CEO KU SOMPLAK

CEO KU SOMPLAK
~ Eps 27


__ADS_3

(Digantikan)





Sudah menunjukkan pukul 10:40 wib, jadwal meeting yang akan di mulai jam 10:00 wib. Sudah cukup lama Saputra dan Sasya alias asisten nya itu menunggu di ruangan meeting tersebut.


"Wadohh, ini dah hampir 1 jam kok klien itu belum datang? Emang benar kan jadwal hari ini tidak salah, Sya?" ucap Saputra tampak keluh.


"Iya pak, ini benar kok jadwal nya jam segini. saya sudah perhatikan baik-baik, mungkin saja klien nya terjebak macet pak." ucap Sasya.


"Hufft, kalau sampai jam 11 pas belum datang juga saya batalkan investasi dia ke perusahaan ini." ucap Saputra, bukan maen.


Sasya sedikit kaget dan berusaha menenangkan CEO nya itu.


"Sabar pak, mending bapak minum kopi dulu biar relax" tawar Sasya. Akhirnya Saputra menuruti nya lalu mengambil segelas kopi dan menyeruputi sambil sesekali ia mengombalin dengan asisten nya itu.


•••


Zaenal sudah pulang ke rumah dan tampak kewalahan, ia bingung mau cari Andre kemana lagi.


Sementara Tantri, sang istri nya sedang menyiram bunga dan melihat sang suami nya akhirnya pulang juga.


"Eh mas, gimana? Udah dapat kabar dari Andre??" tanya Tantri.


Zaenal berjalan perlahan menuju ke sofa teras itu lalu duduk lemas sambil mengusap wajah nya itu dengan kasar.


"Belum sayang, aku gak tau cari Andre kemana lagi, sebenarnya kemarin dia tu kemana seh sampai sekarang belum pulang-pulang??" ucap Zaenal sambil bertanya-tanya pada diri nya sendiri.


Tantri baru selesai menyiram bunga dan mematikan kran nya lalu menghampiri suami nya itu dan menenangkan Zaenal agar tidak terlalu pusing.


"Ya sudah mas, kita minta tolong sama Saka aja, kebetulan dia lagi nyantai di kamar," saran Tantri sambil memijit pundak suaminya.




Sementara di rumah sederhana tetapi unik, Si pria tertusuk di jalan yang di bantu oleh Nafisah dan kakaknya tadi telah di bawakan ke rumah Salma alias kakak nya Nafisah.


Pria itu sedang terbaring di kamar tertentu habis di obati oleh Salma seorang perawat.


"Semoga kamu cepat sadar ya, kasihan mana dia ganteng lagi, eh apasih Sal? Orang yang gak kenal malah Mandang fisik duluan" ucap nya sambil memukul mulut nya pelan.


Lalu perempuan itu segera pergi dan meninggalkan pria itu di sana.


•••

__ADS_1


Dringg.. dringg...


Bunyi telepon genggam di sudut sana, Sasya mendengar nya segera mengangkat telpon genggam tersebut, sementara Saputra tetap stay di kursi nya sambil mengangkat kakinya di atas paha.


"Ya... Halo?" ucap Sasya setelah mengangkat telpon.


"Halo! maaf buk, saya Zaenal, Ayah dari Andre CEO perusahaan Paroids, benar-benar minta maaf soal jadwal meeting hari ini Karna anak saya masih belum ada kabar dari kemarin,"


Sasya bingung mau respon gimana lalu ia pun menoleh ke arah Saputra menanyakan langsung.


"Eee, jadi gimana ya pak? Apa rencana meeting hari ini di tunda dulu atau di batalin?" tanya Sasya sedikit jauh dari telepon genggam tersebut agar orang yang di telpon tidak terdengar dengan jelas.


"Batalin!" ucap pria tua sedikit beruban, beliau baru saja masuk dan mendengar setengah percakapan Sasya asisten anak nya itu.


Sontak Sasya kaget dan menoleh sumber suara itu.


"Papa?" ucap Saputra pelan, menoleh ke arah belakang.


"Sejak kapan papa datang ke sini?" sambungnya.


"Barusan!, Oh ya jadi klien itu belum ada kepastian hari ini!?" tegas Afgan.


"Belum Pa, kami sudah menunggu hampir 1 jam dan baru saja Ayah nya telpon bahwa hari ini beliau meminta tunda" ucap Saputra jelas.


