CEO KU SOMPLAK

CEO KU SOMPLAK
~ Eps 36


__ADS_3

#Universitas BimaSakti


...•...


...•...


...•...


"Eh-eh! Ntan! Itu Nawal gak sih?" imbuh Keira.


"Hah? Mana-mana?" celinguk Intan.


"Itu di lorong sono! arah ke kelas D ujung!" ucap Keira.


"Lah? Iya itu Nawal! Dia ngapain sih ke sana?"


"Udah! Kita nyusul aja"


Tiba-tiba segerombolan bergeng memakai sweter ala geng mereka itu menghalangi jalan Keira dan Intan.


"Ehem..."


Sontak Keira serta Intan berhenti mendadak mendengar deheman segerombolan cewek pentolan dan kampus tersebut.


"Ada apa?" tanya Keira.


Salah satu geng tersebut menatap sinis ke Keira serta Intan.


"Ngapain kalian ke sana?" tanya nya.


"Bukan urusan kalian! Udah ah kita susul si Nawal aja yok, Kei!" ujar Intan.


Keira & Intan bergegas melangkah cepat namun ketika perkataan salah satu mereka bergeng itu membuat kedua cewek itu terhenti melangkah lagi


"Percuma kalian susul dia!"


"Maksud kalian?" heran Keira.


"Lihat saja sendiri! apa dia masih ingat kalian?" ucap nya sambil menyunggingkan senyuman nya.


Keira & Intan saling bertatapan dengan ekspresi membingungkan.


Sementara di gedung C, Aldi, Lingga & Jordan habis keluar dari ruangan mereka masing-masing, mereka berjalan dengan gaya ala mereka penuh dengan kepedean seperti artis yang di idola kan satu kampus itu.

__ADS_1


"Anjay! merasa Artis gak sih? Di lihatin orang-orang, wkakaka!" ujar Lingga.


"Iya dong, emang kek si geng ster-ster itu? Diam-diam pengecut mana ada orang idoain kek mereka" ucap Jordan dengan nada sombong.


Di saat mereka berjalan menuju ke lobby, Jordan di tengah posisi antara mereka berdua fokus ke depan dan tidak melihat ke samping kanan kirinya, lalu seorang wanita dengan tinggi badan nya lumayan tak sengaja menyentuh area sensitif di tubuh Jordan.


"Ah maaf kak, aku ga bermaksud modus kek kakak" ucap wanita itu tampak lugu dan terlihat ketakutan serta merasa masalah.


Jordan baru kali ini sedikit dilecehkan seorang wanita ia pun tampak terkekeh dan tak menyangka bahwa wanita seorang lugu itu berani nya melakukan melampau batas.


"Heh? Penampilan lu alim berani-beraninya megang pantat gue?" ucap Jordan sedikit geram sekaligus mengekspresi tersenyum remeh.


"A-aku bener-bener gak sengaja kak, tolong maafin aku" gugup nya dan ia hampir saja ingin menangis.


"Udah lah bro kasian dia lagian dia cewe gak tega gue liat ekspresi mohon tunduk ke lu ahahah" ledek Lingga.


Jordan sekilas menoleh dan mendengar perkataan kawan nya, hanya terkekeh saja. ia kembali menatap gadis itu dan mendekati nya.


"Sengaja gak sengaja lu harus terima hukum dari gue, biar sekaligus orang-orang gak semena-mena dan main-main ke gua!" tegas Jordan, sontak wanita itu semakin gemetar dan ketakutan.


"Wah seru tuh, kita apain ya si cewek ini, ahahah!" ledek Lingga.


Aldy yang sedari tadi hanya diam saja, ia hanya bersikap acuh tak acuh yang bertentangan dengan seorang wanita. Lingga memancing aura kawan nya itu dan meminta request untuk sang ketua nya.


"Heh bro? Lu diam ae, kasih saran tuh hukuman si cewek ni" ucap Lingga sembari menyenggol kan lengan Aldy.


"Kita jadiin budak" ucap Jordan dengan satu fokus menatap si cewek itu yang daritadi menunduk.


•••


Di tempat yang sama, Keira & Intan masih terpaku setelah mendengar ucapan dari geng itu lalu pergi begitu saja.


