
Saka baru saja kelar dari kantin dan telah usai pembahasan mereka tadi di kantin nya.
Ia berniat untuk membalas perbuatan sohib-sohib nya itu yang membuat dirinya tadi keselek oleh kelakuan mereka.
Namun di saat perpapasan di lorong pertigaan, Saka tak sengaja melihat geng-an itu tengah asik berbincang.
"Lu kenapa lagi sih, Sit? galau apa lagi coba, kita itu harus happy karna berkat jin itu temen nya si Kei² itu udah terhempas dari sini, dan lu bisa deketin si Ryo, deh!" ucap Della.
"Ish apasih? gue lagi ga mau bahas itu, gue lagi galau nih"
"Lah, ada apa si? cerita dong ke kita!" ucap Della.
"Biasalah, gue masih belum bisa move on dari Saputra" ucap Sita sembari bibir nya sedikit manyun.
"Hah?!".reflek ketiga sohibnya itu heran dan terperangah.
" Hah hoh hah ho! gue jitak juga pala kelen"
"Njir... apa gua ga salah denger omongan mereka barusan Samar-samar kenapa ada nama Keira situ?" batin Saka.
Karna Saka tak ingin ketauan menguping pembicaraan mereka ia pun tetap berjalan melewati geng itu.
tampak Sita sempat menoleh dan tak sengaja melihat cowok itu melewati nya.
•••
"Apa maksud kamu buang barang mantan² itu, kau masih berhubungan dengan nya!?" ucap Afgan.
"duh, malah keceplos lagi, ah!"
"Kagak ada pa, tadi dia minta ketemuan sama Saputra, jadi aku turut aja maksud ketemuan dia eh pas disana ternyata mau mengembalikan barang² waktu kami pacaran"
"Oh begitu, bagus lah! papa kira kamu masih berhubungan dengan wanita itu, ingat ya Saputra, selama kamu masih bekerja dan belum resmi pengangkatan jadi atasan, kamu masih belum boleh pacaran, paham!?"
"Iya pa iya! udah nih? kalau gitu Saputra ke kamar"
Afgan pun terdiam sembari menggeleng kepala nya setelah anak nya berjalan menuju ke kamar nya.
🦎
Saka menemui sohib nya yang baru nongki di tempat biasa, Dimas dan Alan tak menyadari bahwa kemunculan Saka dari belakang.
Tanpa lama lagi, ia diam-diam menjahili balik sesuai kelakuan mereka tadi.
"Eh eh, Sakit bego! eh lu? ngapa sih datang-datang main cubit gua segala?"
"Awhh, tau tuh datang-datang langsung nyambar aja" timpal Alan.
__ADS_1
"Mata lo! berasa santai banget ya, temen nya abis keselek untung gue kagak mati!"
"Sksksksk! Apasih lu, gitu aja lebay, gua aja dikagetin pocong b aja" ujar Dimas.
"Ah malas gua perpanjangin makin sengklek lu pada!"
"Apanya yang diperpanjang bro? kok gue ambigu" ucap Alan heran.
"K***l?" ucap Dimas dengan santainya.
Saka pun menjitak ubun kepala Dimas serta Alan pun di begitu juga.
"AAAA AMPUN BANG JAGO"
*
*
*
Keesokan harinya, Kia dan Reva sudah bersiap-siap untuk mengajui lamaran mereka ke perusahaan stars Q, tampak mereka semangat empat lima, kenapa tidak? ya mereka bersusah payah mencari lowongan sana kemari namun sulit untuk mendapati apalagi diterima.
Kia dan Reva sudah berada di permulaan perusahaan itu, tampak mereka mengagumi begitu indah dan luas nya gedung seperti di luar negeri.
"Eh Kia, kok aku merasa gak pantes ya disini berasa jadi anak pemulung" ucap Reva tak henti melihat gedung itu mendongak ke atas.
"Hais, giliran udah dapet lu makin sengklek, gimana sih? harus nya kita tu seneng dong dapat kerja amat bagus dan nyaman!" ujar Kia.
"Gue sih b aja, mau setinggi awan pun gue tetap tancapin kalau bisa sampai ke ujung langit deh" ucap Kia.
