
Binta dan Asdal sangat senang melihat anaknya telah siuman yang cukup sekian lama nya Tiara dalam keadaan koma.
Sedangkan Sasya sangat terharu ia pun cukup rindu dengan saudaranya yang kini sudah jarang bertemuan ataupun kontakan.
"Nak, kamu gimana keadaan sekarang? udah mendingan kan?" ucap Binta mengelus kening Tiara.
Hal itu Tiara cukup heran dan sama sekali tidak mengenal siapa mereka bertiga, lalu ia pun memberanikan buka mulut untuk berbicara.
"Ma-maaf... kalian ini siapa ya?" ucap Tiara gagap.
Sontak Asdal, Binta dan juga Sasya juga terkejut melihat reaksi respon dari perkataan Tiara.
"Tiara, kamu kok ngomong gitu sih ke orang tua kamu? dan kamu juga lupa ya sama kita?" ucap Sasya sedikit heran melihat saudaranya itu.
"Nak, kamu kenapa bertanya seperti itu? memang nya kamu betul gak ingat sama ibu dan juga ayah kamu?" ucap Binta dengan raut wajah sedih, begitu pun dengan Asdal hanya terdiam memandangi anaknya.
"A-a..aku... benar-benar gak ingat siapa kalian, maaf kalau kalian sakit hati" ucap Tiara, lalu mengalihkan pandangannya ke lain.
"Paman, Bibi... seperti nya Tiara ada masalah deh dengan pola ingat nya, kita harus beritahu ini ke dokter!" ucap Sasya.
"Benar nak, kalian disini saja ya, biar Paman ke ruangan dokter langsung"
Sasya dan juga Binta pun mengangguk cepat lalu Asdal bergerak cepat keluar dari ruangan tersebut.
...
Jordan, Lingga dan Aldy kembali muncul di kampus itu, mereka berpenampilan yang sangat outer dan familiar, kini sungguh berbeda dengan sebelumnya tampak orang-orang di sekitarnya menjadi bahan gosip terpanas seketika.
"Wih, mereka makin sangar aja ya? jadi takut gitu"
"Haiss, jadi greget"
Jordan tiba-tiba berhenti tepat di tengah jalan dengan sesuka hatinya begitupun Lingga serta Aldy di belakang nya.
"Eh, ngapa men? kaki lu mogok?" heran Lingga.
"Sembarangan, gue ada ngerasa ada yang gatel nih di telinga gue" ucap Jordan dengan ekspresi komuk.
"Hah? apa tuh?" ucap Aldy.
"Lihat tuh di mading" ucap Jordan menunjukkan dengan gerak-gerik wajah nya ke arah sana. reflek Lingga dan Aldy menoleh ke arah sana.
"Buset... itu ada apaan ya? pengumuman apa lagi tuh" ucap Lingga terperangah.
Jordan sangat penasaran hal itu, ia pun berjalan lebih dulu dari kawan nya menuju ke top mading. Lingga dan Aldy segera menyusul ketua nya ke sana.
"Heh, heh awas-awas! ini ada apaan rame-rame?" ucap Jordan menyingkirkan kerumunan itu di depan mading.
"Eh... itu kak, kami mau lihat prestasi kak Dimas, kak Alan dan juga Kak Saka" ucap nya.
__ADS_1
Jordan melebarkan matanya dan segera mengarahkan ke kaca Mading itu.
"Cih, caper"
...
POV TIARA
Sumpah, gue bener-bener gak paham apa yang gue alami sekarang, sebenarnya gue tau diri gue siapa, tapi kenapa bisa berada di tubuh orang lain?
di kata amnesia sih enggak, gue pun masih inget kehidupan gue sebelumnya, dan lagi gue terakhir itu di kuliah universitas Bima sakti, dan gue masih inget temen-temen gue siapa aja, Keira, Intan, dan juga Salwa mereka juga temen dekat gue, btw kabar mereka sekarang gimana ya? apa mereka masih menghawatirkan dengan keadaan gue sekarang?
•
•
Wanita cantik yang masih muda itu dan juga beraura kerabat tampaknya, tengah duduk di dekatnya dengan tatapan serius serta raut kesedihan di kelopak matanya, itu membuat jantung gue tiba-tiba berdetak tak karuan karna sudah berusaha keras gue mengingat siapa wanita itu dalam handphone si wanita cantik itu.
"Demi apa, gue berada di tubuh orang lain!? sebenarnya kenapa bisa sangkut ke badan orang si?" batin Tiara.
