CEO KU SOMPLAK

CEO KU SOMPLAK
~ Eps 52


__ADS_3

Brugrhhh...


Tendangan cukup kuat, membuat dirinya terpental akibat serangan dari musuh nya itu, terlihat wajah nya semakin memanas setelah dirinya terjatuhkan tempat di sebuah kantin itu.


Saka serta Alan hanya bisa terdiam dan menyaksikan kegaduhan di antara mereka.


"B*ngs*t!! Lu ngapa ikut campur si ha? mau cari gara sama geng Asteroid ni?!" emosi Jordan, kini sudah ia mulai bangkit sembari mengacungkan jari telunjuk di hadapan Dimas.


"Heh! mau lu ter-famous kek, terkejam, atau lah itu ha, emang gue takut sama lu? walau kita nih terlihat cupu, rendah lu pandangi, kaga takut kalau itu namanya salah! lagian ngapain coba lu buat onar di kantin liar begini, bosan hidup ya lu?" celetuk Dimas sembari senyuman tipis.


Jordan tampak emosi ia pun ingin menggebuk wajah pria itu namun Dimas dengan sigap mengelak cepat dan tangan kanan nya duluan menangkis di kepalan tangan milik Jordan lalu memelintirkan pergelangan nya hingga tubuh nya ikut tumbang, hal itu Lingga serta Aldi segera melindungi ketua nya.


"Akhhhh....."


"Dih! gitu aja lemah, gimana mau tonjok sana sini? udah lah bree!! lu kalo mau lawan sama gua tu salah orang mending lu taruhin lagi gih sama geng the dark, pasti lu enak tuh tulang lu bisa retak" ucap Dimas.


"Sialan, anj*Ng!"


Saka tampak bosan menyaksikan keributan itu, ia pun maju dan mendekati Dimas.


"Bro, udah lah kita tempat lain aja gue ga selera tempat beginian udah bekas keributan kalian disini" ucap Saka, lalu Dimas pun melirik sekilas dan mengangguk.


"Bye ges! sampai ketemu hari lain" ujar Dimas dengan melambaikan salah tangan nya lalu berputar balik.


"Awas aja lu Dimas, gua beri perhitungan sama lu" batin Jordan menatap punggung mereka dengan tatapan tajam serta kesal.


•••


Malam hari, Sahira baru saja balik dari kantor nya yang cukup melelahkan baginya, ia pun segera mandi dan ganti baju yang membuat dirinya gerah dan lengket di badannya.


Setengah jam kemudian, Sahira keluar kamar dan tentu perutnya kekeroncongan untuk minta diisi perutnya itu.


Sementara Rena tampaknya tidak memasak hari ini, dan ekspresi Sahira tampak cemberut.


"Yah maaf ya sayang, ibu gak masak hari ini tadi ada kerja berat jadi gak ada waktu buat masak, kamu aja keluar bentar ya? ibu juga lagi gak enak badan ni" ucap Rena, menghampiri anaknya di meja makan yang tampak kosong di atas meja.


"Yah ibu, gimana sih, aku kan baru pulang jadi capek, terus malas lagi keluar, Bu!" cemberut Sahi.


"Kamu gak boleh malas gitu, daripada kamu gak makan udah sana beli, nih duit nya, ibu juga udah makan sisa lauk kemarin" ujar nya.


Sahira pun mau tak mau harus keluar lagi untuk mencari makan, sebelum itu Sahira masuk kamar terlebih dahulu untuk mengambil jaket agar tidak kedinginan di malam hari.


Baru saja Sahira keluar rumah, namun tiba-tiba seseorang mengetuk pintu di depan rumah.

__ADS_1


Sahira tampak heran, mengapa ada tamu malam-malam seperti ini tanpa lama lagi ia bergegas menuju ke pintu itu, terlihat sosok pria anggun tak lain ialah Rizqy di depan matanya.


"Rizqy?... ngapain malam-malam kesini?" kaget Sahira, justru Rizqy tersenyum karna begitu cepat melihat wajah wanita di hadapan nya kembali muncul, ya bisa dikatakan rindu walaupun kemarin bertemu.


"Eee ... sorry Sar, gue ke sini Suprise ke kamu, mau ngajak Dinner, mau?" ucap nya.


"Hah? kok lu tau gue belum makan?" heran Sahi.


Rena yang sedari tadi menguping dan senyum-senyum di balik tembok lalu beliau segera menghampiri kedua sepasang insan tak terikat itu yang cukup gemesin.


"Hahahah, maaf ya nak, sebenarnya ibu tadi bohong sama kamu! ibu cuman pengen aja ngajak dia makan malam sama kamu" ujar Rena, tak berhenti senyum-senyum di depan anaknya serta Rizqy.


"Aduh... Ibu ini ada ada aja, kok ibu suprise nya begini sih?"


