CEO KU SOMPLAK

CEO KU SOMPLAK
~ Eps 60


__ADS_3



Di pagi hari, Gibran beserta Afgan sang ayahnya telah sampai di perusahaan Stars miliknya, tampak di raut wajah Afgan tak sabar ingin menemui sosok klien dari rekan kerja anak nya yang sampai saat kini masih belum jelas keterangan mengenai pengiriman barang di tangan Gibran.


Para karyawan yang sudah datang itu sangat respect melihat kedatangan kembali oleh bos besar nya di Perusahaan nya.


"Pah, papa yakin mau datangin ke perusahaan nya?" ucap Gibran, kini mereka telah berada di ruangan pribadi Gibran saat ini.


"Kenapa enggak? papah tak ingin jika ada terjadi suatu hal di balik perusahaan kita, jadi setelah urusan mu kelar hari ini kita langsung ke tempat perusahaan yang di cantumkan tanda pernyataan nya kemarin"


Gibran hanya terdiam saja dan mengikuti saran dari papa nya itu.


Seorang senior HRD tak lain ialah Noval ia datang ke ruangan pribadi Gibran. lalu tak cukup kaget melihat bos besar nya telah berada di kantor nya, Noval pun memberi hormat serta salam dengan bos besar nya itu.


"Eh, pak Afgan lama tidak bertemu di sini, salam pak"


"Ya salam, bagaimana kinerja karyawan disini Noval?"


"Tenang saja pak, aman dan terkendali, tidak ada masalah selama ini"


Afgan hanya manggut-manggut saja sembari mengecek isi map-map itu yang ada di meja.


...


Pasien bernama Tiara itu sudah bangun tepat jam 7 pagi, hal itu sudah di temani oleh sosok ibu seorang di samping nya.


"Alhamdulillah, akhirnya kamu sudah bangun ini mamah sudah kamu bubur sumsum, di makan dulu ya sayang"


Wanita bernama Tiara itu alias bukan dirinya, hanya manggut-manggut saja dan memakan oleh pemberian ibu itu dengan nya. Di sela makan, Binta masih penasaran dengan kondisi anaknya untuk itu beliau berusaha semaksimal mungkin untuk mengingat ingatan nya kembali.


"Tiara sayang, kamu masih belum ingat mamah ya?" tanya Binta menatap tulus ke arah anaknya.


"Eee belum mah, maaf yah, aku benar-benar gak ingat apapun memori di isi kepala ku" ucap Tiara merasa sedih.


"Ya sudah kamu jangan sedih gitu, mamah cuman nanya aja, mama akan tetap menunggu kamu sampai kamu pulih dengan ingatan kamu ya sayang"


Tiara hanya berbalas senyuman saja lalu melanjutkan makanan bubur itu suap demi suap di mulut.

__ADS_1


"Heran, mengapa aku bisa kejebak di tubuh orang lain, dan kabar tubuh aku sekarang dimana ya?" batin Tiara.


Di saat Tiara dan juga Binta tengah asik makan sarapan, seroang suster pun tiba-tiba masuk ke ruangan nya dan tampaknya ingin mengecek kondisi pasien nya hari ini.


...


Sasya baru saja di antar oleh kekasih nya yakni Khoi, memang sampai saat ini pria asal Vietnam itu masih bekerjasama dengan perusahaan Stars akan tetapi untuk jadwal bulan ini tidak ada pemberitahuan untuk melaksanakan meeting di tempat itu.


"Sayang, kamu masih bekerjasama gak sih di kantor aku? kok udah jarang banget datang ke sana?" ucap Sasya heran, sebelum hendak keluar dari mobil itu.


"Hahaha, kamu ini gimana sih? kan tidak harus tiap hari ke sini, kalau sudah ada persetujuan kontrak ya otomatis perusahaan ku di sana sudah berjalan aktif dengan perusahaan ini"


Sasya pun hanya berbalas dengan berbentuk huruf O di mulut. melihat itu Khoi rasanya ingin mencium nya namun ia sadar bahwa dirinya masih sebatas pacaran.


