CEO KU SOMPLAK

CEO KU SOMPLAK
~ Eps 21


__ADS_3

#Sita Galau





Keesokan hari nya, seorang dosen tertamvan itu kembali datang di kampus tersebut ia melangkahkan kaki nya menuju ke ruangan kelas B, di sana ada salah satu mahasiswa dari trio StarS dan juga ada ketiga cewek bernama Keira, Intan & Nawal.


Keira sedang fokus mempelajari di buku catatan nya lalu Intan sedang asik bercermin di kaca kecil nya namun sedangkan Nawal sedang mengobrol teman satu nya tentang animean.


Nawal melihat kedatangan Dosen itu menuju ke ruangan kelas B, ia pun segera berdiri dan menyuruh seluruh ruangan itu untuk menenangkan suara bising mereka dan kembali di tempat duduk semula.


"Eh woi, Sstt!! dosen udah pada datang tu!," ujar Nawal.


Otomatis seluruh ruangan tersebut kembali duduk rapi dan tenang.


Lalu dosen tersebut segera masuk ke dalam dan menyapa hangat ke seluruh mahasiswa itu.


"Selamat pagi!," saut nya.


"Pagi pak!," jawab mereka.


Salah satu mahasiswi itu terpesona melihat kegantengan seorang dosen tersebut.


"Ganteng banget sih bapak itu," gumam nya.


Lalu di samping nya berupa Saka yang baru saja mendengar perkataan cewek itu barusan.


"Heleh, gantengan gua lah!," ucap Saka dengan pede nya.


"Idih, pede amat lu..." ucap nya.


"Iya dong diri itu harus pede ga pede namanya pengecut!," ucap Saka.


Dosen mendengar sedikit keributan di tengah bangku tersebut, ia pun memperhatiin dan menegur nya.


"Heh, heh... ada apa itu ribut-ribut?," tanya nya.


"Ee... anu pak, katanya dia bilang, saya itu lebih ganteng daripada bapak!," ucap Saka membalikan fakta dari omongan cewek tadi.


Cewek itu pun merasa geram ia pun segera mencubit lengan nya dan Saka pun kesakitan.


"Ishh apa sih lu, Jangan ngadi-ngadi deh!," ujar nya.


"Awhh, sakit tau! cubitan lu ga maen-maen, Gilak!," ucap nya.


"Sudah-sudah! mari fokus ke depan jangan ada berbicara samping kanan-kiri!," ucap dosen itu.


•••


Sementara di sisi lain, seperti biasa Nur sedang membersihkan tempat meja-meja itu hingga ke sudut sana, di saat Nur kembali ke ruangan belakang ia tak sengaja mendengar percakapan antara Kia & Reva.


"Eh Kia, kita keterlaluan ga sih sama Sahira?," ucap Reva dengan ragu.


"Ngapain coba mikirin dia, dia mah udah fine-fine ae di sana," ucap Kia.


"Tapi kan dari awal emang kita yang buat dia usir di tempat kerja ini, lama-lama gue jadi merasa bersalah deh sama dia," ucap Reva.


"Sttt, ga usah bahas dia deh kalo ada yang denger gimana??," ucap Kia.


"Eh iya-ya, lagian kan tempat ini masih sepi," ucap Reva.


Nur terkejut, ia baru saja mendengar dari telinga nya sendiri dari percakapan mereka.


"Ck, ck... dasar human ga biadab, berani-beraninya mereka berbuat ini ke Sahi," batin Nur, ia merasa kesal dan juga tak terlewatkan kesempatan ini tadi merekam suara mereka, kemudian ia pun segera pergi dari tempat persembunyiannya agar tidak ketahuan.

__ADS_1


•••


Kembali di area Kampus Universitas Bima Sakti, Dosen tersebut segera langsung untuk memperkenalkan dirinya ke mereka.


"Baik lah, karna saya baru masuk di kelas ini, saya perkenalkan dulu, nama Saya Ahmad Nuril Wijaya, di panggil dosen Nuril ya," ucap Nuril.


Beberapa mahasiswi tersebut berheboh dan kembali sedikit bising.


"Sttt! mohon suara nya di kecilkan!," ucap nya.


Sementara itu, Alan & Dimas bersampingan kursi di sebelah kiri pojok dari meja dosen, Lalu Alan dengan mudah ingin membisikan sesuatu ke arah Dimas.


"Eh bro, gua tadi cek hp ada pesan dari seseorang," ucap Alan.


"Hah, apa tuh??," ucap Dimas dengan penasaran.


"Nanti aja pas jadwal ini udah selesai," ucap Alan.


"Woke," ucap Dimas.


selepas jadwal telah berakhir, Dimas, Alan, & Saka bersamaan keluar dari ruangan tersebut.


"Eh, jadi apaan pesan nya??," tanya Dimas.


"Hah? pesan apaan?," tanya Saka.


"itu... si bro Alan katanya tadi pas lagi di ruangan ada pesan masuk," ucap Dimas.


