
Sesuai tulisan yang ada di dalam kertas tersebut, Nawal telah sampai di ruangan D ujung. Tampak sekitar itu sangat sepi dan suram.
"Ini kenapa tempat di sini sih? Sepi lagi..." gumam Nawal celingak-celinguk.
Namun Nawal mencoba melangkah mendekati ruangan D lalu membuka pintu itu perlahan.
Di saat pintu itu terbuka, terlihat isi ruangan tersebut gelap dan tak ada seorang pun, hanya ada tempat meja berjejeran serta kursi yang layak di pakai di saat belajar namun kini terlihat berdebu dan tak terurus.
Ketika Nawal telah berada di dalamnya, pintu yang di buka olehnya tadi tiba-tiba tertutup.
Crrrkk pshhh...
Seketika Nawal merasa syok hebat dan sontak menggerakan langkah kaki nya mendekati pintu itu. Sudah berusaha membuka pintu itu dengan sekuat tenaga namun alhasil terkunci.
•••
Intan & Keira baru saja selesai dari ruangan perpustakaan, mereka habis mencari buku yang diperlukan nantinya.
"Eh Kei, kok jam segini si Nawal belum datang juga ya? Apa dia libur hari ini?" ucap Intan.
"Aku gak tau juga ntan, tapi bentar aku coba telpon dia dulu!" ucap Keira, lalu merongoh saku celananya.
Setelah 4 kali tak di angkat, Keira merasa heran dan tak biasanya hp Nawal tidak aktif baru kali ini.
"Gimana kei? Aktif gak telpon nya?" ujar Intan.
"Huft... Kek nya hp dia mati deh atau gak ada kuota mungkin" ucap Keira.
"Humm... mungkin dia gak datang hari ini, ya sudah yuk ke kelas!" ujar Intan.
•••
Sementara di sisi lain, Bagas tampak bersumringah akhirnya ia telah berhasil merampas alias mengeprank orang di jalan yang amat sepi itu.
Ia masih tak menyangka hingga kini mempunyai mobil sekejap mata walaupun dengan cara yang salah.
"Ahkhkhk... ahhh! Akhirnya gua ga mimpi lagi ngedapetin mobil begini, ah enteng banget sih dapet nya, kalau gitu mending gua jadi kang penipu ae!" batin Bagas dengan menghias senyum-senyum sendiri sambil mengelap mobil nya dengan kain lap.
Namun disaat Bagas sedang fokus mengelap mobil nya ia jadi teringat soal kemarin tentang teman nya tak sengaja ketemu di tempat bengkel.
Flashback on
"Bagas?!" panggil seseorang.
"Elu?"
"Wihh, gak nyangka kita bisa ketemu di sini!"
"Ahahaha, iya. lu mau ngapain ke sini?"
"Ya mobil gua lagi ganti oli, kalau lu ngapain di sini?"
"Gua.. ee mau servis mobil nih"
"Ooh, hah? Lu dah punya mobil bre? Widih dah sukses ae lu"
__ADS_1
Flashback off
Bagas tengah asik berlamun, hingga Siti sang adiknya keluar dan heran melihat tingkah Abang nya melamun mendongak ke atas seperti orang ga waras.
"Woi bang?" teriak Siti.
Refleks Bagas terkejut dan seketika membuyarkan lamunan nya.
"Hah? apa? Bikin kaget ae lu!" ketus Bagas.
"Itu mobil siapa bang?" heran Siti.
"Ya mobil gua lah, Napa?" ucap Bagas.
"Ee... kagak sih nanya aja, tapi gw masih heran sama lu" ucap Siti.
"Sudah lah! gak usah ambil pusing, oh ya mau jalan-jalan gak nanti?" ucap Bagas, mengalihkan topik nya.
"Gak! Gue ada tugas kelompok nanti" tolak Siti.
"Oh ya sudah" lalu Bagas melanjutkan mengelap mobil nya agar terlihat cemerlang.
•
•
•
"HAHAHA! AHAHAHA!"
"Siapa itu!?" teriak Nawal celingak-celinguk ke samping hingga belakang.
Di balik kejadian mistis itu, ada beberapa personil yang tengah asik mempermainkan radio miliknya yang sedang mengaktifkan suara seram itu.
"Ahahaha! rasain lu! main-main sih sama ketua kita ya gak, cel?" ucap nya.
