
(Ah, Gak Asik! )
•
•
•
Nawal tak menggubris pertanyaan Keira yang sedang heran dan penuh tanda tanya itu.
"Nawal? kok diam aja sih? Kamu sakit ya? Pucat gitu wajah kamu!" ucap Keira sembari berjalan menghampiri nya, namun sosok gadis di hadapannya tampak ilang akal dan mundur perlahan.
"Jangan dekat aku!" ucap dingin Nawal dengan tatapan kosong.
"Kamu kenapa sih? Ada apa dengan mu Nawal?" tanya Keira sekali lagi namun lagi-lagi sosok Nawal itu tetap diam dan menatap mereka tanpa kedipan.
Intan posisi di belakang Keira kini memberanikan langkah kedepan dan menghampiri si Keira.
"Kei, seperti nya ada yang gak beres deh" ucap Intan berbisik dekat ke telinga Keira.
"Hm, seperti nya begitu, tapi siapa yang berani buat Nawal seperti ini?" tanya Keira.
"Nanti saja kita bicarakan ini, kita pergi dulu dari sini" ujar Intan, Keira pun mengangguk namun ia masih ragu mengajak Nawal pergi bersama nya atau membiarkan dia tetap di tempat itu.
"Udah, untuk saat ini kita biarin aja dia di sini, aku yakin deh di dalam tubuh Nawal ada sosok makhluk halus yang kuasai tubuh Nawal" ucap Intan.
Setelah Keira & Intan pergi dari sana, sosok makhluk halus tersebut muncul seketika.
"HAHAHAAHAHA!"
Nawal yang masih terpaku seperti patung ia pun tetap seperti itu dari sebelumnya.
"Nawal, Nawal! Ini baru rencana pertama bagi ku! Dan rencana selanjutnya akan aku buat satu kampus ini jadi kesurupan ahahaha!"
•
•
•
__ADS_1
Di perusahaan Stars Q, sudah 1 Minggu lebih Gibran menjalani sebagai CEO baru walau hanya sementara, ia baru saja menyelesaikan tugas nya dengan cepat sehingga kini ia merasa ingin mencari angin karna ia sudah tidak ada yang di kerjakan lagi ia pun mengelilingi perusahaan nya sambil melihat kinerja karyawan-karyawan di sana.
Namun ketika sudah berada di lantai bawah, ia tak sengaja melihat seorang perempuan sedang semangat nya bekerja hingga keringat nya pun bercucuran di pipinya.
"Itu cewek baru kali ini gue lihat, masih muda udah jadi kerja bawahan." gumam nya.
Tanpa berfikir panjang, Gibran mencoba mendekati cewek office OB itu untuk memberi semangat terhadap karyawan nya itu.
"Semangat ya kerja nya, masih muda kamu gak cocok deh kerja begini" ucap nya sambil tersenyum.
Sahira tersentak kaget mendengar suara pria tiba-tiba muncul di dekat nya, ia pun segera menoleh ke sumber suara itu.
"Eeh.. Makasih" ucap Sahira sedikit canggung.
"Gak usah tegang begitu sama saya, oh ya nama kamu siapa?"
"Sahira, pak."
"Hmm, nama yang bagus tapi jarang-jarang dengar nama itu" ucap nya.
Sahira pun hanya tersenyum canggung, lalu Andre pun melanjutkan langkahnya untuk berkeliling lagi.
•••
Sesuai janji yang telah diberikan oleh Jordan, kini si gadis itu akhirnya menepati nya dengan tepat waktu sehingga raut wajah Jordan terukir senyuman smrik ke arah gadis itu.
"Heh, galu! Tolong bawain buku gue nih berat banget" ucap Jordan, lalu menghempas nya ke arah gadis itu, dengan sigap gadis itu menangkap buku nya dengan cepat. Jordan pun memberi nama asalan ke gadis itu dengan sebutan galu alias gadis lugu.
