CEO KU SOMPLAK

CEO KU SOMPLAK
~ Eps 24


__ADS_3

...Aku terlalu baik di mata mu namun aku tak bisa menerima ini karna aku juga punya hak dengan diri ku sendiri jangan heran jika aku berbeda dari sebelumnya ya itu karna kamu juga, agar aku tidak terlalu berpaling dengan mu...


...•...


...•...


...•...


Setelah mereka sudah puas berjalan-jalan tadi siang, kini Sahira mengantarkan Nur ke rumah nya namun sebelum Sahira balik, Nur meminta waktu sebentar untuk ngomong sesuatu kepadanya.


Setelah itu, Sahira sangat kaget mendengar ucapan sahabat nya, karna Nur merencanakan hari kedepannya akan pindah dan meninggalkan di kota itu,


Nur merasa berat hati untuk mengungkapkan kepada sahabat nya, Yap tentu saja ini sangat berat untuk mereka berpisah karna sejak lama nya mereka sering bersama dari awal pertemuan di Sekolah Dasar (SD) hingga dapat pekerjaan yang sama dari waktu itu.


Saat ini, Sahira dan Nur sudah berada di rumah nya Nur karna Sahira dari awal barengan menjemput Nur tentu nya.

__ADS_1


"Nur? kenapa kamu pergi di kota ini? apa kamu sudah gak betah lagi di sini?" lirih Sahira, ia merasa sedih dan tak ingin kehilangan sahabat satu-satunya karna selama ini Nur sering memberi apapun dari pemilikan Nur kepada Sahira dan mereka sudah seperti mengganggap saudaranya sendiri.


"Maaf Sa ... Aku sebenarnya berat mengatakan ini sama kamu, tapi mau gimana lagi aku harus kasih terang sama mu Sahi, agar kamu tau kalau aku akan ga di sini lagi..." ucap Nur dengan sedikit tertekan dengan suasana ini.


Sahira hanya bisa menunduk dan meluapkan kesedihan nya ke arah bawah, Namun Nur mencoba untuk menenangkan Sahira dan menghibur.


"Sudah, sudah. kamu ga perlu sedih begitu kan masih ada lagi Keira, Intan, Nawal, hehe ..." ucap Nur walau ia tak bisa tertawa di saat itu juga.


•••


Di sisi lain, Khoi mendatangi kost Sasya ia berencana mengajak kencan bersama nya.


Khoi perlahan melangkah menuju ke kost Sasya, karna di kost nya itu tidak ada peraturan Laki-laki dilarang masuk, Yap karna peraturan di sana cukup bebas.


Khoi mengetuk pintu nya namun sebelum itu Sasya duluan yang membuka pintu itu.

__ADS_1


"Eh pak... kebetulan sudah tiba," ucap Sasya.


"Hehehe baru aja saya mau ketok pintu," ucap Khoi.


"Ya sudah pak yuk jalan!," ucap nya.


Di perjalanan, Khoi sekali-kali melirik ke arah Sasya, karna itu Sasya merasa risih namun Sasya tetap bodo amat dan fokus ke arah depan.


Beberapa menit kemudian, tiba-tiba di sebrang sana ada mobil membelok ke arah nya dan Khoi pun terlena dengan itu, Sasya membulat kan matanya melihat mobil itu mengarah ke sini dan segera memberitahu kepada Khoi untuk mengendalikan setir nya, dengan cepat Khoi mendadak ngerem.


"Huhh, Itu kan pak! hampir saja kita tertabrak mobil lain," ucap Sasya dengan lega.


"Eh, maaf-maaf, soalnya kamu itu makin cantik aja hari ini, jadi nya saya kurang fokus," ucap nya sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Ya pak, tapi bisa bahaya juga kalau ga fokus ke depan mending bapak ga usah lihat saya terus ya," ucap Sasya.

__ADS_1


"Iya ya, makanya jangan terlalu cantik," canda Khoi.


Sasya sedikit geram dan menuduh titik salah nya itu kepada diri nya tetapi ia sudah paham bahwa perkataan nya hanya bercanda.


__ADS_2