"Klien tak tau aturan, kalau begini jangan ada lagi terulang lagi! Beri peringatan kepada klien-klien waktu lain agar bisa tepat waktu dan disiplin!" tegas Afgan.


"Pa, sabar pa, mungkin benar kemungkinan ada kemalangan salah satu keluarga nya," ujar Saputra.


Saputra & Sasya hanya bisa terdiam dan tak ingin berkutik atas perkataan atasan sang CEO senior itu yang pemilik perusahaan sesungguhnya.


Sementara itu...


Zaenal tampak kecewa dan tercampur sedih.


"Hufft, kenapa dengan nasib keluarga kita ini? Sekarang perusahaan bantuan dana itu sudah membatal secara fatal dan gak bisa lagi berurusan di sana." gumamnya.


Lalu sang putra anak bungsu nya muncul dan menghampiri mereka.


"Mah? Pah? Ada apa?" tanya nya.


"Papa kamu belum ketemu Abang mu sampai sekarang, tolong kamu cari Abang kamu sekarang! seperti nya dia terjadi sesuatu," perintah Tantri.


"Baik mah, aku akan cari dia!" ucap Saka.


•••


Seorang gadis berusia 15 tahun ia baru saja bangun kesiangan hingga jam Beker di samping nya tak mempan di telinga nya, untung saja hari ini hari Minggu.


"Astaga, gue telat bangun lagi, hadeh" gumam nya.

__ADS_1


Namun ia segera keluar dari kamar nya dan menuju ke ruangan tengah, tampak ia melihat sang Kakak nya serta pacarnya itu bersenang ria memegang uang banyak sebesar koper itu , gadis itu terlihat heran dan segera menghampiri mereka berdua.


"Loh? Kakak, itu dapat uang sebanyak itu darimana??" tanya nya.


"Eh, Sit sini lu! gua bagi-bagi uang nih mumpung gua lagi baek!" ucap nya menyuruh adik nya ke sana.


Ya gadis itu bernama Siti Adelia memiliki Kakak tunggal itu bernama Bagas Arwana.


Siti pun hanya menurut saja dan kini telah duduk di samping kakaknya itu.


"Kak, jawab jujur ini dapat uang darimana??" tanya Siti sekali lagi.


"Hadehh... lu bisa ga sih gak usah banyak tanya! mau uang kagak lu!??" ucap Bagas, Abang nya.


"Nih, daripada lu banyak tanya mending terima aja uang dari gua dan bisa beli baju, sepatu, skin care dah cukup itu!" sambung nya lagi memberi uang cukup banyak di tangan Siti.


Siti seperti nya tidak senang apa yang di beri uang dari sang kakak nya yang masih kurang jelas dapat darimana, ia pun dengan cepat meletakkan uang itu ke meja.


"Gak, gue gak mau nerima uang ini yang belum pasti dapat darimana!"


"Oh gitu! Ya udah ga usah rengek-rengek minta apapun dari gua!"


"Gue heran sama lu bang, tinggal jawab aja dapat uang ini darimana, kok lu gak mau jawab sih??"


"abis ngerampas" ucap Gita, pacar kakaknya


"Hah?" Siti kaget.





Sementara di perusahaan Stars, Afgan meminta waktu sebentar untuk mengobrol penting bersama anak nya itu, lalu Saputra mempersilahkan Sasya asisten nya itu sudah boleh keluar alias waktu beristirahat.


"Ee Sya, kalau gitu kamu udah boleh keluar," ucap Saputra.


"Baik lah pak, kalau begitu saya permisi dulu," ucap Sasya lalu sedikit membungkuk.


Lalu Saputra mengalihkan pandangan nya ke sang papa nya itu, dan mempersilahkan untuk duduk.


"Ada apa pa?" tanya Saputra.


"Jadi begini, Kakak kamu yang di Perancis itu akan segera balik ke sini, jadi karna dia sudah banyak berpengalaman. untuk sementara ini papa serahkan perusahaan ini kepada dia." ucap Afgan.


Saputra pun sedikit kaget, ia tahu apa maksud papa nya itu.


"Jadi, aku diturunkan jadi CEO di sini pa?" tanya Saputra.

__ADS_1


"Ya betul sekali, tapi kamu tenang saja setelah ini, papa akan bantu kamu ke perusahaan satu nya lagi, kebetulan papa ada bisnis Caffe kecil tapi unik" saran Afgan.


Saputra terdiam, ia pun memikirkan apa yang beri saran dari papa nya.


__ADS_2