CEO KU SOMPLAK

CEO KU SOMPLAK
~ Eps 31


__ADS_3

(Nafisah)





Sementara di kost, Gita baru saja siap makan hampir 1 jam hingga Bagas memakan waktu menunggu kekasih nya itu.


"Lama juga ya kamu makan, sayang!" ucap Bagas.


"Lagian sih kamu gak kasih aba-aba dulu jadi nunggu lama kan!?" ucap Gita.


"Gapapa deh, asal bisa tonton gratis," ucap Bagas, nyegir.


"Udah bentar ya, aku mau ke kamar mandi dulu" ucap Gita lalu bangkit dan menuju ke kamar mandi untuk menggantikan pakaian mini nya.


Bagas melihat lekukan tubuh Gita yang tampak montok dengan menggunakan pakaian mini itu ia pun berusaha menelan Saliva nya, sebagai pria normal tidak ada salah kehasratan nya menegang karna telah digodai dari mata cucian nya itu. *bagi yang cewek, itu alasan nya mengapa aurat itu wajib ditutup. anzay:v


Bagas pun tak bisa menahan hasrat nya yang sedari tadi memperhatikan tubuh sang kekasih nya.


Dengan memasang senyuman smirk nya di wajah Bagas, ia pun dengan cepat menyusul Gita di kamar mandi.


...


Sudah 2 jam lebih, Saka sudah mencari Abang nya hingga sekarang masih belum ada info apa-apa, sampai detik ini Saka kelihatan pasrah dengan keadaan nya sekarang, namun Saka memutuskan untuk pergi ke pantai seorang diri.


"AAAAAAA" teriak hebat.


Saka terduduk lemas dan berjongkok di pasir pantai tersebut, ia tampak raut wajahnya menggusar.


"BANG ANDREE LU DIMANAA? GUA CARI LU DIMANA LAGI? APA LU MASIH HIDUP?HA? GUA CAPEK BANG, GUA HARAP LU BISA BALIK LAGI KE RUMAH!"


Dada Saka sedikit sesak perlahan-lahan ia akhirnya menangis sejadi-jadinya, ia tak tau harus mencari Andre kemana lagi dan apa yang bisa mempan menemukan Abang nya.


Sementara Alan, ia tidak berhenti begitu saja, ia berusaha keras membantu sohib nya agar bisa berhasil menemukan Abang nya, Alan sedang mengelilingi jalan raya lalu menanyakan sebuah foto seseorang yang telah hilang beberapa hari yang lalu.


Lalu di sisi lain, Dimas tampak kewalahan dan cukup banyak orang-orang lewat namun tidak dapat info apa-apa, karna ia merasa capek ia pun berhenti sejenak dan duduk di kursi di tepi jalan.

__ADS_1


Sontak Dimas menoleh ke arah samping seperti nya ia melihat seorang gadis berpakaian kantoran menuju ke warung itu, dan untuk kali ini Dimas pun mencoba menghampiri si wanita itu dan mencoba-coba tanya kepada nya.


"Eh mbak? Saya boleh nanya gak?" ucap Dimas.


"Iya, tanya apa?" ucap nya.


"Kamu pernah lihat wajah pria ini gak?" ucap Dimas menyerahkan foto nya di handphone nya, Ya sebelum nya Saka sudah membagi foto Abang nya ke grup chat mereka agar lebih leluasa mencari nya.


Sontak wanita di samping nya itu terlihat kaget melihat foto pria itu di handphone Dimas.


"Ee.. pria ini..." gantung wanita itu, tampak Dimas sumringah seperti nya wanita itu mengenali foto pria di handphone nya.


"Siapa mbak? Apa mbak pernah melihat wajah pria ini?" tanya Dimas sekali lagi.


"Pria ini kan salah satu pasien di rumah sakit itu..." ucap nya pelan.


Sontak Dimas membelalakkan matanya, setelah mendengar kata 'pasien rumah sakit'.


•••


Salma tampak sumringah, akhirnya Pria itu sudah siuman juga. usaha bekerja 2 hari 2 malam tak sia-sia mengobatinya.


