
(Siuman?)
•
•
•
Nur tampak bahagia semenjak ia telah pindah di kota Surabaya, dan lagi ia sudah dapat pekerjaan dari susah payah mencari pekerjaan ke seluruh daerah tersebut.
"Alhamdulillah... Akhirnya aku dapat kerja juga di sini, makasih ya Van lu udah bantu nyari pekerjaan buat gue!" ucap Nur sumringah.
"Iya sama-sama, aku sebagai Abang sepupu kamu berhak saling tolong menolong" ucap Avan.
Nur pun tersenyum, lalu ia seketika teringat dengan sahabat nya di Jakarta.
"Gimana ya kabar Sahira di sana? Udah lama juga aku gak kasih kabaran lagi sama dia, sampai lupa gue sama lu, Sah." gumam Nur melamun.
Sudah cukup hening di antara mereka, Avan pun memutuskan untuk balik dari tempat itu.
"Ee ya sudah, kita pulang yuk! keburu lapar siang nih" ujar Avan.
Nur pun membuyarkan lamunan nya lalu mengiyakan nya.
•••
Sahira tengah asik mengepel di ruangan lantai atas, baru kali ini ia di perintahkan bekerja di bagian lantai atas.
"Hufft semoga aja gak ada kemalangan" gumam Sahira.
Namun di saat Sahira menuangkan air pel di lantai, tiba-tiba seorang pria tak melihat ke arah depan ia tengah asik melihat ke layar hp nya, tampak ia sibuk sekali.
Bugrhh...
Ya satu ember cukup besar tumpah ulah si pria itu, Sahira pun sontak kaget dan segera menegakkan embernya seperti semula.
"Waduh... tumpah." ucap Sahira pelan.
Pria itu pun juga kaget ia tak sengaja menabrak sebuah ember di kaki nya.
"Ah maaf-maaf, saya benar-benar gak lihat, sorry ya!" ucap Pria itu, refleks ia segera membungkuk membantu pekerjaan wanita itu di hadapannya.
"Eh, iya pak, gapapa." ucap Sahira padahal di dalam hati nya cukup kesal.
"Ish, udah tau orang lagi ngepel masa' dia gak lihat-lihat sih?" Batin nya mendengus kesal.
Pria itu sepertinya paham, bahwa wanita ini masih kelihatan kesal karna ulah nya.
"Emm, oke. kamu gak usah lanjut dulu biar saya perintahkan yang lain untuk membereskan ini semua" ucap nya.
__ADS_1
"Eh... ya sudah." ucap Sahira.
Tak lama ada orang lewat, si pria itu pun memanggil nya.
"Eh, mbak? Boleh ke sini dulu?" sapa pria itu.
"Iya pak? Ada apa ya?" ucap wanita itu.
"Ini tolong kamu bereskan air tergelinang ini ya! dan suruh yang lain juga biar cepat selesai" ucap nya.
"Oh baik pak, saya segera!" ucap wanita itu dengan hormat.
Sementara Sahira terdiam dan masih merasa kurang senang dengan pria itu.
Dan pria itu pun kini mengalihkan pandangannya ke arah Sahira.
"Boleh saya minta waktu sama kamu?" ucap nya.
Sahira hanya mengiyakan saja tanpa berbicara.
•••
Bagas kini sudah bersiap-siap mau pergi lagi, ia sudah berjanji kepada kekasih nya itu untuk membawakan mobil nya ke tempat bengkel, karna mobil nya masih ada di tempat kost Gita agar adik nya Bagas tidak makin curiga pada nya.
Siti baru saja ingin ke dapur ia menoleh ke Abang nya baru saja keluar dari kamarnya.
"Gua ada urusan lain, jadi lu jaga ya rumah ni baik-baik!" ucap Bagas merapikan jaket di tubuh nya.
Siti pun tak ingin banyak tanya lagi, ia sudah malas lagi menanyakan tak kunjung memberi jawaban yang pas.
Sesampainya di Kost Gita, Bagas tak sabar ingin ketemu kekasih nya lagi walau tadi pagi sudah melakukan hal yang tak pantas sebelum sah.
Kebetulan pintu kost Gita sedang terbuka sedikit, ia sedang makan siang sambil menonton tv dengan berpakaian minim.
