CEO KU SOMPLAK

CEO KU SOMPLAK
~ Eps 8


__ADS_3




Sesampainya di rumah, Sita teringat sesuatu lalu ia pun segera mengecek nya di saku nya.


"Waduhh, hilang dong? gimana nih," gumam Sita.


Kemudian Adiknya baru saja tiba ntah darimana dan melihat kakak nya sedang mencari sesuatu.


"Eh Kakak dah pulang, btw lu nyariin apaan?," tanya Nawal.


"Eh lu, ini gua nyari kertas berharga gua kaga ada di saku," ucap Sita.


"Tercecer mungkin, terakhir lu nongkrong dimana?," tanya Nawal.


lalu Sita berusaha mengingat nya namun ia pun teringat bahwa ia terakhir kali nya di tempat Coffe.


"Waduhh Kaka terakhir tadi pas di Coffe sama temen," kata Sita.


"Yeh, coba besok ke sana lagi kak, siapa tau pelayan Coffe menemukan nya," ujar Nawal.


"Hooh, eh btw lu habis darimana?," tanya Sita.


"Ini habis ngerjain kelompok," jawab Nawal.


"Oh ya sudah yuk masuk," ujar Sita.


•••


Di sisi lain, Nur bingung mau diapain kertas yang tadi di temukan oleh pelayan satu nya.


"Gimana gue cari tu cewek ya, mana di sini kaga ada alamat nya lagi," gan Nur.


"Au dah paling dia besok ke Coffe lagi," ujar Nur.

__ADS_1


Malam hari nya, Sahi bermakan malam bersama ibu nya di dapur selepas itu Sahi menjelaskan pekerjaan tadi mengapa bisa cepat pulang.


Lalu Ibu nya sedikit kaget dan seketika emosional.


"APAA!? DI PECAT!??," ucap Rena.


"Tunggu dulu Bu, aku belum selesai ngomong," kata Sahi.


"Gimana bisa kamu di pecat? Pasti kamu berulah ya di sana!?," ucap Rena.


"Astaghfirullah bukan bu, ini itu salah paham dan aku ga ada niat sama sekali mencuri barang berharga pemilik Coffe itu," jawab Sahi.


"Halah, paling kamu suka cari alasan kan?," kata Rena.


"Terserah ibu deh, yang penting aku ga ada niat mencuri itu dan aku lupa mengembalikan nya," ucap Sahi lalu ia pun segera masuk ke kamarnya.


•••


Beberapa hari kemudian, si pelaku alias teman dekat telah di hadapi oleh Afgan dan mereka pun berintegrasi di ruangan pribadi Afgan.


Flashback on


Di saat jam sedang bekerja, Dirga sedang sibuk mengetik sesuatu di laptop nya namun hp nya masuk dapat panggilan dari seseorang.


Dirga: "Ya halo, dengan siapa?,"


Suster: "Maaf pak, ini saya suster pekerja di rumah sakit Cemara, apa benar ini saudara Dirga dari anak ibu Nirmala?,"


Dirga: "Iya dengan saya sendiri, ada apa ya?"


Suster: "Begini mas, Ibu anda sedang mengalami drop tadi pagi dan akhirnya tetangga anda sudah menolong nya membawa ke rumah sakit,"


Dirga: "Apa!? Ibu saya sekarang di rumah sakit??,"


Suster : "Iya pak, apa bapak bisa hadir ke sini?,"


Dirga : Baik Sus, saya segera kesana dan kirim alamat rumah sakit itu!,"

__ADS_1


Suster: "Tenang pak saya segera mengirim nya lewat chat"


Seketika Dirga panik ia bingung mau ngelakuin apa, tidak mungkin ia kesana tidak membawa uang sepersen pun dan ia pun berfikir sejenak bahwa ia terpaksa mengambil uang amanah itu di gudang rahasia, karna salah satu kepercayaan di Perusahaan ini ialah Dirga teman dekatnya Afgan.


1 jam sebelum pergi, Tino memberes berkas-berkas nya dan memasukkan ke dalam tas lalu setelah itu ia menuju ke gudang itu dan mengambil sekian.


Jam 04:20 wib sore, Dirga berburu-buru hingga tak sengaja menabrak seseorang.


"WOI PUNYA MATA GA LU,!?" ngamuk Saputra.


"Astaga gua nabrak anak nya Afgan, udah ah gua ga punya waktu untuk itu, gua pentingin ibu di rumah sakit," gumam Dirga.


Flashback off


Afgan mendengarnya cukup paham dan tetap itu adalah perbuatan salah.


"Dengar ya, saya tak peduli apapun itu dan apa yang kamu lakuin dengan cerdik di perusahaan ini, saya tetapkan ini tidak dibenarkan sama sekali!, jadi jika anda ingin membutuhkan uang lebih dari itu saya akan mentransfer berapa mau nya anda dan setelah itu saya mempersilahkan anda angkat kaki dari perusahaan saya," ujar Afgan.


Dirga hanya bisa terdiam dan tujuan nya memang benar ia mencari kesempatan bekerja di sana hanya mencari uang lebih untuk kepentingan pribadi dan masalah keluarga nya.


"Baik pak, terserah anda saja tapi saya meminta maaf sebesar-besarnya sudah mengkhianati bapak kebelakangan ini,"


"Hm, ya sekarang anda sudah boleh pergi dari sini jangan pernah datang lagi di hadapan saya!," ucap Afgan.


Dirga bangkit dari tempat duduk nya lalu ia pun segera pergi tetapi ia merasa berat hati, seketika ia sadar bahwa selama ini Afgan sudah baik kepadanya dan lagi ia mengeluarkan air matanya berfikir bahwa dia emang tidak pantas berteman maupun mendekati Afgan teman dekat nya selama ini.


Sementara di posisi Afgan ia melihat nya berhenti di tengah jalan dan setelah itu ia segera membuang muka.


Lalu Dirga pun melanjutkan langkah nya untuk pergi dari sana.


Kemudian Afgan menelpon Asisten nya,


Afgan : "Halo Fita? Tolong kamu buat brosur atau terserah di media mana, kamu buat lowongan kerja minimal beberapa orang."


Fita : "Ooh baik pak, laksanakan!,"


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2