CEO KU SOMPLAK

CEO KU SOMPLAK
~ Eps 22


__ADS_3

#Kebenaran terungkit





Di saat jam pulang, Nur bersiap-siap untuk balik ke rumah nya sebelum itu ia tak lupa chat terlebih dahulu ke bos nya untuk berencana ketemu di hari besok.


"Gue harus segera laporin ini ke bos Jack, biar mereka tau rasa!," gumam Nur.


Setelah itu Nur pun segera balik.


Petang hari, Ketiga geng Stars itu tersungkur ke jalan aspal, wajah mereka cukup luka dan memar di bagian pipi hingga ujung mata nya.


Setelah geng motor itu terlihat puas mereka pun segera cabut dari sana.


"Agrhh, sial! siapa sih mereka itu!," ucap Saka.


"Mana gua tau, gua si yakin pasti ada hubungannya ama geng Asteroid tu!," ucap Dimas.


"Ya udah nanti aja kita bahas nya kita segera cabut dari sini udah keburu petang," ujar Alan.


"Iya-ya," ujar mereka.


Malam harinya, Sahi terlihat bete termenung di teras rumah nya, ibu nya melihat anak nya terbengong di sana beliau pun menghampiri nya.


"Eh kenapa tuh melamun sendiri malem-malem di sini??," ucap Rena.


Sahi sedikit kaget ibu nya sudah berada di sampingnya.


"Eh, ga ada bu pengen di luar aja sambil lihat-lihat bintang di langit," ucap Sahi dengan alasan.


"Oh, ya udah kamu ga makan? makan sana keburu dingin lauk nya ntar!," ujar Rena.


"Iya bu, bentar lagi," ucap Sahi.


Huhh, pokoknya kamu jangan selemah ini Sah, kamu harus lebih baik lagi dan jangan ada lagi ceroboh besok nya, oke? batin Sahi dengan menyemangati diri ya sendiri, lepas itu Sahi pun segera masuk ke rumah untuk saat nya makan malam.






Keesokan hari nya, Sasya berangkat ke kantor nya lebih awal karna ada hal yang harus di urus dokumen yang ia buat.

__ADS_1


di saat perjalanan, motor Sasya tiba-tiba mati setelah di cek ia lupa mengisi bensin nya.


"Waduhh, minyak nya kering banget ga sempet pula isi kemarin," gumam Sasya.


Sasya berusaha mendorong motor hingga ke Pertamina, untung lah honda nya metik kalo bergigi agak sulit sih di dorong.


Ketika Sasya hampir sampai di Pertamina, seseorang menggunakan motor ninja berwarna hitam itu menghampiri si Sasya.


"Hei, motor kamu kenapa??," tanya nya.


"Eee... tadi pas di jalan mendadak mati tapi untung lah jarak ke sini lumayan dekat," ucap Sasya.


"Ooh gitu, ya sudah biar ku bantu kamu sampai ke tempat bensin nya," ujar nya.


"Eh ga usah, udah deket kok itu!," ujar Sasya.


"Gapapa, pasti kamu kelelahan habis dorong motor ini kan? kasihan kaga ada yang bantuin lu, untung gue sempet datang," ujar nya lalu ia pun membantu mendorong motornya Sasya hingga ke tempat bensin itu.


Setelah berada di pengantrian tempat bensin, Seseorang itu pun segera pamit.


"Ya sudah kalau gitu gue pergi ya! lain kali control lagi pemantauan minyak nya," ujar nya.


"Eee iya, makasih ya udah bantuin saya," ucap Sasya.


Pria itu pun sekilas tersenyum lalu ia pun segera kembali ke tempat motor nya tadi.


•••


Nur masih belum datang, Jack pun menunggu di tongkrongan tempat luar.


Beberapa menit kemudian, ternyata Kia & Reva sudah duluan sampai di caffe itu.


Di parkiran, Reva merasa heran mengapa pagi-pagi ini bos nya cepat sekali datang ke sini.


"Eh kia, itu si bos tumbenan ya datang-datang pagi begini," ucap Reva.


"Ga tau paling bahas gajian kali," ujar Kia.


"Ah masa, bukannya sekarang masih 2 Minggu??," ucap Reva.


"Eh iya juga ya, ntah lah kita lihat aja nanti!," ujar Kia.


Tanpa rasa curiga sama sekali, Kia & Reva menyapa Jack, bos nya itu.


Lalu Jack melihat mereka secara langsung ia pun tanpa aba-aba meminta kepada mereka untuk susul di ruangan pribadi nya.


"Eee bentar! kalian berdua ikut ke ruangan saya!," ujar nya, lalu Jack segera berdiri dari kursi lalu segera masuk ke Caffe nya.


"Nah kan, seperti nya ada ga beres nih, Kia!," bisik Reva.

__ADS_1


"Udah ga usah di pikirin! ayo nyusul," ujar Kia.


Di sisi lain, Saputra telah sampai di perusahaan nya sebelum masuk ke perusahaan ia mampir sebentar ke kantin belakang.


"Ke kantin dulu ah," gumam Saputra.


Namun ada salah satu karyawan menyapa nya.


"Hai pak," sapa nya.


"Iya cantik," ucap nya.


lalu karyawan itu seketika menjadi salting apa yang di respon dari Saputra.


Saputra pun tetep berjalan hingga sampai di tempat kantin itu.


Di tempat kantin itu,


"Eh eh... pak Saputra datang tuh!," ucap salah satu nya.


"Lah terus? harus wow gitu?," ucap nya.


"Yeh kan cuman bilang,"


•••


Kia & Reva terkejut, kenapa bos nya itu bisa tahu perbuatan busuk mereka terungkit, karna Kia tak mau mengetahui kebenaran nya ia pun berusaha mencari alasan yang tepat agar Jack mempercayai nya.


"Pak... kami mana mungkin ngelakuin itu ke dia! pasti yang ngelaporin ini ngadi-ngadi deh!," ujar Kia.


Sementara Reva tak tahu mau jawab apa karna ini sebuah fakta, karna Kia melihat Reva terdiam aja ia pun mencolek nya untuk membantu pengelakan tersebut.


"Shht! bantu jawab dong kok diam aja sih??," bisik Kia.


Reva seketika menggelengkan kepalanya tanda sebagai kurang setuju pendapat dari Kia.


"Ga Kia, gue ga bisa ngelak tergantung bos nya aja lah,"pasrah Reva.


Jack memperhatikan mereka berdua ia pun sekali lagi menekan kan ke mereka.


"Heh! malah ngobrol jawab jujur sama saya!," tegas Jack, Kia & Reva semakin gugup dan tak tau bilang apa.


"Udahh mending jujur aja deh daripada gue yang kasih tau secara terang-terangan!," ucap nya.


Kia, Reva & Jack menoleh ke sumber suara itu.


"Ck, ternyata bener siapa lagi kalo bukan dia, pasti dia yang ngelaporin ini ke bos," batin Kia.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2