"Eh gue juga nih, tangan gue anti Ama pegangan benda-benda buat gue stress" ujar Lingga.
Gadis itu merasa keberatan menampungi buku-buku yang cukup berat itu, Jordan & Lingga merasa puas dan tidak ada lagi rasa beban di tangannya.
"I-ini aku bawain kemana kak?" ucap nya namun masih terasa gugup.
"Bawa ke mobil! Ya di motor lah, lu anterin buku tu ke parkiran" ucap Lingga.
Jordan hanya tersenyum tipis dan merasa sangat senang apa yang beri hukuman terhadap gadis itu.
Sementara Aldy hanya menggelengkan kepalanya dan tetap bersikap cuek apa yang dilakukan oleh teman-temannya ke gadis itu.
__ADS_1
Di sisi lain, Saka baru saja sampai di kampusnya karna Hari ini ia dapat jadwal siang, ia menemukan sohib-sohib nya itu di loby mereka tampak asik bermain game alias Mabar sehingga mereka tak sadar bahwa Saka sudah berada di dekat mereka.
"Hadeh, masih aja lu pada main game gituan! Eh btw udah kelar kelas kalian hari ini?" ucap Saka, lalu duduk di samping Dimas.
"Udah dong bree, sayang nya ih! lu ambil kelas siang! jadi ga bisa dong mabar ma kita!" ucap Dimas, masih fokus ke layar hp.
"Iya woii, asik bener dah taruhan ni mana skill gue mantap-mantap, ahahah" timpal Alan.
Saka yang kurang menyukai game-an seperti itu ia pun hanya menghembus nafasnya dan berekspresi malas.
"Au dah gak asik lu pada! Mending gue cari yang seruan ae, bye!" ucap Saka, lalu beranjak ke tempat duduk nya tadi dan pergi begitu saja.
"Eh, eh bro! Lu ngambek ya!? Hadehh lu sih ngajak gue Mabar begini jadi ketagihan kan gue!" ucap Dimas, menyalahkan Alan yang diajak nya Mabar.
"Wuanjerrr! Kok gue yang salahin tapi lu keasikan juga kan? Huuu dasar lu!" cibir Alan.
"Ah! Sudah lah kita akhiri aja game nya, kita susul Saka kuy ga enak tau kita sebagai sohib tu ga boleh egois, kuy!" ucap Dimas, sambil merefresh chace hp nya.
Alan & Dimas pun akhirnya menyusul Saka berada.
•
•
•
Di saat Saka duduk di tempat bangku umum, hp nya pun berdering menandakan notif pesan dari Abang nya itu
✉️(Andre) : Gue dah lacak keberadaan si pelaku tersangka itu, pas udh kelar jadwal kelas lu, lu langsung ke lokasi ya ntar gue shareloc.
Saka pun sedikit kaget setelah membaca pesan dari Abang nya, ia semakin penasaran siapa pelaku yang telah berani nya melakukan hal kejahatan sekeji itu.
"Jadi penasaran gua, pas ketemu tu orang gue ga sabar gibeng tu kepala nya." batin Saka, tanpa sadari ia pun mengepalkan hp nya sendiri dengan kuat, sehingga Dimas & Alan sudah tiba di dekat nya melihat ekspresi Saka seperti menatap membunuh seseorang.
"Eh, eh! lu kesambet apaan dah, bre? Lu lagi kesal sama kite?" ucap Dimas.
"Ah! elah, baperan amat dah lu, cuman main game doang" ujar Alan.
"Ah berisik lu pada! Siapa bilang gue lagi baperan sama lu pada? Gua ni lagi kesal siapa orang tersangka itu yang sudah merenggut harta Abang gue pas kejadian itu!" jelas Saka, sementara Dimas & Alan pun berbalas nada O dan Saka pun semakin geram lalu main pergi begitu saja.
__ADS_1
"Hadehh, main pergi-pergi aja lu!" gerutu Dimas.
"Salah lagi kita, bre!" ujar Alan.