CEO KU SOMPLAK

CEO KU SOMPLAK
~ Eps 49


__ADS_3

Saka memang tengah fokus memakan bakso kesukaan nya, karna tipe nya tidak banyak bicara ketika makan.


Namun sayangnya, hal itu membuat kesempatan jahil oleh kedua insan di belakang nya.


1..2...3..!


DUARRD!


"OHOKKK!!"


Ya sesuai ekspetasi, akhirnya Saka kaget dan keselek hingga baksonya terpental tepat ke wajah Keira.


Reflek orang yang ada di kantin serta ketiga insan itu kaget dan terutama Keira yang sedang memakan malah mendadak wajah kena dengan bakso itu.


"Aawhh!" rintis Keira.


Intan panik dan segera mengambil tisu di meja itu.


"Waduh, Keira kamu gapapa!?" panik Keira.


Tampak raut wajah Saka kaku dan datar lalu menoleh ke belakang perlahan, Dimas dan Alan tertawa berbahak atas penderitaan mereka itu.


Saka tampak geram dan ingin sekali membantai mereka di saat ini juga.


"Lu pada kesini, ngen!" titah Saka.


Dimas dan Alan pun reflek kabur agar tidak di bantai oleh sohib nya.


Melihat tingkah mereka kabur terbirit-birit, ia tak bisa berbuat apa-apa karna sekarang masih bersama kedua cewek itu.


"Hais! siapa sih itu tadi? ngeselin banget!" kesal Keira, kini wajah nya sudah bersih dan membaik.


"Ish temen lu ya Sak? awas aja kita balas perbuatan mereka itu!" ucap Intan sedikit geram.


"Ah sorry yeh! temen gue emang rada ada gangguan jiwa, jadi maklumin lah sikap mereka" ucap Saka berusaha kalem, walau di dalam hatinya masih jengkel dan tak terima tadinya ia keselek gara-gara perbuatan sobib nya itu, untung lah tidak terlalu tercekek.


Alan dan Dimas berhenti di tempat tongkorang biasanya, tampak kedua itu kecapean akibat berlarian tak jelas itu.


"Ah sialan lu ngen! gak jadi ke kantin dah kita" kesal Alan.


"Yeh lu mau nanti digebukin ama Saka?"


"Sapa suruh lu ngerjain dia jir! tapi seru juga si" ucap Alan terkekeh.


Dimas pun memtepeleng kepala Alan. dan akhirnya mereka terpaksa ke kantin lain nya, walau jarak nya agak jauh dari posisi kampus nya.


__ADS_1




Tepat di tong sampah besar, dimana kang sampah selalu memungut dari sana dan juga sebuah truk tengah mengangkut sampah-sampah yang menumpuk itu.


Saputra pun mengamati nya, tampak ia masih ragu apakah barang itu di buang atau tidak.


"Gue jadi bimbang gini, sayang juga sih barang bagus di buang, tapi gak ada guna nya juga buat gue, ah sudahlah mending buang aja" gumam Saputra.


Ia keluar dari mobil nya dan sembari membawa kotak lumayan besar itu menghampiri ke tong sampah.


Seorang bapak-bapak sedang memungut sampah, beliau menoleh ke seorang pria muncul dan menghampiri ke tong sampah, mungkin penampilan nya dari segi orang kaya.


Saputra berhenti tepat pembuangan sampah dengan masih ekspresi meragukan nya, bapak tua itu heran mengapa seorang pria kaya itu membuang sebuah kotak yang tampak masih layak di pakai.


"Ee.. maaf Pak, bukannya mau ikut campur urusan bapak, tapi kenapa ya anda membuang benda itu ke sampah?" ucap bapak tua itu dengan sedikit gugup.


"Eh, ini pak, barang nya udah gak di pakai lagi, daripada menyampah mending saya buang aja" ucap Saputra dengan santai nya.


Bapak itu tampak heran sekali, padahal barang yang di pegang pria itu tampak masih bagus dan mungkin saja bisa di pakai dari segi pandangan beliau.


"Tapi kalau begitu boleh saya cek dulu barang di dalam nya? mana tau saya berminat dan sayang sekali jika barang yang bapak itu di buang, kan mubadzir atuh pak" ucap bapak itu sekilas tersenyum kekeh.


"Oh jadi bapak mau ni barang dari saya? wah bagus deh, soalnya barang nya masih layak di pakai pak, cuma tinggal bekasan aja, memang bapak mau?"