"Tiara, coba deh kamu ingat-ingat, ini aku udah nunjukin foto kamu sama ibu kamu nih, masa gak ingat si?" ucap Sasya berlirih.
Gue hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala dengan perasaan tak enak dengan mereka.
Sementara wanita paruh baya itu tengah berdiri di sana menatap terus ke arah ku dengan kesenduan nya disana, mungkin beliau mengira tubuh orang ini sedang amnesia.
POV TIARA OFF
Sasya sudah berusaha mungkin untuk mengingat kembali dengan saudaranya itu namun hasilnya sia-sia saja, lalu ia pun bangkit dan merangkul bibi nya berdiri itu tengah kesedihan nya
"Bi, bibi kalau mau bicara sama Tiara silahkan aja, Biar Sasya berdiri disini"
"Eh, makasih ya Sya, kamu duduk aja si sofa itu"
Sasya pun mengangguk senyum lalu beristirahat sejenak di sofa itu. tak lama hp nya bunyi menandakan pesan masuk.
💌Khoi : Sya, kamu dimana?
Sasya cukup kaget serta heran mengapa kekasihnya tumben chattan di jam segini.
•••
Gibran cukup heran mengapa di file tersebut tercantum nama perusahaannya yang melibatkan permasalahan saham yang tak setara dengan meeting kemarin.
"Ini kenapa berbeda sekali dengan pembahasan kemarin, Hm. ada yang gak beres ini" gumam Gibran mengamati dengan seksama sembari kedua jarinya menjadi tumpuan di dagu nya.
Tok...tok...tok...
"Masuk"
__ADS_1
"Maaf pak, saya hanya menyampaikan informasi saja bahwa data-data klien yang tercantum bekerja sama di PT. Indopark tersebut, eror beberapa jam lalu disaat menginput data" ucap Sisil, petugas administrasi.
"Apa!?"
Di sisi lain, Beberapa orang yang misterius itu sangat merasa puas dan senang apa yang direncanakan nya telah berhasil dengan misi itu.
"Ahahaha... ini kesempatan bagus buat kita, dengan itu kita bisa memantau apa saja rahasia mereka di sana"
"Betul bos! dan juga kita udah pasangkan alat cam mini di ruangan meeting itu, hanya tinggal kita nikmati saja pemantauan dari perusahaan itu!"
"Kau sungguh cerdas, gak salah aku pilih mata-matai untuk itu" tersenyum smrik.
"Saya mah terlalu tinggi untuk di puji bos" ucap nya.
"Halah, gak usah sok merendah, hahahahaahha"
Dan kini mereka kembali fokus memantau cctv itu dengan seksama.
•••
Sahira baru saja keluar dari ruangan nya menuju ke tempat belakang untuk mengambil katering nya, karna jam segini sudah mulai memasuki jam makan siang.
Tak hanya itu, Noval juga menyusul dan menemui Sahira sudah berada di sana tengah sibuk mencari tempat katering nya dengan susah payah.
Hal itu, Noval berinisiatif membantu gadis itu dan tersenyum lalu menghampiri nya di tengah kerepotan.
"Nih, punya lu kan?" Noval mencari note name itu di tangan nya.
"Eh iya, kamu kok nyariin punya saya sih?" ucap Sahira lalu mengambil nya langsung.
"Gapapa, mau niat bantuin kamu, soalnya tadi kebingungan gitu carinya saking tumpukan katering nya disini" ucap Noval terkekeh.
"Hahaha, iya nih, tapi thanks ya! udah nemuin katering saya" ucap Sahira terkekeh.
"Iya, Oh ya, mau makan bareng gak?" tawar nya.
Sontak Sahira terdiam tanpa ekspresi dan ia bingung ingin makan bersama nya atau tidak.
"Kalau gak mau ya gapapa sih" sambung nya.
"Eee.." namun pandangan Sahira mengalihkan kedua insan itu menuju kesini.
"Kebetulan ada mereka, sekalian ajak aja kali ya" batin Sahira melihat ke arah Kia & Reva.
Dan kini ia menoleh kembali ke arah Noval, "Sama Reva dan Kia bolehkan?" ucap Sahira.
Reva dan Kia baru saja datang dan mendengar nama nya di sebut oleh Sahira cukup heran hal itu.
"Hah? kenapa dengan kita buk?" heran Kia.
__ADS_1
Sementara Noval hanya pasrah saja asal gadis yang ia tawar itu mau makan bareng dengan nya.
...