"Alhamdulillah, akhirnya kamu udah sadar!" ucap Salma tersenyum.


Salma terdiam, ia tampak bimbang karna ia tak ingin saja memberi tau bahwa ia dan adik nya lah yang membantu nya.


Tak lama kemudian, seseorang membuka pintu itu sontak Salma dan si pria itu menoleh ke arah pintu, ternyata ialah sang Dokter seorang diri masuk ke ruangan nya, tampak beliau memeriksa dan mengecek kondisi pasien itu sekarang.


"Syukur lah, akhirnya anda sudah sadar" ucap Dokter itu tersenyum.


Lalu Dokter pun segera periksa kondisi nya, sementara Salma sebagai suster berinisiatif membantu dokter seperti suster pada umumnya.




Gita merasa lelah dan badan nya ambruk di dalam WC, sementara Bahas ia terlihat biasa saja lalu ia segera memasang celana serta baju nya.


"Dasar mesum! Kamu gimana sih? sampai tertunda tujuan kita apa, malah bermain beginian!" ucap Gita tampak kesal.

__ADS_1


"Santai aja sayang, kan masih jam 3, jadi masih buka lah tu bengkel nya," ucap Bagas sambil mengelus pucuk kepala Gita.


Gita hanya bisa mendengus kesal dan masih sakit di daerah intinya.


"Tanggung jawab nih! Lu udh main kasar mulu tadi kemaren! Gak tau apa jadi wanita tu gimana!" ucap Gita tampak kesal namun Bagas hanya tersenyum saja melihat keomelan pacar nya itu.


"Aduh sayang, kamu kok marah-marah gitu sih malah tambah gemesh tau, tapi tadi kamu kenikmatan bukan?" ucap Bagas lalu mendekati di telinga Gita, itu membuat Gita lagi-lagi bulu kuduk nya berdiri.


Gita segera mendorong badan Bagas hingga ia kepental ke dinding WC.


"Udah sana keluar! terpaksa deh gua mandi lagi" ucap Gita ketus.


Bagas pun menurut saja lalu ia segera keluar dari kamar mandi, namun di balik raut wajah Bagas berubah menjadi berekspresi licik dan ntah apa rencana dia selanjutnya di balik ini.


•••


Sementara Dimas masih tak menyangka bahwa wanita itu telah mengetahui keberadaan Abang nya Saka dimana, dengan sigap Dimas pun segera memberi tau Saka melewati telepon agar Saka pun tidak perlu lagi mencari kesana kemari.


Di saat Dimas menelpon Saka, ternyata handphone nya tidak aktif.


"Waduh, hp nya gak aktif lagi" gumam Dimas.


Sementara wanita yang masih berdiri di samping Dimas, ia pun memberanikan diri nya bertanya.


"Ee... tapi ngomong-ngomong kamu ini siapa nya pasien ya?" tanya nya.


"Ah, iya. saya ini Abang nya teman saya yang kehilangan Abang nya, eh buset gimana sih ngomong nya" ucap Dimas sedikit blank, namun wanita malah tersenyum saja seperti menahan tawa.


"Eh begini, Saya ini teman adik Abang nya pasien ini, hah! iya- ya itu maksudnya, ah ribet amat gue ngomong nya" ucap Dimas lalu nyengir.


Namun wanita itu pun berhasil ketawa karna ketingkahan lucu dari seorang Dimas.


"Hahahaha, maaf saya bukan maksud ngetawain kamu kok, Oh ya kalau begitu kamu langsung saja ke rumah sakit biar nanti pas udah di sana tinggal teman-teman kamu aja nyusul ke sana!" ujar nya.


"Ah gapapa, ohh oke mbak" ucap Dimas.


"Eh, gak usah manggil saya mbak, mungkin kita sepantaran deh" ucap nya.


"Oh ya, daritadi kita bincang-bincang di sini tapi gak tau nama kita masing-masing" nyegir Dimas.

__ADS_1


"Nama saya, Nafisah." ucap Nafisah mengulurkan tangan nya.


"Gue Dimas" ucap nya, lalu menjabat tangan nya.


__ADS_2