Bagas yang biasanya datang ke kost Gita tanpa di tutup pintu ia terlebih dahulu masuk begitu saja.
"Siang, baby!" ucap nya di telinga Gita.
Gita pun sontak kaget dan hampir saja tangan nya melayang ke pukulan itu untung saja Bagas bisa menahan nya.
"Astaga sayang! kamu datang gitu aja, gak ketuk dulu apa? aku belum ada persiapan ni!" ucap Gita.
"Hahaha, gapapa baby, malah bagus kamu sedang begini, apalagi..." gantung Bagas sambil melirik ke arah tubuh Gita yang menggoda.
Sontak Gita membelalakkan matanya dan ingin rasanya menggeplak ke sang kekasih nya namun ia mengurungkan niat nya.
"Heh! Kamu jangan ngada-ngada ya! mentang-mentang udah PW ke aku jangan seenaknya!" tegas Gita, namun di mata Bagas terlihat gemes.
"Udah jangan marah-marah dong ntar senyuman kamu lari ke orang lain gimana?" ucap Bagas menggoda nya.
__ADS_1
"Awas aja! Bakal aku geprek kamu! Udah aku masih makan nih jangan aku dulu!" ucap Gita.
"Iya ya, makan gih!" ucap Bagas, walau ia sekali-kali mencuri pandangan nya salah satu tubuh Gita yang menonjol.
•••
Siang hari, jam 13:00 wib.
Saka, Alan & Dimas sudah berjanji sebelumnya di tempat biasa mereka nongkrong, kali ini mereka bertiga serius agar rencananya mereka kali ini berhasil.
"Oke, sekarang kita langsung gas!" ucap Saka.
Alan & Dimas pun mengangguk, mereka tampak serius dan sebelum itu mereka tak lupa menggunakan yel-yel serta doa agar Abang nya Saka berhasil di temukan.
"Oke, let's go!" sontak mereka bertiga dengan menyatukan satu tangan mereka masing-masing.
Sementara di Rumah sakit Handayani, di ruangan VIP tampak si pria tertusuk kemarin itu sudah di pindahkan dari ruangan ICU, seperti nya ia sudah ada perkembangan nya.
Beberapa detik kemudian, pria itu perlahan membuka matanya dan menggerakkan tangan serta kaki nya.
Ia melihat rada-rada blur secara perlahan dan akhirnya bisa terlihat dengan jelas.
"Dimana aku? Siapa yang udah bawa aku ke ruangan ini?" batin nya, ia berusaha menggerakkan tangan nya tetapi terasa sulit baginya.
"Alhamdulillah, seperti nya aku masih kesempatan untuk hidup lagi. Terimakasih Tuhan... engkau telah kirimkan manusia berhati mulia yang sudah mau menolong ku, aku ingin sekali berterimakasih kepadanya, tapi kira-kira siapa yang rela menolong aku sampai di sini?" gumam nya, ia tampak senang di raut wajahnya dan merasa bersyukur kini masih diberikan kesempatan lagi dan telah siuman sekarang.
Sementara Salma alias seorang perawat, ia sedang sibuk menangani pasien lain, ia pun teringat dengan pasien kemarin.
"Dia gimana ya keadaan sekarang? Apa aku perlu cek dia lagi di ruangan nya?" gumam nya.
Setelah ia telah selesai menangani pasien di ruangan itu, ia pun segera keluar dan menuju ke ruangan VIP tersebut.
•••
Sahira & seorang pria itu sudah duduk di kursi besi panjang dekat loket.
"Ada apa?" tanya Sahira datar.
"Em, sebelumnya aku minta maaf udah buat kamu kesal tadi, jujur aku benar-benar gak sengaja karna aku terlalu fokus menonton video yang dikirimkan proyek itu tadi, jadi aku benar-benar minta maaf sama kamu!" ucap nya.
"Ya gapapa pak, mungkin saya berlebihan gak seharusnya saya bersifat gitu ke bapak" ucap Sahira.
"Em, karna ini udah jam siang, kamu mau gak makan bersama saya?" ucap nya.
"Eh, gak usah pak saya bisa makan sama teman-teman saya di lantai bawah" tolak Sahira.
"Udah gapapa, sekalian juga tadi sebagai permintaan maaf saya ke kamu" ucap nya.
Sahira pun terdiam, ia akhirnya setuju-setuju saja.
__ADS_1