CEO KU SOMPLAK

CEO KU SOMPLAK
~ Eps 38


__ADS_3

(Bertemu kang Prank)


...•...


...•...


...•...


Tetap lah berkarya walau orang lain tidak menyukai itu~😎


_


_


_


Setelah jadwal kelas telah selesai, kini Intan & Keira berkumpul sebentar di depan ruangan yang sudah tersedia tempat duduk itu.


"Jadi gimana Kei? Apa yang harus kita selidiki kasus masalah Nawal?" ucap Intan kini telah duduk di samping Keira.


Keira menghembus nafasnya perlahan lalu terdiam sejenak untuk memikirkan rencana apa untuk bisa berhasil mengetahui kejadian yang terjadi terhadap Nawal.


"Gimana kalau kita minta bantuan si geng Star?" ujar Keira, kini menoleh ke arah Intan dengan tatapan serius.


"Emm? Serius kamu mau minta bantuan ke mereka?" tanya Intan masih meragukan itu.


"Ya apa salah nya? Mungkin bisa bantuin kita siapa orang yang berani buat Nawal seperti itu!" ucap Keira.


"Hmm, bener juga, eh tapi bentar deh, kan waktu itu kita pas mau nyusul Nawal ada geng yang ngehalangin kita? Nah apa jangan-jangan ada kaitan nya sama mereka?" tanya Intan penuh penasaran.


Keira pun tersentak mengernyitkan dahi nya dan berusaha untuk berprasangka baik apa yang dikatakan Intan itu.


Nawal sampai sekarang masih keadaan tak sadar, wajahnya semakin pucat dan tak berdaya namun entah makhluk apa yang bisa menguasai tubuh Nawal hingga kini tenaga nya di kuasai oleh makhluk lain.


Sementara sosok makhluk buruk rupa itu sedang membuat sebuah ramuan untuk dipermanfaatkan ke tubuh Nawal.


"Sebentar lagi ramuan ku yang sudah jadi ini akan aku salurkan ke tubuh gadis itu! dan seutuhnya dia akan berubah jadi gadis iblis! ahahaha!" tertawa sosok makhkuk itu.

__ADS_1


Sementara di sisi lain, keempat geng tersebut sedang nongki-nongki di Loby, di antara berempat itu, salah satu nya tampak menanyakan sesuatu.


"Eh, Meh? Gimana dengan makhluk halus itu? Kita salah lihat kan wujud rupa dia itu kemarin??" ucap Alia.


"Udah gapapa paling dia ngilang gitu aja, udah lupakan aja itu!" ujar Imeh dengan santai nya.


"Tapi, gimana dengan si Nawal² itu? Kan dia terlibat juga dengan makhluk halus itu, takutnya ntar kena pula satu kampus ini, hih ngeri!" timpal Yuni.


"Hais lu pada! ga usah pikiran ama hantu begituan! paling dia cuman kesurupan doang!" ucap Imeh.


Dan mereka pun tak membahas soal itu lagi lalu kembali ke topik lain.


Saka buru-buru ke parkiran yang telah di janjikan untuk menyusul keberadaan Abang nya itu, ia pun tak sabar ingin menghabisi si pelaku itu. Saking buru-buru nya, Saka pun tak sadar bahwa di belakang nya sedang berlarian dan berteriak memanggil namanya.


"Woi Saka! Tunggu! Woii! Ah elah tu anak pakak bana(Pekak kali)" ucap Alan tengah berngos-ngosan.


"Tau ih, udah rela kita nungguin dia kelas siang eh malah ga di anggap kita, tau gini mending gue bisa turu di rumah!" ujar Dimas sedikit membungkuk badannya ke tumpu lutut karna letih.


"Hadehh, dasar. udah kita balik aja dah!" ujar Alan.


Dengan cukup memakan waktu berhari-hari, kini seorang Andre dari korban prank'an itu telah berhasil melacak salah satu pelaku itu di lokasi yang dia tempati sekarang, agar dia tak terlalu mengenal wajah nya, Andre pun memakai masker menutupi wajah nya itu supaya Pria itu tidak terlalu cemas dan mencoba kabur dari nya.


