahui. Salah satunya ia mengetahui jika Kara pernah beberapa saat mendekam di jeruji besi alias penjara. 


Nadia semakin tertarik dengan kehidupan masa lalu Kara, karena yang ia tahu Kara menghilang setelah kejadian menggemparkan yang membuat heboh dan juga terbongkarnya identitas asli ayah biologis Kara. Nadia sempat merasa iba dengan keadaan yang menimpa Kara, karena Nadira sempat merasa kehilangan sahabat baiknya itu, namun karena Nadia tidak begitu dekat dengan Kara, ia tidak mencari tahu lagi kemana gadis itu pergi. 


Nadia semakin merasa tertantang, apalagi semenjak ia tahu ternyata Jupiter masih mencintai Kara. Pada akhirnya Nadia memang sengaja selalu membuntuti kemanapun Jupiter pergi dan ia pun semakin mencari tahu tentang kehidupan Kara, tanpa sepengetahuan adiknya, Nadira. 

__ADS_1


Bahkan Nadia lah dalang di balik kembalinya Edward dari luar negri, dan kembali menghantui kehidupan Kara. Nadia sengaja melakukan strategi licik untuk menyingkirkan Kara. Ia tidak bermaksud untuk menyakiti siapapun, namu melihat kondisi Nadira yang semakin memburuk membuatnya tidak memiliki pilihan lain, selain kembali mengorbankan Kara seperti yang pernah dilakukan Dea, beberapa tahun lalu. 


 


__ADS_2