"Ya kalau bisa dipakai kenapa tidak atuh? boleh lihat gak pak?"


Setelah buka kotak itu, terdapat sebuah jam, kalung, gelang, serta cincin emas yang masih utuh tanpa ada lecet sedikit pun.


Pria paruh baya itu cukup syok dengan barang milik pria itu, ia sampai bingung membedakan barang baru dengan barang bekas.


"Pak? ini benaran barang bekas? kok masih baru begini.. ah bapak ini canda ya sama saya?" ucap bapak tua itu.


"Loh? saya gak bercanda atuh pak, mana mungkin saya bohongin bapak kalau iya, saya tak mungkin datang kesini" ucap Saputra.


"Oke deh pak, jadi benar kan ini bener gak di pakai lagi sama anda pak? takutnya saya jadi penjahat"


"Waduh bapak ini tak bisa percaya, ya sudah kalau tak ingin ribet pak"


"Eh iya pak, saya berminat kok" cengir bapak tua itu.


•••


Setelah kini merasa cukup lega, Saputra langsung balik ke rumah nya karna jika balik ke cafe sedikit tanggung jam pulang nya.


Afgan tengah merefleks bersandar di kursi goyangan yang berada di ruangan tengah, beliau masih memejamkan mata ketika mendengar suara langkah kaki seseorang.

__ADS_1


"Aku pulang, Pa" sapa Saputra, lalu menuju ke kamarnya.


Afgan masih memejamkan matanya, hendak mencegah anaknya untuk menanyai jam cabut kerja nya itu.


"Dari mana kau, Saputra!?" ucap Afgan sedikit tegas.


Saputra mendengar pertanyaan papa nya, seketika nge lag. mengapa papa nya bisa tau jika dirinya sedang tidak bekerja tadi, namun ia sadar bahwa papa nya menyediakan cctv tiap perusahaan milik nya.


"Eh, tadi ada urusan lain, Pa! " ucap Saputra.


"Sini dulu kau, ga sopan menjawab jauh dari orang tua, apa itu papa ajarin sopan santun?" ucap Afgan, kini membuka matanya dan terangkat sedikit kepalanya menoleh ke sang anak nya itu.


Saputra hanya menghela nafas nya dan terpaksa meladeni papa nya itu.


"Ada apa sih pa?"


"Ada apa ada apa! kemana aja tadi? kenapa setengah jam udah keluar dari sana? apa kau sudah berani cabut sekarang, iya?"


"Aduh pa, tadi aku emang ada urusan lagi kok, kalau gak percaya tanya pak Haji"


"Ini bukan candaan ya Saputra! jawab jujur!"


"Iya aku habis buang sampah pengembalian mantan aku, Pa!" reflek saputra meninggikan suaranya, lalu seketika menghela nafasnya agar bisa tercontrol.


"Ha!?"


🦎


Sementara itu, Sita tampak kesal serta galau, karna ia kini merasa menyesal setelah pengembalian dari Saputra itu.


"Ish, kok jadi nyesel gini si, seharusnya gue seneng dong bisa move on dari dia malah jadi kepikiran terus sama barang itu" gemerutu Sita.


Della, Angel serta Zahra baru saja muncul dan melihat senior mereka sedang menyendiri di tempat duduk dekat kelas, tampak nya teman mereka tidak mood hari ini.


"Eh, eh! itu senior kita kenapa si? galau mulu dah perasaan" ucap Angel.


"Lah tanya ke gue, ya samperin dong, yuk!" Della.


Mereka bertiga pun menghampiri Sita dan mencoba untuk menghibur nya.


"Lu kenapa lagi sih, Sit? galau apa lagi coba, kita itu harus happy karna berkat jin itu temen nya si Kei² itu udah terhempas dari sini, dan lu bisa deketin si Ryo, deh!" ucap Della.


"Ish apasih? gue lagi ga mau bahas itu, gue lagi galau nih"


"Lah, ada apa si? cerita dong ke kita!" ucap Della.


"Biasalah gue masih belum bisa move on dari Saputra" ucap Sita sembari bibir nya sedikit manyun.

__ADS_1


"Hah?!".reflek ketiga sohibnya itu heran dan terperangah.


" Hah hoh hah ho! gue jitak juga pala kelen"


__ADS_2