
(Ganti nomor plat mobil )
•
•
•
Saka tengah asik merundingi kesedihan di pantai itu, ia masih melamun hingga sore telah tiba.
"Ah! gua kenapa jadi selarut ini sih? Seharusnya gua tetap lanjut cari bang Andre" gumam nya, lalu ia pun segera bangkit dan segera pergi dari sana.
Sebelum Saka menggaskan milik motor nya, ia merabah saku celananya seperti ingin mengecek info di hp nya itu, namun di saat menghidupkan hp nya malah tak kunjung hidup.
"Ckh elah! ternyata hp gua mati, pantesan kaga ada bunyi hp daritadi" gumam nya, ia pun sedikit kesal tetapi saka pun tetap lanjut dan menggaskan motor nya ke segala tujuan.
•••
Dimas telah sampai di rumah Sakit Handayani bersama Nafisah yang telah menemukan informasi tentang Abang Saka yang hilang itu.
"Tunggu sebentar ya Dimas, aku telpon kakak aku dulu" ucap Nafisah.
"Oh oke" ucap Dimas, lalu celingak-celinguk di dalam rumah sakit itu.
Tak lama kemudian, Salma datang alias sang perawat menghampiri mereka berdua.
"Iya dek, ada apa manggil kakak?" lalu Salma melirik ke arah ke samping Nafisah. "Eh terus di samping kamu siapa?" tanya nya.
"Ee iya kak, kenalin ini Dimas temannya adik Abang pasien pas kita nyelamatin pria itu di jalanan" jelas Nafisah.
Salma sedikit lega akhirnya berhasil juga salah orang terdekat pasien itu telah mengetahui keberadaan nya.
Dimas pun hanya mengangguk dan tampak berekspresi datar. Namun Salma mempersilakan Dimas untuk mengetahui kamar VIP pasien tersebut.
••••
Saputra tampak bosan di rumah, untuk sementara ini ia memberi waktu nganggur selama 1 Minggu. karna ia tak ada waktu kesibukan lagi, ia pun berduduk santai di atas balkon.
"Hadeh! Gua kenapa jadi kangen Sita ya, rasanya gua masih ga rela aja Sita itu jadi mantan gua" gumam Saputra tampak ia sedang menggalau di saat memandang langit sore itu dengan estetik.
Sembari menyeruputi segelas teh dan memakan biskuit di sore hari ini, Saputra menikmati cemilan nya ia mendengar langkahan kaki itu dari belakang sontak ia menoleh ke belakang terlihat ialah sosok Sandy, Kakak kandung nya menghampiri balkon di kamar Saputra.
__ADS_1
"Ngapain sih dia ke sini" menggerutu nya.
Sandy hanya diam saja tidak menyapa adik nya, ia juga samaan dengan Saputra seperti menikmati sunset di sore hari itu.
"Heh! Lu ngapain di sini? Yang ada merusak pandangan mata gua!" kesal Saputra.
Kakak kandung nya itu tak menggubris perkataan adiknya ia malah lebih menikmati pemandangan di langit biru Oren menyelimuti wajah sinar nya itu dengan menyunggingkan senyuman di wajah nya.
Saputra yang memerhatikan itu sedikit geram tetapi ia memilih diam saja daripada nanti hanya jadi kacang atau berakhir keberanteman. sambil memakan cemilan nya dan tak menghirau lagi abang nya itu ada di sana.
Di sisi lain, Sahira baru saja balik ke rumah di antar pakai mobil dari lepas kantor, tampak mobil itu familiar.
"Makasih." ucap Sahira singkat.
Pria itu hanya tersenyum dan manggut-manggut saja, lalu Sahira pun segera masuk ke rumah nya.
"Sahira!" panggil nya.
Sahira terhenti langkah lalu menoleh ke belakang.
"Ada apa, pak?" tanya nya.
"Gue Noval!" jawab nya.
Sahira hanya bisa terperangah, karna ia menjawab to the point tak sesuai waktu nya.
"Aneh, udah mau balik baru di jawab sekarang" menggerutu nya, namun Noval cuman membalas senyuman nya saja lalu segera masuk ke dalam mobil, begitupun Sahira ia tak ingin ambil pusing melihat ketingkahan HRD nya itu, ia pun segera masuk ke dalam rumah.
tanpa di sadari tetangga-tetangga dekat rumah nya pun mengintip anak Bu Rena pulang bersama seorang pria.