"Maaf, Anda siapa ya? Dan ada niat apa mau datang ke rumah saya sampai datang jauh-jauh ke sini? Dan darimana Anda tau rumah saya di sini?" tanya seseorang itu penuh dengan tanda tanya, sementara pria itu alias Andre tampak geram karna pertanyaan nya bejibun-jibun.


"Bisa satu-satu dulu ga? saya bingung mau jawab apa dulu!" ucapnya sedikit kesal.


"Eh, heheh... maaf-maaf, ada kedatangan apa anda datang kesini?"


"Begini, apa benar anda Bagas?" tanya Andre, to the point.


"Ya, betul saya Bagas yang tertamvan di satu desa ini dan banyak para wanita-wanita sini ngejar-ngejar saya" ngawur Bagus sedikit cengir.


Namun laki-laki itu pun memutarkan bola mata nya dengan tatapan malas.


"SAYA SERIUS!"


Dan kini ia bertegas langsung agar pria itu tidak bercanda lagi.

__ADS_1


"Eh, iya-ya jangan galak amat pak, ntar cepat tua loh"


"Udah saya ga ada waktu buat candaan anda itu! Sekarang anda bisa pergi bersama saya?"


"Waduh, ini teh mau bawa saya kemana? Baru kenal kok ngajak saya jalan-jalan?"


"Ga usah banyak tanya, Saya ingin mengajak anda pergi bersama saya, sekarang juga!"


Mendengar perdebatan yang cukup panjang kali lebar, Siti sedang bermain hp di kamar nya merasa risih dan penasaran siapa seseorang itu yang sedang berbincang dengan Abang nya.


"Kak Bagas bicara sama siapa ya? Kok jadi ribut gitu? Apa gue susul aja kali ya?" ucap Siti.


Sementara di tengah perbincangan antara dua individu, Saka akhirnya menyusul sesuai dengan lokasi yang di kirim oleh Andre.


Mendengar suara motor datang, Andre serta Bagas sontak menoleh ke arah belakang, dengan raut wajah Andre tersenyum ia pun lega akhirnya adiknya pun nyusul juga.


"Hadeh syukur dah! lu akhirnya datang juga, ga sabar gue bawa ni bangsat ke penjara." batin Andre sambil tersenyum miring.


Bagas tampak tak mengerti mengapa ada seseorang tak di kenal datang lagi namun ia merasa kini ada yang tak beres.


"Waduh, itu siapa lagi ya? Ah perasaan gue jadi ga enak nih." batin Bagas dan mulai gelisah.


"Oh jadi itu si pelaku udah berani prank sama Abang gue? Awas aja, siap-siap lu masuk ke rumah sakit juga apa yang Abang gue alami waktu itu." batin Saka.


"Wih! udah nyampe juga lu! Ga ada sesat kan tadi pas gue Sherlock?" tanya Andre dengan basa-basi.


"Ya gak dong masalah Sherlock mah enteng apalagi ni orang" ucap Saka lalu mengalihkan pandangan ke Bagas, sontak Bagas kaget dan tambah gelisah apa yang di maksud perkataan Saka itu.


"Eh... Maaf, lu ini siapa ya? Dan kalian ada tujuan apa sih datang ke rumah gue?" tanya Bagas berusaha untuk menenangkan dirinya.


Andre serta Saka saling menatap dengan memberi kode, namun Saka menatap Bagas penuh amarah dan kebencian, tangan nya mengepal kuat tampak ia sudah bersiap untuk membogem pipi si Bagas.


Namun Andre tahu hal itu, ia pun menahan pergelangan tangan adiknya itu dan berbisik ke dekat telinga nya.


"Tahan dulu, Sak! kita jangan gegabah dulu sebelum bertindak!" ujar Andre pelan.


Saka pun menoleh ke abangnya itu dengan masih tatapan amarah nya.

__ADS_1


__ADS_2