
(Gelandangan)
Semua orang bisa cantik asal ada duitnya~
...•...
...•...
...•...
Keesokan harinya, di tengah perjalanan menuju tempat kerja nya. Untuk hari ini Sahira di antar menggunakan aplikasi online yaitu Go-jek karna sebelum itu Honda nya mau di pakai oleh ibu nya. Kang gojek itu terpaksa berhenti sebentar dan memberitahu ke pelangganan itu untuk menunggu sebentar ke pom bensin karna minyak Honda nya hampir kering.
"Maaf mbak, saya lupa tadi isi minyak dulu, apa boleh tunggu sebentar di sini?" ucap kang Gojek itu, telah berhenti di tepi pom bensin.
"Oh, iya pak gapapa" ucap Sahira singkat.
Sahira turun sebentar dari motor itu, dan menunggu berdiri di tempat nya. Beberapa menit kemudian, sosok anak kecil berpakaian kumuh dan robek sembari membawa karung berukuran lumayan besar itu menghampiri si Sahira.
"Permisi kak, boleh minta duit 1000 tidak? Saya dari kemarin belum makan apa-apa, untuk beli minum saja udah cukup buat saya" ucap anak kecil itu, dengan mata nya membinar bercampur wajah kusam dan sedikit pucat di bibir nya itu.
"Ya ampun ni anak masih kecil udah jadi begelandangan begini."
"Emm, memang kamu tinggal sama siapa? Kenapa kamu jadi begini?" ucap Sahira, sembari menjongkok menyeimbangkan posisinya ke anak kecil itu.
"A-aku tinggal sama paman, Tante! Paman ku yang ngerawat aku sampai sekarang, dan dia yang menyuruh ku jadi begini supaya dapat uang untuk makan sehari-hari, tapi akhir-akhir ini susah banget dapat uang itu" ucap Anak kecil sedikit lincah pembicaraan nya terhadap Sahi.
"Emm, tapi kakak ada syarat buat dapat uang dari kakak? Gimana mau gak?" ucap Sahira.
"Ee ... Emang syarat apa kak? Apa yang harus aku lakukan?" ucap nya dengan kebingungan.
Sahira pun hanya tersenyum dan mencoba untuk lebih dekat lagi dan akhirnya berhasil memeluk tubuh gadis kecil itu dengan hangat.
"Kamu berhenti begelandangan kek begini, ini tidak cocok buat semasa usia mu, sayang! jadi kakak mau kamu..."
Tak lama kemudian, kang Gojek dari belakang memanggil pelangganan nya itu.
"Ee mbak! Saya sudah siap nih ayo lanjut jalan lagi!" sapa Kang Gojek.
Sahira pun sampai lupa jika ia tadi berangkat menggunakan Gojek, ia pun terpaksa mengurungkan niatnya untuk si gadis kecil itu.
__ADS_1
"Aduh, gimana ya"
"Emm, bentar pak saya mau bicara dulu sama anak ini, bisa tunggu bentar kan pak?"
"Oh, baiklah mbak!"
"Kakak berangkat aja! Aku mau lanjut ngemis ke orang lain, makasih sudah mau ajak bicara tadi"
Sahira pun mengambil sesuatu di tas gandengan itu, lalu mengeluarkan selembar biru 2 lembar.
"Kakak mau kamu jaga uang ini baik-baik, kecuali kamu ada keperluan lain boleh kamu gunakan ini uang, paham?"
"Ee, tapi ini uang nya banyak banget kak"
"Gapapa, ambil aja"
Akhirnya gadis kecil itu pun mengambil uang itu dengan kaku.
Baru kali ini aku ketemu orang baik banget sama aku, apakah ini rezeki ku?
Sahira pun tersenyum dan mengelus pucuk rambut si gadis itu dengan pelan.
"Lain kali kamu cari lah yang bermanfaat bagi dirimu dan juga orang lain ya"
•••
Afgan tengah menikmati sarapan nya di dapur, tak lama kemudian Saputra menghampiri sang papa nya itu yang tadi nya meminta untuk mengobrol sesuatu hal yang penting.
"Ada apa, Pah?"
"Duduk dulu, kebiasaan langsung nyerocos aja. apa itu cara sopan kamu terhadap Papa?"
"Haiss, iya-ya nih dah duduk, apa yang Papa omongin?"
Afgan pun menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak bungsu nya itu masih saja tidak ada berubah sejak remaja, namun Afgan masih memaklumkan sifat anaknya itu.
"Sebenarnya tidak ada hal yang penting, tapi ini Papa cuman mau kasih tahu saja bahwa hari kerayaan ultah perusahaan Stars Q itu sudah mulai dekat, jadi papa mau kamu datang ke acara nanti dan papa suruh sekretaris mantan kamu yang membuat agenda susun acara nantinya"
Saputra tampak pelongo apa yang dikatakan papanya, namun ketika ada kata ultah perusahaan itu tampak ia senang sekali ntah kenapa.
__ADS_1
"Berapa hari lagi, Pa?"
"Kemungkinan acara ini hari Sabtu malam, kalau ada bakat kamu ya tunjukin ke publik biar orang tau kamu ada bakat yang terpendam"
"Ha? Emang bakat aku apa pa? Kan selama ini putra ga ada ikut kompetisi ya walau cuman di sekolah doang"
"Ya apa saja bakat nya selain materi!"
"Gak ada pa, paling si Gib" itu! dia kan banyak tu gudang prestasi di kamarnya"
Afgan pun hanya terdiam dan fokus ke makanan nya, beliau tak ingin mencari ribut oleh sang anaknya, namun Saputra kembali berdiri dan pamit oleh sang papanya.
"Ya sudah pa, aku mau berangkat dulu mumpung waktunya masih lama"
"Hmm, hati-hati"
•••
Sesampainya di perusahaan Stars Q, Sahira kini telah berada di perkarangan kantornya itu, ia masih tampak tertegun gedungan yang amat luas.
kalau di lihat-lihat jadi teringat waktu melamar kerja disini. batin Sahi tersenyum melamun di tengah berdiri.
Ketika Sahi hendak melangkah untuk masuk, tiba-tiba hp nya berdering menandakan panggilan telepon di layar hp nya.
nomor gak di kenal? ada apa ya...
Tanpa berlama lagi, Sahi pun mengangkat telepon nya,
📞
"Ya? dengan siapa?"
"Saya Redi, tetangga sebelah itu, Apa benar ini dengan nak Sahira?"
"Ohh! pak Redi ... iya ada apa, Pak?"
"Maaf nak, barusan ibu kamu di bawakan ke rumah sakit"
"Apa?? kok bisa ibu saya masuk rumah sakit??"
__ADS_1
"Lebih lanjut nya, biar saya jelasin di sini mbak, biar saya jelasin secara detail"
Akhirnya, Sahi terpaksa meminta izin ke atasan nya untuk bisa menjenguk ibu nya ke rumah sakit.