
^^^.......^^^
.
.
Masih di perusahaan, Afgan kembali dan mengecek orang itu di ruangan kerja nya.
"DIRGAA!! DIMANA KAU!?," teriak Afgan.
"DIRGAA!!,"
Ia pun melihat seluruh isi ruangan itu namun ada beberapa loker terisi kosong begitu pun isi laci nya.
"Sial, jangan bilang dia kabur dari sini," gumam Afgan.
Afgan mengambil Hp nya di saku dan segera menghubungi suruhan nya.
"Halo? iya, tolong kamu cari orang itu! nanti saya jelasin ciri-ciri orang itu lewat chat," kata Afgan.
Sementara di luar, Saputra berdiri cukup lama dan membuatnya tambah kesal karna daritadi papa nya belum tiba-tiba juga.
"Ck, lama banget sih si papa, udah lumutan gini gua jadinya," gumam Saputra.
lalu datang lah seorang asisten dengan berpakaian kemeja rapi ber-rok sebatas lutut dan berambut pirang, ia menghampiri Saputra.
__ADS_1
"Emm, permisi pak," ucap Sasya.
Saputra menoleh lalu ia pun terpukau melihat kecantikan seorang cewek ini.
"eh iya? siapa kamu?," tanya Saputra.
"Saya Sasya sebagai asisten pribadi baru bapak sekarang, karna saya di tunjuk oleh bapak Afgan selepas siang tadi pak," jawab Sasya.
"O-ohh, jadi ada apa kamu menghampiri saya?,"
"jadi gini pak, ini berkas-berkas yang saya pegang ini adalah hal memulai kita sudah sah jadi perbincangan resmi antar proyek lain pak, jadi ini saya serahkan ke bapak biar lebih mudah dan bisa untuk memahami ketika presentasi bersama klien nantinya," ujar Sasya.
"Ohh oke cantik," jawab Saputra tak sadar.
"Eh, maksud gua... eh siapa nama kamu tadi, saya lupa," salting Saputra.
"dasar buaya, baru putus sama cewek lu dah tergoda aja sama cewek bawahan lu," batin Saputra.
Saputra pun sedikit malu walaupun begitu ia berusaha terlihat seperti biasa dan asisten nya pun segera pamit.
Lalu tak lama kemudian Afgan sang papa nya pun sudah tiba dan mereka bersiap-siap untuk pulang.
•••
"Emm, kalau begitu gua balik ya Qy, udah keburu petang ntar," ucap Reno.
__ADS_1
"Iye, sono-sono lu di rumah gua cuman ngabisin lauk gua tau ga lu," ucap Rizqy
"Ih gitu amat lu jadi temen, harus nya kalo ada tamu bukannya dimuliain malah di hina dasar ni anak," kata Reno.
"Ahaha, canda bree ya sudah sono pulang ntar emak lu nyariin," ujar Rizqy.
"Eh nak Reno, mau pulang ya? ya sudah hati-hati toh di jalan," ujar Zena.
"Iya Tan, sekali lagi makasih makanan nya heheh," ucap Reno.
"Iya, santuy aja lah anggap aja ini rumah sendiri," kata Zena.
"Yeh Mama, rumah ya rumah kita lah ngapain segala dia nganggap rumah nya sendiri ntar yang ada tambah nyusahin," ujar Rizqy.
"Pengen gua sleding lu yeh, untung babu," kata Reno.
"Enak aja lu bilang gua babu, mau gua letakin lu di kolong jembatan!?,"
dan akhirnya mereka bertengkar seperti biasa nya, karna Rizqy & Reno salah satu teman susah akur semenjak jadi temen dekat.
"Aduhh kok jadi ribut sih, udahh nak Reno ga usah dengerin apa kata Rizqy dia mah ngomong kaga di sharing dulu main ceplos-ceplos ajee," kata Zena.
"Hahaha santuy Tan, emang kami nya gitu kok, ya udah awas lu tunggu balasan gua di hari nanti," ucap Reno sambil tersenyum miring lalu ia pun segera pergi.
"Jiah, kek film-film," ucap Rizqy lalu ia pun terkekeh.
__ADS_1
Bersambung...