CEO KU SOMPLAK

CEO KU SOMPLAK
~ Eps 43


__ADS_3

Seperti biasa, Saka mengambil jadwal kuliah nya siang hampir tiap hari, namun tidak sama dengan sohib nya itu, mereka mengambil jadwal kuliahnya pagi agar siang nya bisa untuk bermain game alias Mabar.


Saka yang kurang suka hobi game seperti itu ia hanya bisa mendengus kesal melihat sohib nya itu tengah asik bermain game di tangan masing-masing dan lagi-lagi untuk sementara ini bagi nya dengan mereka tak sefrekuensi.


melihat Saka datang namun mengarah ke jalan lain, Dimas tak sengaja melihat sohib nya itu, ia pun memanggil nya.


"Weh Saka? kok lu main pergi gitu aje! sini gua ama Alan ntar lagi mau finish nih!" ujar Dimas.


Saka pura-pura tak mendengar nya ia pun tetap berjalan menuju ntah kemana.


"ah sial tu anak, dipanggilin pura-pura budeg!" gemerutu Dimas.


"Ah diam lu ******! gua lagi fokus nih, si Saka mah emang ga suka main game ginian, bree!" timpal Alan dengan tengah fokus ke layar hp nya.


"Yeh temen ga biadab lu, tapi iya juga si" ujar Dimas.


Di saat Saka tengah fokus berjalan ke depan, saking asik nya melamun tiba-tiba ada aura yang mengganjal dengan dirinya.


"Kek ada yang lewat di samping gue, apa feeling gue doang?" batin Saka.


ketika Saka berjalan lagi, namun suara panggilan namanya terpanggil dan terhenti begitu saja.


"Kak Saka!"


Saka pun menoleh dan memastikan siapa yang di panggil nya itu.


"Kak Saka, kami boleh minta bantuan lu gak?" ucap Keira, bersama intan di samping nya.


"Eh elu, minta bantuan apaan?" ucap Saka.


"Eem... gimana kalo ngobrol nya di kantin aja?" usul Keira. namun intan spontan mengangguk ke arah Saka.


"Boleh, tapi 15 menit lagi gue udah masuk kelas" ucap Saka.


"Ohh oke deh, tapi bentar doang kok kak!" ucap Keira.


"Sip-sip, kuy!"


•••

__ADS_1


Setelah menjelaskan dari perbincangan Keira, Saka sedikit heran apa yang barusan Keira bicarakan.


"Jadi lu pada mau selidiki kawan kalian itu?" tanya Saka.


"Hooh kak! udah hampir sebulan dia menghilang terus pas kami kerumah nya juga sepi, dan pula orang tuanya kami belum pernah ketemu sejak berteman di kuliah ini!" jelas Keira.


"Iya kak, kami juga bingung mau gimana lagi, mungkin aja lu bisa bantuin kita" usul Intan.


Saka terdiam sejenak sambil memikirkan rencananya untuk menolong kawan nya itu.


"Oke deh untuk kali gue rekap dulu informasi dari kalian, kek nya harus minta bantuan lebih dari gue" jelas Saka.


"Ohh gapapa kok, lebih banyak lebih bagus agar kawan kita itu bisa ketemu dan selamat" ucap Keira.


dan akhirnya mereka pun bangkit dari tempat kantin dan bubar seketika.


•••


Gita sudah bersiap-siap sekaligus bersiap mental untuk menemui seseorang yang baru kali di ajak bertemu entah tujuan apa.


Tak lama pesan notif Gita berdering dan setelah di cek terdapat pesan dari nomer kemarin berupa Sherlock.


Karna Gita tak ingin nanti nya ada kemalangan atau terjadi sesuatu, ia pun jaga-jaga membawa benda tajam yakni pisau mini yang sangat tajam itu.


Di Taman Kincir Air, baru saja seseorang itu sampai di sana lalu menunggu di sandaran pintu mobil milik nya, pria itu dengan gaya ala cool nya mengenakan kacamata hitam serta berpakaian kaos hitam tebal dan celana panjang berwarna Kulit.


Lima belas menit kemudian, tiba lah seorang Gita berada di dekat taman kincir Air itu dengan menggunakan Go-jek.


"Ini mas uang nya..."


"Loh, kok cuman 15 rebu? masih kurang ini mbak"


"Hah? kok masih kurang? saya udah cek di aplikasi Go-jek harganya emang segitu kok"


"iya mbak, tapi tadi lokasinya ga di sini, jadi jarak kost mbak ke sini lumayan jauh"


Ya karna sebelum nya Gita memang kurang teliti melihat google map nya, Gita pun sedikit jengkel dengan kang Gojek itu, mau tak mau ia harus menambah bayaran nya agar tidak dipermasalahkan lebih panjang.


"Ya udah! nih dasar perhitungan banget jadi orang" gumam nya. kang Gojek itu mendengar nya tetapi hanya diam saja.

__ADS_1


Setelah itu, Gita celingak-celinguk mencari keberadaan sosok orang itu, namun pandangan nya mengarahkan ke mobil sana dan terlihat ada seseorang tampak menunggu.


"itu gak sih orang nya? coba deh gue samperin


.."


"Permisi, dengan pak Andre?" ucap Gita.


Sontak seseorang itu menoleh dan mengamati sosok wanita itu di hadapan nya dari atas hingga ke bawah.


•••


"Sar..."


Sahira tengah fokus memeriksa berkas itu dan menoleh dan ternyata ialah Noval tengah berjalan menghampiri nya.


"Eh pak Noval? ada apa?" ucap Sahira.


"Ee... gapapa sih, gue rencananya mau ngajak lu makan bareng sama klien di lantai atas, lu mau gak?" tawar Noval.


"Eeem... gak deh pak, saya makan sama teman aja di sini"


"Humm, gapapa bareng aja sama kita ajak juga sekalian teman mu itu"


"Ah, baik lah pak kalau begitu"


Lalu Noval pun tersenyum memandangi nya dan pergi begitu saja.


"hufft, kenapa sih tiap pak Noval datang rasanya deg-degan begini, ish jangan bilang gue lagi suka sama pak Noval?" batin Sahira.


•••


Di saat Gibran keluar dari ruangan nya, ia berpapasan dengan Sasya sekretaris nya itu.


"Em... maaf Pak, ini tadi mendadak ada berkas yang harus ditandangani dari perusahaan Go-Viet Z" ucap Sasya menyodorkan berkas nya di hadapan bos nya.


"Oh baik, kamu letakin saja di ruangan saya, soalnya saya mau siap-siap sholat" ucap Gibran sembari melihat jam tangan nya pukul 11:50 wib.


"Ah baik lah pak, permisi" ucap Sasya sedikit membungkukkan badannya.

__ADS_1


"Salut banget sama pak Gibran, setinggi apapun pangkat nya dia ga melupakan ibadahnya, jarang banget seorang CEO begitu..." batin Sasya terukir senyum, setelah meletakkan berkas itu di meja milik Gibran.


__ADS_2