"Ya gapapa atuh, sesekali ngeprank kamu, udah sana barengan gih sama nak Rizqy ntar kamu sakit loh telat makan!" peringatan dari ibunya.


Sahira pun mau tak mau ia harus menerima ajakan nya karna dirinya tak tahan untuk makan malam , ia terpaksa memilih dinner bersama Rizqy.


"Ya udah, kalau gitu aku pergi dulu ya, Bu" ucap Sahira sembari mencium tangan ibunya, Dan Rizqy pun juga begitu.


"Iya nak, hati-hati ya, Oh ya nak! kamu jagain dia ya baik-baik jangan sampai ada hal yang tak diinginkan" ucap Rena.


"Iya buk, pasti saya akan menjaga nya dengan baik, kalau gitu saya sama Sahira pamit dulu ya buk" ucap Rizqy.


"Dengan ini, ibu sengaja deketin kamu sama nak Rizqy , nak! biar kalian merasa dekat dan nyaman, mungkin ini jalan-jalan satu-satunya untuk membuka hati kamu..." batin Rena.


"Eh bentar deh, gue pake begini memang nya gapapa?" ucap Sahira.


"Ya gapapa lah Sahira, kan suprise! asal kamu mau di ajak, aku udah seneng kok" senyum Rizqy. Sahira pun hanya terdiam dan memilih untuk berjalan menuju motor nya.


Di sisi lain, Saputra agak lembur di tempat kerja nya, dan kini ia baru saja balik pada pukul 19:15 wib, namun sebelum sampai ke rumahnya perut nya tak bisa tertahan lagi.


"Duh pake keroncongan segala, malam-malam gini enaknya makan apa ya..."


Di tengah perjalanan, Saputra menemukan sebuah warung Bakso, tampaknya sangat tergiur dengan itu. ia pun segera meminggirkan mobil nya dan makan langsung ke warung itu.


"Ah, pak! bakso nya 2 mangkok ya!" ucap nya.


"Ah siap pak, eh bentar... bapak ini CEO di perusahaan Stars bukan?"


"Kok tahu?"


"Ya karna anak saya kerja sana pak!"

__ADS_1


"Wah siapa namanya tu pak, siapa tau saya kenal"


"Anak saya namanya Echa"


"Oh saya kenal pak, tapi saya sudah satu bulan ga aktif lagi ke sana"


"Loh, memang nya kenapa Pak?"


"Ya ada urusan lain yang harus di urus pak, ah sudah lah saya keburu lapar nih" cengir Saputra.


"Eh maaf-maaf pak, kebanyakan ngobrol jadi lupa, hehe"


Lalu kang bakso itu pun segera menyidangkan bakso di piring tersebut, sementara Saputra mencari tempat untuk nyaman untuknya, kebetulan di sana tersedia meja panjang tanpa kursi, hal itu Saputra memilih makan ke tempat itu.


•••


Di perjalanan, Rizqy masih senyum-senyum dan masih tak yakin jika sekarang bisa berkencang di malam hari bersama Sahira, saking asik nya melamun ia pun tampak lengah dan kurang fokus ke depan.


"Eh, eh Riz! itu ada mobil parkir di sono! turunin gas motor lu!" ucap Sahira sedikit panik sembari memukul pundak Rizqy.


Ctiiiittt.... brughh...


Ya untung lah mereka tidak kenapa-napa namun sayangnya motor mereka telah hilang kendali dan kini mobil tersebut penyot ulah Rizqy.


"Tuh kan, lu bisa bawa motor gak sih? kalau orangnya minta rugi gimana dong!?" emosi Sahira, Rizqy pun hanya bisa menggaruk kepalanya tak gatal.


"Eh, Duh... maaf Sah, gue tadi kurang fokus"


"Aduh... mana mobil elit banget, bisa abis nih kita" gumam Sahira, namun Rizqy masih terdengar ucapan itu.


....


"Eh pak, itu mobil bapak ada yang ketabrak tuh! cegat mereka cepat! entar keburu kabur" ucap kang bakso.


Saputra tengah asik makan bakso hingga membuat dirinya terkejut dan sekaligus tersedak di saat makan meatball.


"Uhuk...uhukk.. masa sih pak? kok saya ga denger ya bunyi tabrakannya" heran nya.


"Ya tadi saya denger pak, mending bapak cek deh kesitu"


Saputra pun berdiri dan segera menghampiri keluar apa benar mobil miliknya tetabrak apa bukan.


Rizqy dan Sahira baru saja naik motor setelah mengecek mobil itu parah atau tidaknya.

__ADS_1


"Woi-woi tunggu! enak aja langsung main pergi, ganti rugi nih mobil gua" teriak sosok pria itu.


"Mampuz, tuh kan gimana si lu, Riz?" ucap Sahira tremor.


__ADS_2