Cinta Ammara

Cinta Ammara
Bab 10


__ADS_3

" Argan akan disini dulu Bu... Kalau Ibu mau bertemu Ayah.. Biar Argan yang jagain Rara... Bagaimana...?" ucap Argani pada Ibunya.


" Baiklah Nak... Tolong jagain Rara dulu ya...? Ibu akan ke kantor kamu untuk bertemu Ayah... Kalau begitu kita kembali ke kamar Rara, Ibu akan pamit sama dia..." ucap Ibu Anjani pada Argani.


" Baiklah Ibu... Ayo..." ucap Argan seraya mengandeng tangan Ibunya.


Kini Argan dan Ibunya berjalan menuju kamar Rara. Sesampainya di kamar Rara, mereka masuk dan menghampiri Rara.


" Nak... Maaf kita keluarnya agak lama... Oya Nak, Ibu akan pulang dulu ya...? Kamu akan di jaga oleh anak saya... Maaf Ibu belum bisa jagain kamu..." ucap Ibu Anjani lembut.


" Tidak apa-apa Ibu... Ibu dari tadi juga sudah nemenin Rara kok... Maaf jika Rara malah membuat Ibu dan Pak Argani repot... Kalau misalnya Bapak dan Ibu mau pulang, saya disini tidak masalah... Soalnya masih ada suster yang jagain Rara..." ucap Rara tak enak hati.

__ADS_1


" Kamu itu ngomong apa Nak...? Kita nggak merasa direpotkan olehmu... Biarkan Argan yang gantiin Ibu jagain kamu... Ibu tinggal dulu ya Nak...? Assalamualaikum.." ucap Ibu Argani seraya mengelus lembut rambut Rara.


" Baik Ibu... Terima kasih, Ibu hati-hati di jalan... Waalaikumsalam..." ucap Rara tersenyum.


" Nak jaga Rara dulu, Ibu tinggal ya...?" ucap Ibu Anjani kepada Argan seraya mengecup keningnya.


Kini Ibu Anjani berjalan keluar meninggalkan Rara dan Argan di dalam ruang rawat. Kini tinggal Argan dan Rara yang berada didalam kamar rawat tersebut. Rara merasa canggung karena yang menunggunya adalah atasannya sendiri. Sedangkan Argani bersikap biasa saja dan duduk di sofa seraya bermain ponselnya.


" Ada apa Ra..? Apa kamu butuh sesuatu...?" tanya Argan seraya menatap Rara.


" Eeemmm... Saya ingin ke kamar mandi Pak, untuk buang air kecil dan berwudhu.. Karena saya belum sholat Ashar..." ucap Rara menunduk malu.

__ADS_1


" Kalau begitu saya akan antar kamu ke kamar mandi... Jangan khawatir, saya akan mengantar kamu sampai depan pintu kamar mandi..." ucap Argan yang bisa melihat kegugupan Rara.


" Baik Pak, terima kasih..." ucap Rara seraya mengenggam tangan Argan.


" Rileks saja Ra... saya nggak akan macam-macam sama kamu... Kamu hati-hati jalannya karena lantai kamar mandi licin.. Saya akan tunggu disini..." ucap Argan jujur.


" Baik Pak, terima kasih maaf Rara sudah membuat anda repot..." ucap Rara merasa nggak enak hati.


" Kamu nggak membuat saya repot, kalau bukan kamu yang nolongin Ibu saya, saya nggak tahu nasib Ibu saya bagaimana... Gara-gara nolongin Ibu saya kamu jadi seperti ini..." ucap Argan tulus.


" Sudah Pak, nggak perlu dibahas lagi, saya permisi ke kamar mandi dulu..." ucap Rara dengan pelan masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


Selesai dari kamar mandi, Rara berjalan sendiri menuju ranjangnya karena Rara sudah berwudhu sedangkan Argan berjaga dibelakang Rara. Dengan pelan Rara naik ke ranjang dan memakai mukenanya untuk sholat. Selesai sholat, Rara kembali duduk bersandar di ranjangnya. Tak lama menu makan sore datang. Rara berusaha untuk memakan makanannya sendiri. Tapi tidak diperbolehkan oleh Argan. Hingga Argan menyuapinya.


__ADS_2