"Kei? Maksud mereka apa ya? Kok aku makin tak paham" tanya Intan.


"Ah, sudah lah paling mereka ga jelas banget, ya sudah kita susul Nawal aja ke sana!" ujar Keira.


Intan pun mengangguk lalu mereka pun segera nyusul ke ruangan tersebut.




__ADS_1


Sesampainya di depan pintu kelas D, terlihat suasana di sekitar itu semakin curam sehingga Intan pun merasakan hawa dingin di lehernya.


"Duh, Kei! kok di sini makin sepi aja, terus si Nawal tadi dia kemana ya?" ucap Intan sambil celingak-celinguk menatap merinding.


"Gue juga gak tau sih, tapi gue yakin dia tadi lewat sini kok" ucap Keira lalu mencoba membuka pintu namun alhasil terkunci.


"Kamu mau ngapain buka pintu itu?" tanya Intan.


"Ya barangkali aja si Nawal ada di sini" ucap Keira.


Sudah hampir seperempat jam mereka mencari dan menyusuri keberadaan Nawal di sana namun alhasil tidak ada apa-apa di sana, dan akhirnya Keira meminta intan memutuskan untuk pergi dari tempat itu.


Namun di saat mereka balik dari sana, tiba-tiba sosok seseorang itu muncul dari depan entah darimana, reflek intan kaget dan mundur perlahan.


"AAAA"


Keira pun juga kaget hal itu, namun ia tetap bersikap tenang dan mengamati siapa sosok orang itu di hadapannya.


"Nawal...?"


•••


Di area toilet, gadis nan lugu itu tak sengaja bermasalah dengan geng trio Asteroid itu, ia terpaksa membentengi tas-tas mereka di tangan nya tampak gadis itu pasrah dan banyak orang-orang yang menghampiri ke toilet itu dan berekspresi heran hingga adapun yang mengira yang tidak-tidak terhadap gadis itu.


"Heh? Lu ngapain nunggu toilet cowok? modus ya lu?" tegur salah satu mahasiswa itu, yang ingin juga masuk ke toilet tersebut.


"Hah? Eh.. ee maaf kak, aku... Aku gak modus, cuman di minta tungguin sama kakak-kakak senior" ucap nya sedikit gemetar.


"Halah, gadis lugu begini masih aja belagu mending nunggu aja sana! ngapain di sini ntar orang-orang ngira yang tidak-tidak gimana?" ujar nya.


Gadis itu pun mengangguk cepat lalu segera berpindah ke tempat yang lebih aman, namun alangkah terhenti ketika salah satu cowok itu memanggil nya.


"Woi gadis lugu! Mau kemana lu?"


"Oh! Lu coba kabur ya dari kami, iya!?" ucap Lingga, hingga menggenggam lengan gadis itu cukup kuat.


"Eh, sakit kak! Gak kok aku mau pindah ke tempat lain aja soalnya kata orang sini aku gak boleh nunggu toilet pria, kan bahaya" ucap gadis itu saking polos nya dan mau dibodohi dari geng berempat itu.


Jordan dan Aldy pun nyusul, Jordan mendengar perkataan gadis itu saking bodohnya mau menuruti perintah nya.


"Hahaha, menarik juga ngerjain gadis bodoh ini udah lugu mau aja dibodohi, kalau gini mah gue bisa jadiin pelampiasan ae sebagai kegabutan gue." batin Jordan tersenyum smrik sembari menatap gadis itu dengan tatapan menyeringai, namun gadis itu pun sontak menunduk agar tidak semakin gugup.


"Kuy kita ke kelas, thanks ya cantik udah mau numpangi tas kami, sekarang lu dah boleh pergi, tapi ingat! lu masih belum lepas dari tangan kami!" ujar Jordan, lalu mereka pun segera pergi begitu saja.

__ADS_1


Namun di antara seorang Aldy, ia menatap gadis itu dengan ada rasa kasihan tetapi bukan berarti Aldy tak bisa berbuat apa-apa ia tak ingin mengikut campur dan mencari masalah dengan sohibnya karna gara-gara yang sepele.


terimakasih sudah mampir dari nopel ga jelas alurnya wkwkw


__ADS_2