
"Saya ingin melewati beragam pengalaman dan membantu orang lain untuk percaya kepada saya."
-eunwoo
___________________________________
#Di Taman Kincir Air
"Ini, bukti keterangan bahwa kekasih kamu sudah di tahan sejak dua Minggu yang lalu" ucap Andre sambil menyodorkan sebuah surat di tangan nya.
Gita masih tak menyangka bahwa ia bertemu dengan si korban waktu itu yang kini dengan kondisi dalam sehat bugar, namun di tambah syok lagi ketika mendengar perkataan sosok pria dihadapannya menyebut nama kekasih nya itu.
Andre tersenyum sekilas dengan reaksi raut wajah si wanita itu.
"Sudahlah yang penting kamu masih aman dari tanggung jawab kamu itu, karena ini juga permintaan dari kekasih kamu biar dia saja yang berhak menghukumi nya."
Gita tersentak luluh dengan kekasih nya, karna Bagas tak tega jika kekasih nya juga ikut tertahan di kantor polisi, untung lah sosok korban itu punya hati nurani yang paham dengan seorang wanita.
"Ma-maaf pak, saya benar-benar gak tau lagi berbuat baik kepada anda, saya rasa saya tak ada malu nya jika berhadapan dengan anda pak" tutur Gita, sembari menunduk dan mengeluarkan air mata sederas-derasnya.
Andre menoleh ke sang wanita itu dengan tatapan kasihan, walau gimanapun juga ia tahu jika wanita ini lagi mengandung anak yang tersangka itu.
"Sudah-sudah, tak perlu sungkan gitu. asal kamu jangan mengulangi perbuatan kriminal seperti itu, itu sudah cukup bagi saya" ucap Andre reflek memegang kedua pundak Gita saking prihatin dengan diri wanita itu.
"I-iya pak, tapi saya merasa berdosa banget sama bapak, sampai ngeprank begitu... seharusnya saya gak ikutan dari ide kekasih saya itu... "
Andre hanya bisa terdiam lalu tersenyum miring mendengar perkataan wanita itu, tampak nya wanita itu sangat menyesal dengan perbuatan nya.
"Karna kamu wanita dan kamu lagi mengandung anak didalam perut kamu Gita, saya juga turut merasakan jika seandainya ibu saya di posisi kamu.."
•••
Waktu Zhuhur pun telah usai, kini saatnya beraktivitas seharian itu berhenti sejenak untuk waktunya makan siang.
Sementara Noval dan klien nya itu mewanti-wanti menunggu kedatangan Sahira serta teman nya.
Karna tak ingin ada suasana menegangkan ataupun canggung, pria yang bernama Tegar itu mencoba mencairkan suasana.
"Em, Pak Noval, saya boleh bertanya?" ucap Tegar, salah satu klien di sana.
"Ah silahkan pak, jangan sungkan" ucap Noval.
"Kalau boleh tahu, kenapa ya pak CEO ini berganti terus? bukannya sebelum itu pak Saputra ya baru-baru itu?" tanya Tegar cukup heran.
"Ohh, begini pak, Sebenarnya bapak Saputra ini mempunyai Kakaknya yang baru saja datang ke indo dari luar negeri, jadi karna kakak nya lagi nganggur dan juga mempunyai pengalaman jadi CEO jadi ayah nya menggantikan posisi bapak Saputra ke bapak Gibran saat ini" ucap Nova panjang lebar.
Semua klien mendengar nya pun merespon dengan huruf O.
Namun berapa menit kemudian terdengar ketukan pintu itu, reflek Noval menoleh dan segera membukanya.
"Nah akhirnya jadi juga, ya sudah masuk!" ucap Noval tersenyum.
"Baik pak" ucap Sahira lalu menoleh memberi kode ke arah teman nya yakni Echa.
__ADS_1
Gibran baru saja balik ke ruangan nya dan melirik ke sebuah berkas yang diletakkan oleh sekretaris nya.
Kriing... kriing...
Tangan nya hendak mengambil berkas itu namun tiba-tiba telepon di dekat meja itu pun berdering.
"Ya halo?"
"Selamat siang pak, dengan bapak Gibran?"
"Ya saya sendiri, ada apa ya?"
"Begini pak, saya tertarik dan minat jika bekerjasama dengan perusahaan anda, apakah bisa meeting besok?" ucap nya.
Gibran seketika terdiam dan memikirkan nya lalu ia pun merespon nya,
"Emm, baik lah, tapi sebelumnya anda harus konfirmasi terlebih dahulu dengan sekretaris saya, nanti saya atur dan dinfokan dengan sekretaris saya" ujar Gibran.
"Baik Pak, kalau begitu terimakasih waktu nya"
tuut...tuut ...
