CEO KU SOMPLAK

CEO KU SOMPLAK
~ Eps 51


__ADS_3

*


*


*


Sahira baru ingin berangkat ke kantor namun ada pesan notif dari karyawan kantor nya itu.


Quon : "Eh, sar! itu tadi ada calon lamar udah datang ke kantor kita! buruan gih cepet datang! keburu lumutan ntar dua ciwi itu"


sahira : "Oh oke² ni aku mau berangkat kok ke kantor, bilang aja ya bentar lagi aku


kesana 15 menit !"


Pria yang tadi mengantarkan calon lamar itu bernama Quon, dan ia pun segera menghampiri kedua wanita itu lalu menyampaikan nya.


Di sisi lain, Keira serta Intan tampak asik berminum jus kesukaannya di ruangan kelas nya.


Keira tampak melamun lantas membuat Intan heran dan menegurnya.


"Eh Kei? lu ngelamun apa?" ucap Intan, sembari menyodot pipit nya di mulut.


"Ah, ini gue masih kepikiran sama Nawal, sebenarnya waktu itu benar gak sih dikatakan si geng mereka itu?"


"Ohh, pas kita ke kelas d ujung itu ya? udah ngapain segala percaya ma mereka, yang sekarang tu kita harus menjalani misi yang dikatakan Saka kemarin itu!"


"umm, iya sih, ah sudah lah kita harus bisa menemukan Nawal!"


"Ho'oh!" balas Intan.


Di sisi lain, Sosok berupa Nawal itu memerhatikan kedua insan itu tampak membicarakan tentang nya, namun sayang nya di dalam dirinya buka seorang Nawal melainkan jin lain yang telah mengusai milik tubuh nya itu.


"Hahaha, kasian sekali teman-teman nya itu, sampai kapanpun kalian berusaha mencarinya tidak akan pernah menemui sosok gadis tubuh ini karna dia sudah beda alam dan menjadi budak kami!"


Lalu sosok berupa Nawal itu seketika menghilang sekejab.


Sita, Della Angel serta Zahra melewati kelas Keira dan memandang lewat kaca jendela itu, Keira sontak menoleh dan tampak lah sosok geng itu berjalan dengan tatapan smrik ke arah nya.


Keira sedikit geram dan ingin rasanya membantai mereka namun apa daya dirinya hanya sebatas debu di awang-awang.


"Gue yakin pasti mereka dibalik ini semua... " batin Keira menatap tajam ke arah mereka.


*


*

__ADS_1


*


Sahira baru saja sampai ke kantor nya dan segera turun untuk menemui sosok calon karyawan itu.


Sesampainya di dalam, tampak Sahira masih belum menemui kedua calon lamaran itu ia pun langsung masuk ke ruangan nya dan bersiap-siap bekerja kembali lalu menuju ke tempat penungguan mereka.


"Dengan calon la-" potong Sahira, ia seperti nya tak asing dengan kedua wanita itu.


reflek kedua itu menoleh dan tampak sangat terkejut bahwa seorang di hadapan nya merasa tak menyangka apa benar ini HRD nya? pikir kedua wanita itu.


"sa-sahira?" pelan Reva, ia merasa deg ketika bertemu dengan sosok wanita itu yang pernah mereka berbuat jahat kepadanya.


"Sahira? lu.. disini juga?" ucap Kia, ia tampak sedikit santai saja tidak ada rasa kegugupan ataupun apalah itu.


"Iya... jadi kalian calon kerja di sini? bagus deh gak nyangka ya kita bisa ketemu lagi dengan suasana berbeda" ucap Sahira tersenyum.


"Emm... saya... kami sebelum nya merasa bersalah banget waktu kerja sebe-"


"Suttt! bahas apa sih? katanya kesini mau ngajuin lamaran kok malah bahas yang lain?" motong Sahira.


"Ah iya Sah, kita kesini mau ngajui itu" ujar Kia.


"Ya sudah, yuk ikuti ke ruangan saya" ujar Sahira.


Tampak Reva merasa gak enakan dan gak menyangka bahwa HRD nya ialah Sahira.


Sahira merasa sempat heran kedua wanita, mengapa bisa mereka melamar di perusahaan ini? dan kenapa bisa mereka pindah kerjaan dari tempat sebelumnya.


"Bentar, kalian kenapa bisa lamar kesini? terus bukannya sebelumnya di cafe ya?" tanya Sahira dengan keheranan nya.


"Ee... sebenarnya ini salah kami juga sih, karna ketauan kami penjahat kamu jadi kami dikeluarkan sama pak Jack" ucap Reva pelan.


