CEO KU SOMPLAK

CEO KU SOMPLAK
~ Eps 54


__ADS_3

Andre, Alan, Saka, Keira serta Intan kini mereka tengah asik menyelidiki kasus hilang nya Nawal cukup lamanya tidak ada kabar hingga saat ini.


Mereka mendatangi ke sebuah kampus nya di tengah malam seperti ini, walaupun pagar tersebut terkunci namun mereka mengendap-endap memanjat di pagar belakang.


"Duhh... Kei ini serem banget tau! masa iya kita selidiki malam-malam di kampus ini sih?" seru Intan sesekali celingak-celinguk di sekitar yang cukup gelap.


"Udah tenang aja, kan ada cowok-cowok disini bukan kita aja, masa iya lu dah gede masih takut sih?" ucap Keira pelan.


"Ya tetap aja gue masih penakut orangnya, terus misi selanjutnya kita ngapain lagi ya, kira-kira bisa nemuin sisi ghoib itu gak ya" ucap Intan.


"Ya... moga aja sih, itu mereka pada duluan! yuk jangan sampai ketinggalan!" ujar Keira kini langkah mereka dipercepat agar samaan dengan kaum cowok tersebut.


Alan serta Saka tengah menelusuri aura-aura atau barangkali ada menemukan sesuatu disekitar nya.


"Coba aja ada Dimas pasti dia partner disini, Ck! ngapa dia gak ikutan sih?" ucap Alan.


"Yeh dia kan ada urusan, gak mungkin kita paksa dia buat ikutan lagian ini juga cukup berisiko juga" ucap Saka.


Sementara Andre yang menjadi panutan mereka kini ia paling depan di antara nya, ia pun mengenakan senter itu di lekat kepalanya, di sisi sudut itu ia menemukan sebuah barang kecil tercecer di sana.


Melihat Andre menunduk, hal itu Alan, Saka, Keira dan Intan mengalihkan pandangan nya ke Andre.


"Ada apa bang?" heran Saka.


"Ini, gue nemu barang antik, kira-kira kalian tau gak ini punya siapa?" tanya Andre memegang sebuah kalung di tangan nya.


"Loh, itu kan milik si Nawal gak sih? soalnya gue sering lihat benda itu di leher Nawal!" seru Intan.


Sontak para cowok itu pun melebarkan kelopak matanya mendengar perkataan Intan.


"Iya bener! Aku inget banget! tapi kok bisa disini sih? waduh... dia kemana ya, Ya ampun..." cemas Keira.


"Udah kalian tenang aja ya... kita pasti nemuin teman kalian itu! yuk lanjut jalan lagi!" ujar Andre lantang.


Tiba-tiba aura kini cukup lain dan angin-angin pun semakin kuat terhembus, hal itu di antaranya masih ketakutan dan satu nya lagi mencoba tenang dengan lainnya dan fokus misi nya itu.


...


Singkat waktu, mereka tidak menemukan titik-titik keberadaan wujud apa-apa di sana, yang ada hanya suasana yang cukup suram dan menyeramkan bagi mereka.

__ADS_1


"Huft... kita udah kelilingi di sini gak ada apa Ges! gue gak tau lagi harus apa, kalau saran ke dukun takutnya ada efek buruk bagi kita, jadi gimana? siapa tadi kalian namanya... Keira? Intan ya?" ucap Andre.


Mereka berdua pun mengangguk dan sekaligus dengan perasaan sedih, karna kali ini gagal dan tidak ada tanda-tanda aneh sedikitpun di tempat itu.


"Jadi... kita gak bisa ketemu Nawal lagi ya? terus apa penyelidikan ini akhiri saja?" lirih Keira untuk mencoba tegar saat ini.


"Maaf ya, gue sebenernya bukan ahli paranormal tapi kalau kalian tetap kekeuh nyariin nya ya gapapa tapi minta orang lain yang lebih berpengalaman aja, siapa tau berhasil" ucap Andre.


Keira dan Intan saling menatap satu lain, tampaknya mereka letih juga mencari sosok Nawal itu kemana, dan akhirnya cukup berat mengakhiri keputusan itu.


"Ya bener Kei, Ntan! lagian ini juga udah lama bener satu bulan lebih! kalau ada keluhan atau apa ya segera kabar ke orang lain atau sama kita! jangan diam-diam terus baru sekarang di bilang" tegur Saka.