Sasya menyadari dari tatapan kekasihnya sedikit lain di pandangan nya, ia pun membuyarkan cepat di lamunan nya.


"Eh, Beb, kamu kenapa tatap aku begitu sih? ada yang aneh ya sama wajah aku?" heran Sasya sembari meraba pipinya yang tembem itu.


"Ah, Nggak kok! kamu itu cantik banget jadi aku gak bisa berpaling dari kamu" ucap Khoi tersenyum goda.


Tentu saja Sasya memerah merona di pipi lesung nya itu, sehingga Khoi tak tahan untuk mencubit pipi kekasihnya.


"Hahahaha, udah-udah jangan ngambek dong, enggak lagi kok! ya sudah kalau gitu aku pergi ya sayang, kamu duluan gih masuk!" ucap Khoi.


Ya Sasya pun segera keluar dari mobil dan tak lupa melambaikan tangan nya dari luar jendela mobil yang masih terbuka lebar sehingga ia masih terlihat Khoi memandang ke arah nya di setir mobil.


...


Di tengah perjalanan, momen yang tak ingin terjadi saat ini, ya kemacetan di jalan raya sudah mulai terjebak, sehingga mau tak mau harus bersabar untuk menunggu sampai kemacetan itu hingga merenggang perlahan.


"Duh, gimana ini ya pake motor ga bisa selip ke sana" gemerutu nya.


Namun di saat ingin menyelip di arah lawanan, tiba-tiba mobil dari belakang nya menyorot cepat sehingga muncul kah suara klakson keras.


TTTIIIITTTT....


Ya tentu saja wanita itu cukup kaget dan menoleh ke arah belakang


Pria yang menyetir di dalamnya dan spontan membuka kaca jendela nya lebar.

__ADS_1


"Woi, jangan motong! minggir-minggir"


"Haiss, yang motong duluan sapa coba, ngeselin banget mentang-mentang bawa mobil" gemerutu nya sendiri.


Ya wanita itu tak lain ialah Sahira, sementara laki-laki itu tampak diri nya tak asing melihat merk mobil itu dan juga orang di dalam nya.


"Eh, itu kan pak Saputra..." batin Sahira terperangah.


Namun Saputra masih tak menyadari wanita itu di samping nya karna sosok wanita itu memakai helm, lalu ia pun tetap fokus ke depan untuk mengalihkan jalan yang sedikit merenggang.


"Hati-hati pak! nanti ditikung lawan lho!" teriak Sahira sedikit tersenyum tipis menatap pria itu di samping nya.


Sontak Saputra sedikit heran seperti ada suara teriak di samping nya, ya tentu saja ia terkaget melihat wanita itu berada di sampingnya.


"Hah, elu?"


"Wlee! awas fokus ke depan tuh!" lalu Sahira denga cepat mengambil jalan motong itu.


"Hais! ngeselin banget tu orang"


Sudah memasuki jam 8 pas, Noval menunggui kedatangan seseorang yakni Sahira yang sampai saat ini masih datang di kantor itu.


"Tumben dah si Sahira telat, mana ada bos besar lagi datang kalau lihat dia telat begini, Duhh... di cap buruk sama pak Afgan" gumam Noval sembari menunggu di dekat loket itu.


Seorang administrasi di dekatnya cukup merasa heran mengapa pak HRD nya tampak aneh menunggu di situ.


"Eh pak, nunggu siapa? ada klien baru kita datang ke sini?"


Noval sedikit kaget ketika petugas itu menyebut dirinya lalu ia pun menoleh ke arahnya.


"Ah, ini si Sahira kok tumben telat? ada info dari dia gak di email nya?"


"Ah bentar pak, saya cek dulu"


Setelah di check dengan seksama, namun nihil pesan masuk apapun di layar monitor nya.


"Tidak ada pak"


"Haiss, Apa dia kejebak macet?" gumamnya.

__ADS_1


__ADS_2