Tampak raut wajah Gibran berfikir berat saat ini, namun ia berusaha meringankan yang ada di fikiran nya dan melupakan sejenak.
•••
Gita diantarkan balik oleh Andre, namun ia sudah berkali-kali menolak nya tadi pas di taman kincir air namun pria itu tetap kekeuh mengantarnya pulang.
"Ya sama-sama, ingat pesan tadi ya jangan pernah kamu ngelakuin gugur bayi yang ada di dalam kandungan kamu itu" ucap nya
"Iya pak, ini pasti saya akan merawatnya sampai besar nanti nya"
Andre pun lega mendengar nya dan tersenyum ke arahnya, ntah kenapa dia merasa aneh dengan ketingkahlaku nya terhadap Gita.
"bapak ini kenapa natap aku begitu ya, jadi ngeri gini" batin Gita.
Lalu Andre pu segera menancapkan gas nya dan berputar balik untuk pulang ke rumah nya.
"Hoy Gita!" sapa tak lain ialah Liana yang baru saja balik entah darimana.
"Eh elu Liana, ada apa?" ucap Gita.
"Itu siapa? kok mobil nya beda lagi sama sebelum nya? Ohh dia ganti mobil baru lagi ya?" ucap Liana.
"Eh, bukan... itu ..."
"Duhh, gue harus jawab apa ya..."
"Halah jangan ngelak kamu mah, bilang aja iya. wah beruntung banget ya kamu punya cowok ganti mobil begitu" ucap Liana.
"Andai kamu tahu Liana..." batin Gita.
•••
__ADS_1
Di malam hari, Saka tampak bosan di dalam rumah terus walaupun rumah nya cukup luas dan tampak unik, namun hal itu kurang puas dengan dirinya yang selalu merasa kesepian di dalam rumah tersebut.
Ia mencoba untuk mencari angin di luar rumah, ya benar saja tiba-tiba angin sekencang itu menghembus kuat dan merasakan sejuk di tubuh Saka.
"humm... adem juga angin alami daripada ase di kamar"
Tak lama kemudian terdengar lah suara langkah kaki itu menuju ke arah nya dan sontak Saka menoleh ke arah belakang.
"Tumben lu keluar, biasa nya betah di kamar"
"Ah bosan tau, Papa sama Mama juga sibuk masing-masing, gak ada rencana healing gitu?" ucap Saka.
"Yeuh... lu ngarepin mama ama papa, emang gue gak bisa gitu? kalo lu mau healing kuy lah kita nongki di luar gimana?" ucap Andre.
"Ah emang lu ga ada kesibukan apa di kantor? biasanya jam segini lu sibuk ngotak ngotik laptop"
"Yeh waktu sibuk itu pasti ada tapi healing itu wajib itu mah, makanya gue tadi coba cari angin ke sini eh taunya ada lu juga!" ujar Andre sekilas terkekeh.
"Kuy lah kita jalan-jalan, jarang-jarang nih adik kakak beginian akrab"
"Hahaha gue gitu loh" ucap Andre terkekeh.
"Pake motor lu ye, Sksksksk!" kekeh Saka.
"Yeh dasar lu untung gue lagi baik!"
Namun Andre pun merangkul sang adik nya alias Saka dengan raut ceria dan bergembira.
Sesampainya di warung kopi yang terlihat sederhana namun tak kalah laris oleh para pelanggan di sana karna dengan budget yang standard dan puas dengan menu di sana.
"Gua mau kopi manis aja dah, Lu apa bang?" tanya Saka.
"Gue samain saja"
Setelah Saka memesan oleh pemilik warkop itu, namun ia kembali duduk di hadapan abang nya.
Namun seketika terlintas di pikiran Saka yang teringat permintaan bantuan oleh si Keira ketika di kampus nya.
"Oh iya bang, gue baru inget dan hampir saja gue terlupakan" ucap Saka, dengan tatapan serius ke arah Andre.
"Hah? Apa itu?" heran Andre.
"Ini, ada temen gue, cewek, dia minta bantuan sama gua katanya mau selidiki teman nya itu udah lama temennya ngilang sejak 1 bulan ini" ucap Saka.
"Hah? emang dia hilang dari kapan? terus kronologi nya gimana kok bisa dia hilang gitu aja??" tanya Andre dengan heran.
"Nah itu dia bang, gue juga heran sih awalnya, tapi kasihan juga udah lama gitu kok baru sekarang ya dia minta bantuan ama gue" ucap Saka.
"Terus rencana lu gimana?" tanya Andre.
"Gue mau minta bantuan sama lu juga bang, Lu bisa kan?"
Andre pun terdiam sejenak dan memikirkan yang baru saja Adik nya itu katakan.
__ADS_1