CEO KU SOMPLAK

CEO KU SOMPLAK
~ Eps 5


__ADS_3

Sita, Della, Angel & Zahra sudah berada di parkiran dan menaiki motor nya masing-masing.


"Eh, Sit. emang lu bener ga kenal sama kasir tadi tu?," tanya Della.


"Kaga, lihat dia aja baru kali ini," kata Sita.


"Tapi kan lu juga pernah celakaan pas itu, masa lu ga ingat?," tanya Della.


"Eh, iya juga ya kok gua ga kenal sama tu orang, ah.. paling mirip doang kali," ujar Sita.


"Tapi kan lu lagi amnesia bodo, coba lu ingat lagi," Della.


Sedangkan Angel & Zahra tidak tahu apa-apa dan menyimak.


"Iya ga weh? Ish kalian nih diam aja," ucap Della.


"Lah aku mana tau kan kita baru-baru ni temenan pas itu," Angel.


"Iya lagian aku sama Angel baru-baru tahun ni juga sama kalian," kata Zahra.


"Oh iya, ya sudah deh," kata Della.


"Au dah, ngapain juga bahas tu orang buat jadi pening aja," ujar Sita.


Dan mereka pun segera menghidupkan motornya dan pergi meninggalkan Caffe itu.

__ADS_1


•••


"Akhirnyaa kenyang juga mana makanan di sini enak bener," ucap Saputra.


Lalu tak lama kemudian Afgan menghampiri anaknya sedang duduk kekenyangan.


"Bagoss, udah jam berapa ini masih aja kamu di sini!," tegas Afgan.


"Eh, papa, kan udah selesai nih tunggu 5 menit lagi ya pa," ujar Saputra.


"Tidak ada tunggu-tunggu! Ayo ikut sekarang! Bentar lagi ada acara meeting bersama teman papa!," kata Afgan.


"Aduhh, pake meeting segala," gumam Saputra.


"Kamu ini mau jadi apa! Gini aja dah ngeluh gimana dengan ada masalah nantinya!," ucap Afgan.


"Cepat! Gak malu apa di lihat karyawan papa!,"


"Iya-ya," lalu Saputra pun membayar makanan nya dan segera pergi bersama Papa nya.


Di Coffe, Nur merasa jenuh dan galau ketika sudah tidak lagi teman dekat nya yaitu Sahi.


"Hufft, sepi juga ga ada Sahi di sini," gumam Nur.


Lalu Kia & Reva satu kerja di Coffe itu alias saingan musuh nya Sahi & Nur, mendekati Nur.

__ADS_1


"Duhh kasihan nya ya di tinggal sahabat nya, gimana? enak gak?," ledek Kia bersama Reva di samping nya.


"Pala kau enak, ngapain kalian di sini!? eneg gue lihat wajah lu pada!," ucap Nur.


"Eh ehh! kurang ajar ni orang, di kata kita bangkai apa!," kata Reva.


"Heh, dengar ya! lebih baik lu cari kerja lain deh dari sini, daripada keganggu sama kita ya gak, Va?," ucap Kia.


"Hahaha, iya tuh daripada lu kesepian di sini mending nyusul dah sama sahabat lu itu," ujar Reva.


"Lu mau ngusir gue dengan halus ya? terserah gue lah mau kerja di sini apa kaga, gue di sini tu mau cari uang bukan cari teman!!," ucap Nur dengan wajah geram.


"Ah udah lah Ki, ngapain juga kita berdebat sama dia yang ada buang-buang waktu," ujar Reva.


"Iya juga ya, yang ada ntar kita ketularan bangkai dari dia, hahaha," ucap Kia.


Nur yang mendengar perkataan terakhir dia, ia merasa geram dan mengepalkan tangan nya ingin menonjok mereka namun ia sadar bahwa di sini adalah tempat kerja nya, yang ada nanti jadi masalah baru.


Sementara di sisi lain, Sahi sudah berada di tepi jalan dekat kota besar.


"hufft, semoga aja di sini ada lowongan kerja," gumam Sahi.


1 jam kemudian... beberapa gedung dan tempat lain nya masih belum ada tanda lowongan kerja di pawang nya.


"udah keliling di daerah sini tapi masih belum ada buka lowongan," gumam Sahi.

__ADS_1


dan akhirnya Sahi merasa lelah ia pun memutuskan untuk balik ke rumah nya.


Bersambung...


__ADS_2