
Khoi sudah berada di lantai dasar, ia mencelengak-celenguk sambil mencari seorang cewek itu kemarin.
hm.. kemana dia ya?, kemarin dia sambut saya di sini... batin Khoi.
Namun tak lama kemudian, Saputra datang menghampiri nya, dengan senyuman hangat hingga berjabat tangan.
"Pagi!," sapa Saputra.
"Pagi juga," jawab Khoi membalas senyuman hangat.
"Ya sudah, kita langsung saja ke ruangan nya, tapi lebih cepat pakai lift saja," ujar Saputra.
Namun Khoi & Saputra pun berjalan menuju lift.
•••
Sahi meletakkan tempat pengeringan pel itu di tempat nya, namun tak lama kemudian hp nya berbunyi menandakan pesan notip masuk.
Triingg...
Chat In What'sApp...
Rizqy
Hai Sah, lu apa kabar?
¹⁰•¹²
^^^Alhamdulillah baik, lu gimana?^^^
^^^¹⁰•¹³√√^^^
Alhamdulillah baik juga,
oh ya gua sampai lupa
ngabarin lu kemarin.
¹⁰•¹⁴
^^^Iya gpp^^^
^^^¹⁰•¹⁴√√^^^
^^^Oh ya Qy, nanti dulu y lanjutin chattan nya soalnya aku masih ada kerjaan^^^
__ADS_1
^^^¹⁰•¹⁴√√^^^
Woke, semangat ya kerja nyaa
¹⁰•¹⁵
Sahi pun segera memasukkin hp nya ke dalam saku nya.
Lalu di sudut sana seseorang terpeselet ketika melewati lantai itu, dan Sahira pun sedikit panik melihat orang di sana terjatuh kesakitan lalu ia pun segera menghampiri nya.
"Awhhh..."
"Eh, Maaf-maaf lantainya masih belum kering, kamu gapapa??," kata Sahi.
"Sedikit sakit sih, tapi gapapa mungkin aku ga liat-liat tadi," ujar nya.
"Ohh, gitu... perlu di obatin?,"
"Eh ga usah, lagian ga ada luka,"
"Oke deh, btw nama kamu siapa?,"
"Nafisah,"
•••
"Ck, kapan sih kelar nya lama-lama gua ngantuk di sini" batin nya.
Lalu ia pun berencana cabut secara meminta izin ke toilet.
•••
Di sisi lain, Keira & Nawal berkeliling di kampus di sekitar sini.
"Eh, si intan kemana sih, kata nya bentar doang ke toilet," tanya Keira.
"Ga tau tuh, paling dia boker," ucap Nawal.
Selepas keluar dari toilet Intan segera nyusul ke teman nya, namun ia melihat Dimas berjalan menuju ke toilet dan intan pun berpura-pura tidak melihat.
Karna Dimas melihat intan berjalan keluar dari toilet, ia pun menyahut nya.
"I-,"
hm mending ga usah dulu dh... batin nya.
__ADS_1
•••
Di perusahaan, Saputra sedang menerangkan presentasi nya di layar infokus, sementara itu Sasya juga ada di sana dan membuat Khoi mencuri perhatian ke arah nya.
Karna Sasya tak sengaja melihat ke arah Khoi, Sasya pun menyadari ia memerhatikan daritadi ke arah nya dan membuat Khoi merasa malu sehingga kembali fokus ke layar infokus.
dia kenapa lihat aku begitu ya... batin Sasya.
Setelah presentasi nya kelar, Saputra mengajak Khoi & klien-klien nya makan bersama selepas jam 12:30 wib.
"Hahaha akhir nya rapat kita udah kelar, Oh iya sebelum kalian balik gimana kalo kita makan bersama dulu?," ujar Saputra.
"Iya pak boleh dengan senang hati," ucap Khoi.
Tetapi tidak dengan Sasya ia memilih untuk makan di tempat lain bersama teman-teman nya.
"Emm, kalau begitu saya pamit dulu ya pak," ucap Sasya.
Namun Saputra menahannya...
"Eh, mau kemana? ga makan bersama dulu di sini," tanya Saputra.
"Ee... ga usah pak saya makan sama teman lainya saja,"
"Oh ya sudah kalau itu mau mu," ucap Saputra.
Yahh...ga bisa lihat dia lagi dong. batin Khoi.
•••
Sahira mengambil sebungkus nasi itu sebagai jatah nya.
Di saat Sahi sedang makan, Echa menghampiri nya menawar makan bersamanya.
"Eh, kok makan nya sendiri di sini? ga gabung sama karyawan lain??," tanya Echa.
"Ee... gapapa, pengen sendiri aja," ucap Sahi sambil mengunyah nasi.
"Oh gitu, ya sudah aku boleh kan makan di sini sama kamu?," ucap Echa.
"Boleh-boleh, silahkan," ucap Sahi.
Echa & Sahira pun akhirnya makan bersama dan menikmati sebungkus nasi itu.
Bersambung...
__ADS_1