"Wah, gak nyangka si Sahira udah dapat cowok ya sekarang!" ucap ibu itu.
"Iya baru kali ini saya lihat dia barengan sama cowok, apa bener dia pacar nya ya?" ucap ibu satu nya lagi.
"Bisa jadi si buk, lihat saja dia di anter pakai mobil mewah lagi! mana tadi laki-laki nya cakep bener" ucap nya.
Ya begitu lah gosip ibu-ibu ketika membicarakan tetangga sebelah itu.
Di saat perjalanan, Noval masih terngiang-ngiang menikmati momen bersama wanita pertama ia temui nya seperti wanita itu tampak berbeda dari wanita lainnya.
"Gue kenapa ya senyum-senyum lihat wajah nya padahal dia biasa aja sih, ah intinya dia berbeda sama cewek lainnya, ini sih tipe yang gua suka." gumam nya, sambil tersenyum tak karuan.
__ADS_1
•
•
•
Sasya berhenti sebentar dan menepi motor nya untuk membeli 'bakso kuah' di tepi jalan, Ya karna sudah lama sekali Sasya sudah tidak makan bakso kuah itu sejak semasa SMA nya.
"Duhh.. udah lama banget ya gak makan bakso kuah" ucap Sasya.
Ia pun segera memesan 10rb 1 bungkus di tambah complic, setelah sudah memesan nya ia pun tak sabar memakan nya di jok motornya, namun kang bakso itu pun menegurnya.
"Ee mbak, mbak langsung makan ya?" tanya nya.
"Ee... iya kang, udah gak tahan aroma bumbu bakso nya ya udah saya makan langsung aja!" ucap Sasya tersenyum menampakkan gigi nya.
"Wah, kalau begitu kenapa gak sekalian makan di sini atuh neng! daripada di situ ribeh atuh makan nya apalagi pakai bungkusan, mending di sini aja teh lebih leluasa makan nya. ya walau gak ada sedian meja di sini, hihi" celoteh akang bakso itu.
"Eh ya juga ya, ah! aku ga kepikiran begitu. ya sudah deh, kang! pindahin bungkusan nya ya ke piring!" ucap Sasya lalu beranjak ke tempat sebuah kursi tanpa meja yang telah sediakan di sana.
Di sisi lain, Alan menyusul ke rumah sakit Handayani yang telah diberitahu sebelum Dimas sampai di rumah sakit, kini Alan menunggu di parkiran meminta Dimas yang menjemput nya di sana. Tak lama menunggu, akhir nya Dimas sudah ketemu Alan di tempat parkiran itu.
"Syukur deh bro! Lu dah nyusul, tapi si Saka kemana ya? Kok tadi gua nelpon dia gak aktif-aktif?" tanya Dimas.
"Itu dia bree, gua tadi juga coba telpon dia eh malah nomer nya gak aktif, hadoy tambah masalah lagi"
"Ya sudah, yang penting kita dah nemuin abang nya di sini, kuy kita jenguk sama-sama!" ujar Dimas, Alan pun segera turun dari jok motor dan segera masuk ke dalam rumah sakit menuju ke ruangan VIP Andre.
Sementara di tempat bengkel, Bagas & Gita tersenyum senang karna nomer plat mobil itu akhirnya sudah bisa di ganti juga.
"Git! jadi kita gak usah kuartir lagi ama korban kemaren itu!" ucap Bagas sambil memeluk Gita tampak sedikit modus.
"Iya, aku gak sabar jalan-jalan pakai mobil itu berduaan sama kamu!" sumringah Gita.
Bagas mendengar itu sangat senang apalagi ia juga sudah merasakan kenikmatan di tubuh Gita itu 2 kali.
"Ya dong, apalagi nikmat tubuh kamu itu baby" ucap pelan Bagas sembari mendekati mulutnya ke telinga Gita.
Lagi-lagi Gita terasa geli dan segera jauh dari wajah kekasih nya itu.
"Heh! Jangan modus kamu ya" ucap Gita sedikit memerah, Bagas melihat makin gemes dan mencubit pipi Gita sedikit kesakitan.
__ADS_1
"Bagas!" panggil seseorang.
Bagas tengah asik mesraan dengan kekasih nya, sontak ia kaget dan menoleh ke sumber suara itu.