CEO KU SOMPLAK

CEO KU SOMPLAK
~ Eps 56


__ADS_3




Dbruuaakkk...dgerr....


...


"SAHIRAAA...KENAPA KAINNYA BELUM DI ANGKAT"


Sahira tengah asik bermain handphone, hingga hujan deras pun ia tak sadar akan turun saat ini, hal itu membuat mamahnya semakin naik darah dan mengamuk.


Ia pun seakan merasa menyesal dan segera bangkit dari tempat tidur itu dengan perasaaan gregetan dan lalai dengan kerjaan rumahnya.


Rena sudah tiba di ambang pintu dengan membawakan kain lembab bertumpukan lalu melempar sembarangan ke arah Sahira.


"Dasar kamu ya, Main aja hp terus! sekalian kain di buang aja sana!" ngamuk Rena dengan suara tinggi membuat diri gadis itu menandai tegang dan kaku.


"Awas kalau mamah lihat kamu main hp terus, mamah sita sekalian tuh hp nya" ucap Rena diiringi amukan yang cukup dahsyat seisi rumah nya.


Lalu Rena pun bergerak cepat keluar dari kamar nya dengan perasaan kesal yang kadang heran membuat dirinya jengkel dengan kelalaian anak satunya itu.


"Duh, dasar gue! Ish, hp! lu udah buat gue lupa waktu tau, pen banget gue banting lu ke dinding, Ish" batin Sahira gemerutu sendiri dengan menggaruk kepalanya.


Hari ini tepat di hari Minggu sore, tentu saja hari liburan itu mengisi dengan waktu untuk bermain gadjet selagi ada waktu nganggur di hari itu.


Di sisi lain, Rizqy sudah stay mengenakan pakaian rapi di depan cermin nya untuk berkencan lagi dengan gadis yang ia sukai, karena di tempo hari ia merasa gagal ngedate akibat ada kemalangan yang harus ia tanggung sendiri.


Tepat jam lima sore, hujan pun telah reda kini Rizqy tanpa basa basi lagi mengetuk pintu itu di depan rumah Sahira.


Tok...tok..tok..


Tampak lah sang mamahnya muncul di hadapan Rizqy, hal itu Ia merasa canggung dan reflek bersalaman dengan orangtuanya.


"Eh, Tante, Sahira nya sibuk kah hari ini?" ucap Rizqy setelah bercium salam dengan Rena.


"Oh dia lagi ada hukuman hari ini, kamu kalau mau samperin dia tante izinin tapi kalau untuk pergian masih belum bisa" ucap Rena cukup Dingin


Tak biasa nya mamahnya Sahira bersikap dingin dengan nya, hal itu Rizqy berfeeling bahwa ia salah waktu untuk menjumpai anaknya.


"Eh, maaf Tan, saya salah waktu nih, kalau begitu gapapa deh saya balik aja" ucap Rizqy sedikit canggung.


"Eh, jangan nak, bukan bermaksud ngusir kamu, ya udah masuk dulu" ucap Rena kini berubah draktis dengan nada lembut, hal itu membuat Rizqy merasa heran dengan sikap Rena sang mamah nya Sahira.

__ADS_1


"Tante Rena kenapa ya..." gumam Rizqy, lalu masuk ke dalam dan duduk di kursi sofa.


Sedangkan Sahira baru saja keluar dari kamar dengan penampilan acak-acakan seperti belum mandi atau orang tak waras di pandang.


"Rizqy?" Sahira kaget melihat nya sudah tiba di ruangan tamu, hal itu Rizqy tersenyum saja melihat penampilan gadis itu ketika di rumah.


"Sahira" ucap Rizqy tersenyum.


"Lu, Duh... kok gak bilang sih mau ke sini? lihat nih gue masih berantakan begini, hadeh dasar lu" ucap Sahira sedikit kesal.


"Eh, gapapa. gue kesini kan mau bermain bentar ke rumah lu"senyum nya.


Sahira berbalik lagi ke kamarnya untuk merapikan dirinya yang baru saja beres-beres kain yang tadinya lembab akibat kehujanan.





Saputra kejebak hujan lebat di tengah perjalanan, hal itu ia terpaksa berhenti di dekat sebuah halte bus, kebetulan di sana tidak terlalu banyak orang hanya bisa hitung beberapa jari, ia memutuskan untuk berhenti sejenak.