"Hooh bro, nih isi pesan nya," ucap Alan sambil memperlihatkan layar hp nya ke mereka.


...





Flashback on


Sita udah tiba di perusahaan itu, ia berniat untuk menemui Saputra di sana, Karena dari sebelumnya ia sudah tahu bahwa Saputra bekerja di tempat kerja papa nya.


Sita menghampiri dan melapor ke ruangan staf admin tersebut tentang keberadaan si Saputra.


"Permisi, mau tanya apa sekarang Saputra nya ada?," tanya Sita.


"Oh bapak Saputra, ada mbak beliau jam segini biasanya jam-jam beristirahat," ucap nya.


Sita menoleh ke arah sana, lalu ia melihat Saputra di rangkul oleh seorang cewek.


"Pelan-pelan, nanti terkilir gimana?," ucap nya.


"Gapapa biar cepat sampai nya ke mobil gua," ucap Saputra.


Sita merasa kesal dan tercampur hati nya teriris-iris melihat ia sudah mulai dekat bersama cewek lain, karna Sita tak mau ketahuan keberadaan nya di sana ia pun segera pergi secepatnya.


Flashback Off


"Oii!,"


Sontak Sinta terkejut dan segera menoleh ke orang itu.


"Ish, ngangetin aja lu!," ucap Sita dengan wajah kesal.


"Yaelah, galau lu? kenapa dah?," tanya Della.


"Ck, au ah malas gua ceritain... lu pasti tau lah gua kemarin habis darimana," ucap Sita, ia pun segera pergi menuju ke parkiran.

__ADS_1


"Yehh, main pergi aja... tunggu Sit!!," ucap Della.


•••


Sementara itu, Sahi masih memikirkan kecerobohan kerja nya kemarin ketika Saputra terpeleset yang jadi korban selanjutnya.


"hufft, kerjaan gua ga becus di sini, kemarin si Nafisah yang terpeleset sekarang bapak itu, aduhh... lama-lama aku merasa ga pantas kerja di sini," batin Sahi dengan wajah sedih di dekat pintu WC.


Flashback on


Sahi sedang mengepel yang cukup tergenang air nya di lantai tersebut, lalu beberapa menit kemudian Saputra sedang asik melihat ke arah handphone nya tanpa melihat lantai itu sedang berair.


"Awhhh," rintih Saputra.


Sahira membelalakkan matanya melihat Bos CEO itu terjatuh dari lantai.


"Aduhhh, maaf pak! tadi bagian itu belum saya ngepel," ucap nya.


"Awhhh, tolong bantuin gua!," ucap Saputra.


••Skip••


Di mobil, Sahi mengantarkan Saputra ke tempat mobil nya.


"Maaf ya pak, gara-gara kerjaan saya bapak jadi terkilir begini...," ucap Sahi.


"Tau nih, makanya kerja itu yang becus napa?," ucap Saputra.


"I-iya pak, saya minta maaf,"


"Ga-ga... lagian saya tadi juga ga lihat lantai nya berair dan juga ga tau kamu lagi ngepel," ujar Saputra.


"Eee tapi kan-,"


"Sudah-sudah, kamu kembali ke tempat kerja kamu terus beresin dan thanks ya udah nganter gua ke sini," ucap nya.


"Ee baik lah pak, sama-sama," ucap Sahi lalu ia pun segera masuk kembali dan membereskan peralatan kain pel tersebut.


Flashback off


•••


Di sebuah jalan yang sangat sepi, Dimas dan teman-temannya berada di tepi jalan sana mereka melihat sana-kemari mencari sosok orang itu.


"Eh, ini kenapa dia minta kita kesini?," tanya Dimas.


"Ga tau dah, tapi gua lihat-lihat bener kok lokasi nya di sini," ucap Alan.


"Heh, paling yang ada nih ye nanti kita di teror!," ujar Saka.


"Yaelah Jan ngadi-ngadi lu!," ucap Dimas.


"Eh-eh Gais! ada rombongan motor muncul tuh!," ucap Alan.


Alan melihat dari jauh keliatan para geng motor datang menuju ke arah nya.


"Eh, tapi kenapa kek ada yang janggal ya?," ucap Dimas.


"Udah kita lihat nanti apa maksud dan tujuan mereka!," ujar Alan.


Sesampainya geng motor itu di sana, mereka dengan memakai helm hitam full head jadi nya trio StarS tak mengenal mereka siapa, dan para rombongan tersebut turun dari motor nya dengan tertawa remeh.


"Ahahaha, ternyata kalian bener-bener jagoan! kami kira kalian pengecut," ujar nya.


"Heh! lu pada mau ngapain dah? terus apa maksud nya nyuruh kami ke sini?!!," ucap Saka.


Namun para geng motor tersebut memberi kode ke temen-temen nya untuk menghajar ke trio StarS itu.

__ADS_1


"Sial, mereka mau ngehajar kita!," gumam Alan.


Bersambung...


__ADS_2