
Gibran mempersilahkan para klien untuk duduk terlebih dahulu, sementara sekretaris nya juga belum datang saat ini.
"Mari duduk dulu pak... bentar saya panggil ob dulu buatin minum sekalian dengan sarapan kalian!" ujar Gibran dengan senyuman hangat.
"Ah, gak usah terlalu repot pak, kamu juga tadi sudah sarapan tadi di jalan" ucap Sucipto tersenyum.
"Gapapa pak, biar ada nemenin secangkir kopi, haha" ucap Gibran, lalu pergi sebentar ke luar.
Setelah Gibran meninggalkan ruangan nya, kini ekspresi mereka berubah dengan seratus derajat.
"Eh, lu yakin bisa percayain si pak CEO kerja sama dengan kita?" heran Zendra.
"Ssstt, lu jangan banyak tanya entar yang lain kedengar bisa berabe rencana kita!" pelan Sucipto.
Zendra kembali dengan posisi tegap dan berusaha tenang sembari menunggu kedatangan kembali dari pak CEO.
...
Setelah Gibran kembali masuk, kini di temani dengan pelayanan ob dengan membawakan sebuah nampan berisi kopi tiga gelas dan tak lupa dengan cemilan biskuit sandwich Roma kelapa dan bronis.
"Ah, maaf cukup lama, saya tadi juga ada urusan sebentar, ayo mari di minum dulu" ucap Gibran sembari duduk di hadapan mereka.
"Terimakasih pak" ucap nya.
Setelah di rasa refresh meminum dan sekaligus cemilan, kini Gibran memulai membuka obrolan awal untuk memulai rapat di pagi cukup cerah itu.
"Baiklah, karna cukup puas dengan dissert hari ini, kita lanjutkan pembahasan inti dari kerjasama kita pak" ucap Gibran.
Mereka pun kini telah selesai meminum lalu mengangguk siap dari pembicaraan pak CEO itu.
"Ya pak, baiklah, jadi begini, kita ke sini ingin meinvestasikan dana yang cukup banyak tentunya, tujuan misi dan visi kita dengan perusahaan ini semakin berjaya dan lancar pak" ucap Sucipto lantang.
"Betul pak, di sini juga saya membawa sedikit uang bukti nya sekitar 4% untuk melancarkan serta kepercayaan di antara kita" usul Zendra.
"Oh begitu, hmmm... boleh saya minta keterangan dan apa produk kalian yang ingin bersatu di perusahaan ini?" pinta Gibran.
Sucipto melirik ke Zendra, maka hal itu Zendra pun bersiap menjelaskan alias presentasi di hadapan CEO itu.
__ADS_1
...
Saputra baru saja sampai di cafe cadangan kecil yang terletak di lingkungan pepohonan, udara serta aroma sejuk semakin terasa dan adem di hidung nya, ia pun semakin menyukai posisi itu dekat pepohonan.
"Si papah emang jago juga letak strategis di sini, pantes gue disuruh pindahin kesini" gumam Saputra sedikit terkekeh.
Ia pun segera masuk ke dalam, dan kini sudah menunjukkan pukul 07:20 wib di tempatnya itu.
"Kamu ini gimana sih, kerja aja ga becus! pantesan laporan kamu lama betul, malah asik main laptop, kamu niat kerja apa gak, ha?"
"Ma-maaf pak, saya khilaf tapi benar! saya waktu itu cuman refresing aja... sekali saya janji pak gak akan ulangi lagi"
Saputra baru saja masuk dan mendapati keributan di tengah cafe milik nya, ia pun melebarkan matanya melihat kericuhan di sana.
"Heh heh! ada apa ini kok pagi-pagi udah ribut aja!?" tegur Saputra cukup lantang.
Pria yang mengomel itu ialah asisten Saputra dan juga kepercayaan nya. ia pun sedikit kaget melihat kedatangan bos nya itu.
"Eh, maaf pak! ini ada salah satu karyawan, dia lalai dengan pekerjaan nya dan sampai sekarang proses laporannya masih belum kelar, terus pas saya selidiki di balik nya , eh ternyata dia asik main, pak!" ujar pria itu bernama Cio.