"Hadeh... nasip naek motor ya gini, kehujanan malah kejebak, mana gue lupa bawa mantel" ucap Saputra dengan menggelengkan kepalanya sembari berdiri di tengah Halte.


Hal itu Saputra sadar dan merasa risih dengan tatapan orang itu.


"Heh? ngapain lu liatin gua begitu? ya gua tau tampan tapi mata lu entar hidrasi liat wajah gue" ucap Saputra.


Sosok pria itu hanya terdiam dan segera mengalihkan pandanganya karena merasa kecyduk.


Tak lama kemudian, dengan kesempatan hujan yang cukup lebat itu, tiba-tiba pria tubuh kekar itu mengcekal seorang anak laki-laki untuk memaksa pergi dengan nya.


"Hey! di sini kau rupanya, gua cari-cari malah ngumpet disini, ayo balik cepat!"


"Ta-tapi bang, hujan kan lebat jadi tunggu reda dulu" ucap nya sedikit gemetar.


"Harghhh...bodo, bilang aja lu coba kabur kan? ingat ya, sampai kapan pun lu udah jadi anak buah gua! sekali kau kabur, kaki kau gua silet abis-abisan!" tegas itu.


Saputra mendengarnya nya bergidik ngeri dan ingin rasanya menyelamatkan anak kecil itu di tangan preman kekar tersebut.


"Buset, bos nya galak bener, gua tolongin kagak ye, aduh gue kan ga jago silat" batin Saputra sesekali melirik ke kedua orang itu.


"Cepat ikut gue!"


"T-tapi aku nunggu sini dulu, tunggu reda"

__ADS_1


"Halah, gak usah lemah hujan beginian, lu aja sering main hujan-hujanan, cepat!" tegasnya.


Melihat pria remaja itu di paksa dengan pria kekar, hal itu Saputra merasa tak tenang dengan itu.


Ia pun mencoba menyingkirkan pria kekar itu di tangan anak kecil.


"Woi, lu jangan kasar-kasar sama anak kecil!"


Sontak pria kekar itu terhenti paksa dengan cengkraman anak kecil, hal itu raut wajah nya heran serta kesal di hadapan pria itu.


"Lu siapa, ngen?" heran pria kekar itu dengan geram.


•••


Di universitas Bima Sakti, geng Stars kini mulai terkenal dengan bakatan mereka masing-masing setelah di tunjukan di depan umum.


Ya mereka mengikuti berbagai kompetisi, Dimas memenangkan sebuah turnamen football melawan kampus lain, sementara Alan mengalahkan lomba fashion show kebakatan seorang wibu dengan mengcosplay berbagai tokoh anime.


Hal itu menjadi penarik perhatian orang di satu kampus, sedangkan Saka, kini telah mengikuti olimpiade akademik yang tak terduga menjadi juara umum di sekolah ternama.


"Wuuuu .... DIMASS WE LOVE YOUU"


"AAAA ALAN KAMU GANTENG BANGET, KAWAI LAGI DONG"


"Sakaaa kamu hebat banget!!"


Ya begitulah teriakan mereka di saat geng Stars tersebut melewati berbagai fakultas lain.


Namun di antara mereka tetap cool dan bergaya kece di sambuti oleh cewek-cewek cantik.


"Anjay, Gak nyangka diantara kita bisa ikuti organisasi beginian, dan sekarang apa? kita udah terkenal cuyy, ahahaha" ucap Alan tertawa riang.


"Yup, begitulah kalau kita ingin menunjukan bakat di depan umum pasti kita akan terkenal! kalau diam-diam terus jadi penonton ya mustahil lah begitu" ujar Dimas, sembari memakai kacamata hitam agar terlihat keceh.


"Ya betul, gue aja cuman coba-coba ikut lomba olimpiade, eh tau-taunya dapat juara, emang salut sama diri gue sendiri" ucap Saka terkekeh.


"Yeh, lu mah sebenarnya pinter bro! cuman malas aja, udah! lu kembangin terus potensi lu biar bisa jadi dosen kan mantul, aowowowk" terkekeh Dimas.


"Yeh Maemun! ogah ah! jadi dosen, cita-cita gue kan mau jadi tentara" ceplos Saka.


"Gimana ceritanya jir, sementara lu ngampus disini bukannya masuk ke militer malah ke univ, gajelas bet lu" cibir Dimas.


"Lah, iya ya?" heran Saka.


"Ah sudah lah, mending kita nikmati orang-orang yang mandangi kita!" ujar Alan tersenyum-senyum.

__ADS_1


__ADS_2