"Iya Sahira.... kami mau minta maaf sama kamu! dan kami juga gak menyangka kamu bisa disini" ucap Kia.


Sahira pun tak masalah dan tidak ada rasa dendam dengan mereka, dengan sadaran diri masing-masing dan menembus kesalahan nya sudah cukup bagi Sahira.


•••


"Eh Sit! lu gimana berduaan sama Ryo itu? dia luluh gak sama lu?" ucap Della.


"Ya... kalau. masalah itu sih gue kagak tau yang pasti gue bisa berduaan sama dia dan bisa move on sama Saputra" ucap Sifa tersenyum senang.


"Wah, sebentar lagi dia pasti mau melupakan si Nawal itu!" ujar Angel.


Zahra yang merasa semakin kesini makin kesana dengan pergengsn mereka itu, ia kini tak sreg lagi dengan geng nya. lalu Zahra pun mencoba cari suasana baru dan berbaur dengan teman lainnya.

__ADS_1


"Eh ges! Gue cabut dulu ya ada urusan!" ucap Zahra.


"Oh oke lah, Hati-hati ye!" ujar Della.


Tampak reaksi Sita merasa ada yang aneh dengan tingkah kawan satu nya itu. namun ia tak terlalu memperdulikan tentang itu.


Sementara di sisi lain, Jordan, Lingga serta Aldi kembali muncul di hadapan di kampus itu tampak cukup lamanya mereka menghilangan ntah alasan apa


"Eh bro! kita malakin ke kantin yuk! udah lama kagak palakin, sksksk!" ujar Lingga.


"Kuy, kita rusuhin tu kantin" ucap Jordan dengan senyuman smrik.


Setelah di kantin, tampak Jordan tersenyum smrik lalu memulai aksinya jadi pentolan di sana.


Letak posisi kantin itu memang berdekatan dengan kampus namun tidak satu area, hal itu tidak ada berhubungan dengan pihak kampus karna apapun yang terjadi tidak ada bertanggungjawab oleh pihak kampus tersebut, maka dari itu lah banyak sekali orang-orang semena-mena dan bahkan di sana tempat yang sangat liar sekali dan bebas memperlakukan apa saja.


"Heh! serahin uang lu ke gua! atau gua rusakin ni cewek lu" ancam Jordan, bergegas menarik lengan si cewek itu dan sontak tubuh nya tertarik hingga berdiri.


"Awhh, kak tolong lepasin aku... " gemetaran ketakutan si cewek itu, tampak cowoknya merasa emosi karna sedang asik-asik nya menikmati momen dengan pujaan hatinya, dan lagi dengan kondisi ini pengeluaran uang nya hanya kecukupan untuk hari ini.


"Heh? maksud lu apa? lepasin cewek gue!" bentak Pria itu tatapan tajam, ia tak terlalu takut dengan geng itu, tampak ia tak terlalu kenal siapa mereka.


"hengh? serahin uang lu atau lu mau cewe lu gue bawa?" ancam keras oleh Jordan.


"Sayang! kamu serahin aja aku takut, hiks" ujar si cewek itu meringis dengan cengkraman Jordan.


"Ulululu, pengertian amat sih cewek lu ini, pantesan gak salah pilih" timpal Lingga, sesekali mencolek dagu si cewek itu, hal itu membuat sosok pria itu sangat emosi dan reflek menonjok pelipis si Lingga.


brugghh...


"Jangan sentuh Cewek gua, anjg!" pekik pria itu, reaksi Jordan hanya santai saja dan berekspresi senang dengan kehebohan itu.


Pemilik kantin itu hanya sebagai penonton was-was karna tak berani menghalangi keributan mereka sebab ada sisi trauma dengan kejadian sebelumnya.


Jordan meminta Aldi untuk mengcekram si cewek itu untuk jaga-jaga, lalu ia pun menghampiri si pria sok jagoan itu, lalu tanpa aba-aba Jordan langsung menonjok keras ke bagian pipi si pria itu, alhasil pria itu terpental brutal hingga ambruk di atas meja penuh penyajian bumbu makanan yang menjadi berantakan.


Satu kantin itu semakin heboh tidak ada yang bisa mencegah kedua insan itu.


Lalu Jordan menarik keras dan memberi pengarahan oleh nya.


"Lu kalau sok jagoan mending nurut aja deh sama gue, atau lu mau cewek lu gue jilatin?" ledek Jordan tersenyum tawa.


"BNGKE LU!"


BRUGGHH...

__ADS_1


Lagi-lagi pria itu digebuk dengan tangan Jordan dan pria itu tergeletak tak berdaya serta pipi nya dan di ujung bibir nya meningggalkan memar di sana.


__ADS_2