
Di ruangan kantor pribadi Saputra, Sahi semakin bingung kenapa seorang dia bisa di tempati ruangan semegah ini.
"Bentar, ini ruangan CEO bukan? kenapa bisa kamu di ruangan ini??," tanya Sahi.
Saputra pun segera duduk santai hingga mengangkat kaki di atas paha.
"Hadoyy berisik lu, udah duduk sono terus serahin berkas lu ama gua," ujar Saputra.
Sahi melirik dan melihat sekeliling nya lalu betapa terkejutnya di dinding sana terpajang foto Saputra nan tamvan dan kece itu, dan ia pun masih tidak percaya ternyata CEO perusahaan ini ialah bernama Saputra.
"Jadi, kamu yang jadi CEO di sini??," tanya Sahi.
"Iya dong gua udah resmi jadi CEO di perusahaan ini," ucap Saputra sambil tertawa kecil.
Tetapi Sahi masih tak mempercayai nya.
"Hah? Lu Jangan becanda deh,"
"Kenapa? Anda gak percaya?," tanya dingin.
dan seketika ekspresi Saputra berubah menjadi dingin, lalu Sahi pun sontak takut dan kaku.
"Ahahaha! ahahaha!," lalu ia pun kembali dengan ekspresi gesrek nya, karna ia tak bisa menahan tawa melihat ekspresi Sahira.
"Ihh, ga jelas banget ya lu, mending gue pindah ke tempat lain aja!," sontak ingin pergi.
Namun Saputra berdiri dan menahan nya.
__ADS_1
"Eh eh tunggu, oke-oke kali ini gua serius, silahkan duduk dulu biar gua jelasin kenapa gua bisa di sini," ucap Saputra dengan tenang.
"Ok," ucap Sahi lalu ia pun duduk di kursi itu.
•••
Sementara di Caffe itu, Nur & Sita saling tatap dan segera langsung tanya kepadanya.
"Apa benar? kertas ini milik kamu?," tanya Nur setelah mengambil kertas itu di tas nya.
"Eh iya, itu punya saya," jawab Sita.
"Ooh oke ini, lain kali mbak cek dulu ya pas mau pulang," ujar Nur.
"Iya maaf, tapi makasih ya udah nemukan kertas ini," ucap Sita.
"Em Mbak? kalau saya boleh tahu, Mbak ga kenal saya dari sebelumnya?," tanya Nur.
"Hmm, Gak. saya belum lihat kamu dari sebelumnya, emang nya kenapa ya dari kemarin kamu juga begitu,"
"Ya karna kamu itu mirip banget loh dengan almarhum sepupu saya, soal nya pas kejadian kecelakaan itu korban-korban saudara saya masih kurang jelas ditemukan dimana dan akhirnya sekarang jadi misteri," ujar Nur.
"Oohh, paling mirip doang kali, ya sudah sorry ya saya segera pergi dan sekali lagi makasih udah nemuin kertas berharga saya ini," ucap Sita.
"Ooh oke Mbak, sama-sama," ucap Nur.
••••
__ADS_1
Sebuah mobil mewah dan mengkilat, seorang Presdir asal luar negeri sudah berada di depan gedung perusahaan CEO Star Q, para karyawan berada di kantin maupun di parkiran tertuju pandangan nya ke arah mobil itu ke sembarang tempat.
"Wihh, wihh... itu mobil Saha ya? apa Pak Afgan beli mobil baru lagi??," ucap Dendi, salah satu karyawan berada di parkiran.
"Yeh mana aku tahu, lihat aja deh siapa orang itu," ujar Ririn.
Namun dua orang pemuda berpakaian rapi menggunakan jas nya keluar dari mobil nya dan membantu membuka pintu mobil ke dua.
Lalu sosok orang pemuda itu keluar menggunakan kacamata orange gelap sambil memegang koper yang cukup besar.
"Em, Exuime me Sir, can i help you carry this item?," salah satu bodyguard nya.
"No, I can do it myself," ucap nya.
Sementara karyawan di sana hanya bisa terpelongo dan menyimak bahasa mereka.
"Busett... mereka pakai bahasa apaan kaga paham anjirt," ucap Dendi.
"Yeh lu gimana sih, ga denger apa pakai bahasa Inggris," kata Ririn.
"Eh, iya ya? biasalah gue mah selalu remed soal b. ingg," ucap Dendi.
"Yehh kalo lu remed kenapa bisa masuk kerja di sini coba?," tanya Ririn.
"Ah, itu kan rezeki gue bisa di sini, udah ah yuk ke dalem," ujar Dendi.
Bersambung...
__ADS_1