"Hkhkhkhk! iya, terus kita apain lagi dia nih? oh ya! kita biarin aja dia tidur di sana sampe pagi!"
"Sttt! kalian diem dulu! Kita nikmati momen si cewek gatel itu!" ucap nya,
Ia pun tersenyum miring. "Ini baru awal, Nawal!" gumam nya.
•••
Di sisi lain, Sahira merasa tak semangat bekerja untuk hari ini mungkin karna ia merasa sendirian terus tidak ada kawan yang bisa di ajak ngobrol dan lagi membuat ia jadi rindu di ganggu oleh Saputra sang CEO yang dikatakan somplak oleh orang-orang, namun kali ini Sahira jadi kepikiran dan bertanda tanya tentang keberadaan Saputra si CEO nya itu karna sudah 3 hari tidak ada kehadiran di Perusahaan itu.
"Huh... Kenapa aku badmood ya hari ini?" ucap nya.
Karna kerjaan nya hampir selesai ia pun berhenti sejenak terlebih dahulu kemudian ia duduk di tempat itu dan memainkan ponsel nya agar tidak suntuk.
"Sahira!" panggil nya.
Sontak ia menoleh ke sumber suara itu dan melihat siapa yang memanggil namanya.
"Pak Noval?" gumam nya.
__ADS_1
"Oh iya, nanti pas break kamu bisa temui saya di ruangan pribadi saya?" tanya nya.
"Emm, bisa pak, emang nya ada apa ya?" tanya Sahi.
"Nanti kamu juga tahu" ucap nya sambil tersenyum menatap nya dengan segubuk hati.
Sahira menatap seperti itu seperti ada sesuatu di pandangan Noval, namun ia tak terlalu memperdulikan nya.
Tumben pak Noval manggil saya? Kira-kira apa ya? ucap Sahira bermonolog.
•
•
•
Rizqy bersiap-siap membereskan barang-barang nya untuk balik lagi ke Jakarta, mungkin ini keputusan yang tepat buat memantaskan diri nya sekaligus mengutarakan perasaannya tentang Sahira.
"Sar, semoga dengan waktu ini gua bisa mengutarakan perasaan gua ke elu, tenang aja gua segera balik lagi ke sana." gumam nya, lalu ia pun tersenyum sendiri seperti sedang berbunga-bunga.
Namun Ibunda nya masuk ke kamar Rizqy, seperti menyampaikan sesuatu.
"Rizqy! Itu si Reno udah datang cepat gih samperin!" ucap Zena.
"Lah? Ngapain dia ke sini Bu? Lagian dia ga bilang sama aku mau main ke rumah" ucap Rizqy.
"Udah langsung aja gih samperin paling ada kepentingan" ujar Zena, namun beliau melirik koper yang diberesi oleh Rizqy.
"Eh bentar nak, ini kamu mau siap-siap sekarang mau ke Jakarta?" tanya Zena.
"Eh, iya Bu aku mau siap-siap sekarang"
Lalu setelah itu, Rizqy menundakan persiapan barang nya kemudian keluar kamar menghampiri sohib nya yang baru saja datang kata ibu nya.
•••
"Asek! akhirnya keluar juga lu" cengir Reno.
"Apaan sih lu? Kaga bilang gue dulu mau ke rumah, btw ada apaan?"
"Yeh galak amat si lu? Kan gua Ama lu dah nganggep sodara ya wajar dong kesini tanpa izin dulu?" ucap Reno dengan entengnya.
"Hadeh untung lu bestie gua! cepetan ada apa lu kesini?"
"Iye ye, gua kesini gabut doang si, eh jalan-jalan kuy!? mumpung sore begini adem lagi" sumringah Reno.
"Ah! Kagak dulu! Gue sekarang mau balik Ke Jakarta"
Reno mendengarnya cukup kaget dari perkataan Rizqy dan secepat itu sohibnya balik lagi ke sana.
"Hah? Lu balik lagi ke sana bro? Ck! elah cepat amat dah?" ucap Reno sedikit kecewa.
"Ya lah, ada sesuatu yang harus gua urusin di sana, bhay! Jangan kangen ya" ucap Rizqy, tersenyum miring.
Reno tampak cemberut dan terpaksa jauh lagi dengan sohib nya itu.
__ADS_1