"Ish ketinggian banget halu lu" cibir Reva.
"Yeh namanya juga punya mimpi, sksksk!"
Tak lama seorang pria menggunakan jas kantor nya, tampak seorang bawahan dari atasan nya.
"Eh kalian calon lamaran di sini kah?" sapa sosok pria itu lalu menanyai.
"Emm, iya Pak! apakah bapak bisa membawa kami ke dalam? soalnya kami segan untuk masuk" ucap Reva.
"Oh dengan senang hati, mari ikut saya" ucap pria itu.
"Eh Rev, ternyata pria itu ganteng juga ya, apalagi pak CEO nya nanti" bisik Kia.
"Hais! sempat nya juga lu gombalin cowok, sadar uy! kita hanya sebatas debu disini" ucap Reva.
Mereka pun tetap fokus kedepan sesekali melihat sesuatu yang belum pernah lihat di sekitar nya.
__ADS_1
Karna HRD itu masih belum datang, seorang pria yang mengantarkan mereka masuk dan meminta kedua wanita itu menunggu di kursi yang tersedia di sana.
"Eeh... seperti nya ibu petugas nya belum datang, kalian bisa kan menunggu dulu di sini?" ucap pria itu.
"Oh gapapa Pak, kami nunggu sampai beliau datang kesini" ucap Kia.
Lalu pria itu pun segera pergi karna ada urusan lain, sementara Kia dan Reva terpaksa menunggu sembari melihat sana sini.
"Keknya kita terlalu cepat gak sih ke sini?" ucap Reva.
"Seperti nya, tapi gak apa sih kan cuma sekali" ujar Kia.
Melihat Reva terperangah sana kemari, Kia pun merasa risih dengan ekspresi kawan nya itu.
"Lu kok nengok gitu amat? ntar orang kira kita katrok elah" ujar Kia.
"Hehehe, lagian disini gak ada tanding nya sama tempat kerja kita sebelumnya, disini apa-apa semua nya elit dan legend banget!" puji Reva.
"Yeeh, maemun!"
•••
Seorang pria memakai style hoodie kesukaan nya, sembari memasang handset di telinga, tampak nya sosok itu kelihatan nolep yang dikatakan orang-orang, ia tak terlalu suka berbaur seperti pergeng-an atau keramaian, yang ia sukai hanya kesendirian atau satu dua orang yang ia senangi.
Namun hal itu merasa hampa dengan setengah hidup nya, ya karna selama ini ia merasa kehilangan seseorang yang baru saja pdkt dengan nya, tampak sudah hampir satu bulan tidak hadir menemaninya.
Ia sudah mengechat serta calling-an namun tidak aktif nomornya.
"Si Nawal kemana sih, sejak dia gak datang gue ngerasa hampa di sini"
Namun tengah asik menikmati musik di handset, lalu seseorang itu menghampiri dirinya dan kelihatan berantusitas mendekati nya.
"Eh, Ryo... lu udah kelar jadwal kelas lu?" sapa wanita itu.
"Ah, sudah kok! baru aja aku keluar." ucap nya.
"Oh bagus deh, kebetulan gue juga, oh ya gimana kalau kita ke kantin bareng?" tawar nya.
Tampak raut wajah Ryo memudar, ia sangat anti banget dengan itu, apalagi ia tak terlalu suka dengan wanita di hadapan nya.
"Eh... kau duluan aja, aku masih disini dulu" tolak Ryo.
"Lah kok gitu sih? gue kan mau makan bareng sama lu, masa lu nolak sih?" ucap nya sedikit nanar di raut wajah nya.
Tampak Ryo semakin tak enak dengan wanita itu, ia pun merasa bimbang dan akhirnya terpaksa mengikuti kemauan wanita itu.
"Hm... ya sudah yok!"
__ADS_1
Tampak raut wajah nya kini ceria dan senang akhirnya bisa menikmati momen berdua dengannya sekaligus berusaha move on serta menghilangkan rasa galau nya dengan mantan nya itu.
"Yes, akhirnya gue bisa berduaan dengan Ryo... "