"Maaf ya, kita udah repotin kalian, jujur kami juga gak tau kalau sampai begini, kami kira-"


"Sudah-sudah, tidak ada menyalahkan satu sama lain kok, tapi mungkin memang takdir nya pergi dengan cara menghilang begini, intinya dari kita semua ambil hikmah nya jika ada sesuatu yang hilang jangan lengah cepat di cari atau atasi" jelas Andre.


Mereka pun hanya mengangguk dan kini sudah terlarut malam dan akhirnya mereka memutuskan untuk balik ke rumah masing-masing.





Sahira duduk di ruangan tamu untuk memasang sepatu nya namun pandangan nya tak sengaja mengalihkan ke kaca jendela yang cukup menerawang dengan samar-samar berupa ada seseorang duduk menunggu di luar.


"Itu siapa ya, Rizqy?" gumam Sahira heran.


Setelah itu, Sahira pun menghampiri ke luar dan betul saja tampak lah Rizqy menunggu sembari fokus memegang hp nya.


"Rizqy?" ucap Sahira.


"Eh kamu, udah siap?" tanya Rizqy.


"Ee.. udah tapi kok lu-"


"Gue mau barengan sama lu, kebetulan gue juga kerja pagi hari ini" senyum Rizqy.


"Ohh... tapi bener kan lu gak keberatan?"

__ADS_1


"Ya gak lah Sahira, masa iya gue keberatan sama pujaan hati satu ini?" ucap Rizqy sedikit gombal. hal itu Sahira berubah ekspresi datar dan membuang muka.


"Ya udah bentar gue pamit ke ibu dulu"


"Oke"


•••


Dua orang klien tersebut mendatangi sesuai jadwal perjanjian di perusahaan Stars, mereka kini mencoba mendisiplin di peraturan tersebut.


Gibran juga baru saja datang dan bertemuan dengan klien nya yang tak sengaja di tempat parkiran.


"Wah pak Gibran, tidak perlu pusing mencari dan menunggu anda, haha" ucap Sucipto.


Gibran pun hanya tersenyum, "Urusan hari ini dipermudahkan dari sang maha Atas, ya sudah mari ikuti saya pak" ujarnya.


Dan langsung menuntuni kedua klien nya dan menuju ke ruang meeting.


Di sisi lain, Reva & Kia, kini baru saja sampai di kantor Stars, mereka pun tak ingin mengecewakan atasan tersebut dan memilih untuk datang lebih awal agar tidak terlambat.


"Eh Rev, masih gak nyangka ga sih? kita satu kerja lagi sama Sahira? apa bener takdir kita memang disini?" ucap Kia membuka obralan pagi dengan overthink yang cukup mengherankan bagi Kia.


"Ya mungkin aja Ki, tapi gue masih gak enak banget sama dia, udah kita jahatin eh masih ketemu juga di tempat lain, apa bener tanda-tanda perdamaian baik dengan nya?" ucap Reva.


"Hu'um, udah yuk kita masuk ke dalam ini hari kedua kerja kita!" lalu di angguki oleh Reva.


...


Setelah Sahira sampai di kantor nya, ia pun tak lupa berterimakasih dengan pria itu yang sudah mau mengantarkan tempat kerja nya.


"Eh... makasih ya udah anterin gue, oh ya terus gue naik angkot ya pulang nya?" ucap Sahira.


"Ya enggak lah, Sah, nanti gue jemput lu lagi kesini, oke?" ucap Rizqy dengan tatapan arti di hadapan Sahira. kali ini entah kenapa Sahira sedikit berpaling di hadapan Rizqy, apa benar hati nya sudah luluh dengan nya?


Hal itu, Rizqy sedikit salting dan menepis lamunan gadis itu di hadapan nya.


"Hey? kok natap gue begitu sih? gue... tampan ya?" ucap nya penuh percaya diri.


Dan seketika lamunan nya terbuyar akibat teguran darinya "Eh apasih?! ee... ya udah gue masuk duluan, hati-hati ya di jalan" ucap nya dan langsung pergi buru-buru agar tidak salah paham dari dugaan nya.

__ADS_1


"Hufft... apaan sih lu Riz? ingat! Sahira itu belum tentu suka sama lu..." gumam nya.


__ADS_2