Saputra pun melirik ke salah karyawan nya itu, ia pun menghela nafas dan sedikit mengecewakan.
Wanita yang bernama Aksa itu hanya menunduk dan merespon nya sedikit mengangguk.
"Tapi pak, saya cuman sebentar untuk merefreshing, mohon beri kesempatan untuk saya pak, saya janji saya tidak akan lalai lagi" ucap Aksa memelas dan sesekali menunduk.
Saputra tak ambil pusing hal itu, karna karyawan yang ada di sana masih baru-baru dan tidak terlalu banyak pekerja di dalam cafe itu.
"Hm, oke saya maafkan kamu, tapi lain kali jangan ulangi, dan fokus dengan kerjaan kamu, paham?" ucap Saputra.
Aksa pun mengangguk cepat, "Paham pak, terimakasih atas perhatiannya..." ucapnya.
Sementara Cio cukup heran dengan responan bos nya itu, namun ia pun hanya diam saja dan masih sedikit kesal dengan seorang karyawan tersebut.
•••
Di sisi lain, Khoi mendatangi ke rumah kekasihnya dengan perasaan sangat rindu dengan gadis tercinta nya karna akhir-akhir ini cukup sibuk dengan urusan pekerjaan nya. ia pun memutuskan untuk menghampiri ke rumah Sasya di sore hari.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Sasya, kelihatannya masih belum balik sosok gadis itu dari kantornya, ia pun turun dari mobil dan menunggu di perkarangan rumah nya dan duduk di sana.
Cukup lama Khoi menunggu dan kini jam menunjukkan pukul 17:15 wib.
Namun akhirnya tibalah sebuah motor menghampiri rumah itu dan tampaknya ia mengenal gadis itu lalu ia pun tersenyum, akan tetapi Khoi cukup heran mengapa gadis itu tak biasanya menggunakan motor nya sendiri.
Sasya baru saja turun dari kang Gojek itu, ia pun menoleh dan cukup kaget ada mobil di depan rumah nya serta mengalihkan pandangannya ke sosok pria itu dengan menatap nya balik.
"Khoi?" kaget Sasya, kini telah mendekati dengan kekasih nya.
"Hai baby, kok lama?" ucap Khoi mempererat pelukan pinggang Sasya hingga ia cukup risih.
"Eh kamu jangan pelukan gitu, aku baru pulang ih! terus nanti bau aku nempel di baju kamu" ucap Sasya mencoba melepaskan namun tetap di tahan oleh Khoi.
"Gapapa baby, kamu kan tetap wangi di indra penciuman ku" ucap Khoi tersenyum.
"Ih sempat-sempatnya gombal! eh btw tumben kamu nunggu di rumah ku? kenapa ga telpon aku dulu?" heran Sasya, kini merenggangkan pelukannya.
"Ya gapapa si, aku mau suprise ke kamu jadi ya ga perlu bilang-bilang dulu" ucap Khoi menampakkan gigi nya..
"Ya udah kamu mau nunggu lagi? soalnya aku mau mandi dulu"
"Ya gapapa asal itu kamu cantik"
Sasya terkekeh dan menggelengkan kepalanya yang tak henti-hentinya sang kekasih itu menggombal nya terus.
Setelah cukup lama, akhirnya Sasya keluar dengan pakaian sangat rapi dan anggun, dan tak lupa wangi nya menyerngati di hidung Khoi.
"Hummm... makin wangi aja kamu by, mau godian aku ya?" ucap Khoi smrik.
"Hah? apasih, aku cuman makai parfum biar gak bau lagi, oh ya ngomong-ngomong mau ngajak aku kemana?" ucap Sasya.
"Jalan-jalan ke pantai mau liat sunset mau? kebetulan nih matahari udh mau tenggelam" ujar Khoi.
"Wah, mau dong sekalian foto-foto, yuk!" antusias Sasya.
Hal itu Khoi merasa gemas melihat ekspresi Sasya yang cukup menarik perhatian, dan ia pun reflek mencubit kedua pipi nya.
__ADS_1
"Awhh, ish! jangan cubit aku by! sakit tau" kesal Sasya dengan memanyunkan bibirnya.
"Hahaha, kamu sih gemesin, ya udah yuk"