CEO KU SOMPLAK

CEO KU SOMPLAK
~ Eps 23


__ADS_3

#Pantai


Keesokan hari nya...


Di suatu Taman Sarilifari, Nur & Sahira bertemuan untuk melepaskan rindu di antara mereka.


"Jadi gimana kerja kamu di sana Sah?" tanya Nur.


"Alhamdulillah lancar kok, kamu gimana? ga di apa-apa in mereka kan??" tanya Sahira.


"Tenang, mereka udah ga kerja situ lagi kok, mereka di pecat sama si bos," ujar Nur.


"Eh iya?? kenapa?"


"Kamu pasti tau lah awal kejadian kamu itu kelakuan busuk mereka sudah terungkap juga," jawab Nur.


"Hufft, syukur deh,"


Lalu mereka pun melanjutkan makanan ringan yang telah berbelanja sebelumnya.


•••


Di Sebuah Coffe, Saputra sengaja mengerjakan pekerjaan nya di tempat itu serta mengajak Asisten nya bernama Sasya.


Sasya berdiri di samping nya sambil memperhatikan ke layar laptop tersebut.


"Eh kamu duduk lah ga capek apa berdiri terus??" tanya Saputra.


"Eh en-nggak kok pak saya kan sebagai asisten bapak jadi ga enak kalo duduk bersama bapak," ujar Sasya.


"Udah gapapa duduk aja ntar lama-lama kaki kamu kesemutan loh," ujar Saputra.


"Eh, baik lah pak," ucap Sasya.


•••


Di sebuah gedung cukup unik dan terlihat misteri seperti tak terurus, ada seorang pemuda berpakaian jas hitam dan semua nya pun serba hitam ia sedang menelpon seseorang untuk menanyai hasil tujuan nya.


"Gimana? apa kamu sudah berhasil mencari informasi tentang perusahaan itu?" ucap nya.


"Mohon bersabar tuan, kami hampir menemukan hasil nya dan segera lapor ke tuan," ucap pria itu bernama Rafi, ketua suruhan dari nya.


"Baik lah, saya tunggu jangan sampai kalian membuat saya marah," ucap nya.


"Tenang tuan, kami tidak akan mengecewakan anda," ucap Rafi.


Lalu si pria berjas hitam pun segera mematikan ponsel nya lalu melanjutkan minum wine berkali-kali.


Di sisi lain, beberapa menit kemudian, Rafi telah berhasil menemukan informasi keberadaan perusahaan itu berada, lalu ia segera menelpon nya.


•••

__ADS_1


"Eh Sah, kita jalan-jalan yuk!," ucap Nur.


"Ayok, udah lama kita ga jalan-jalan," ucap Sahira.


"Ya sudah gimana kalo kita pergi ke pantai?" ucap Nur.


"Wuahh seru tuh, ayook!," ucap Sahira dengan semangat.


"Hufft... tinggal beberapa hari lagi..." batin Nur.





Sesampainya di pantai, terlihat di sana sepi cuman beberapa orang berkunjungi nya.


"Masih sepi, tapi gapapa deh bisa lari-lari," ucap Sahira.


"Hahaha kek anak kecil aje kamu," ucap Nur.


Namun ada seseorang menghampiri mereka berdua.


"Eh permisi, saya boleh tanya gak?" kata seseorang itu.


"Eh iya? mau tanya apa?" ucap Nur.


"Wah, ini nih kan alamat tempat kerja elu Sah," ucap Nur.


"Eh masa? coba aku lihat," ucap Sahira.


Setelah Sahira melihat alamat itu, ia pun segera menanyakan apa maksud nya.


"Maksudnya kenapa anda menanyakan alamat ini?" tanya Sahira.


"Tidak apa-apa, hanya ada keperluan," ucap nya.


Kemudian Sahira pun memberi lokasi tempat perusahaan nya itu.


Di rumah Saputra, Afgan sedang menonton TV namun tiba-tiba firasat nya berbeda.


"Hufft, kenapa aku jadi kepikiran perusahaan ku ya," gumam nya.


Lalu Afgan menghubungi Saputra untuk menanyakan keadaan perusahaan nya.


Di tengah asik bermain pasir, Nur sekali-kali memandangi Sahira yang sedang bermain pasiran di sana.


"apa gue tega mau bilang ini ke dia? gue jadi mimbang..." batin Nur.


Sahira menoleh ke arah Nur dan menyadari nya termenung melihat wajah nya.

__ADS_1


"Eh Nur? lu kenapa bengong sih di sana? ayo main Pasiran yokk!" ucap Sahira.


"Ah iya ya ..." ucap Nur.




Rafi telah berhasil menemukan lokasi perusahaan itu lalu ia pun segera menghampiri bos nya sedang bersandar di kursi sofa.



"Permisi tuan, saya sudah menemukan lokasi nya, dan ini dia..." Rafi menyerahkan maps di hp nya.



"Hm, oke terimakasih." ucap nya.



"Sama-sama tuan, tapi saya tak sengaja bertemu dua perempuan untuk menanyakan alamat ini," ucap Rafi.



"Iya tidak apa-apa," ucap nya dengan dingin.



"*Sebentar lagi perusahaan kamu akan jadi milik ku, tuan Afgan Mardathile*..." batin nya dengan bersenyum miring.







Hari sudah mulai petang, Nur menyudahi jalan-jalan nya karna sudah berjam-jam berkelilingi di pantai itu.



"Eh Sah, kita balik yuk udah mau petang juga," ucap Nur.



"Oh iya okee, tapi kita singgah dulu ya beli pop ice," ucap Sahira.


__ADS_1


"Oke," ucap Nur.


__ADS_2