Cinta Ammara

Cinta Ammara
Bab 36


__ADS_3

" sory Mas Yudi yang aku mau pria yang masih lajang bukan yang sudah beristri.. " ucap Rara santai.


" Apa kamu nggak ingat dan nggak ingin berhubungan badan lagi sama aku seperti dulu lagi...? apa kamu nggak kangen dengan hal itu sama aku...? aku akan ngasih apapun yang kamu minta asal kamu mau berhubungan denganku seperti dulu lagi... gimana...?" tanya Yudi sambil mengerlingkan sebelah matanya genit.


" Sory Mas sayangnya aku sudah lupa akan hal itu dengan kamu... lagian kamu kan sudah punya istri yang cantik dan lebih segalanya dariku... kenapa malah ngajak begituan dengan wanita ****** sepertiku...? apa nggak takut sakit...?" tanya Rara santai.


" Saat kamu bunting seperti itu, kamu terlihat sangat seksi dan tambah cantik Ra... bikin aku nggak nahan lihatnya..." ucap Yudi menatap penuh nafsu.


" Sory Mas.. aku nggak bisa dan maaf jangan pernah ganggu aku lagi... permisi aku mau berangkat bekerja.." ucap Rara tegas.

__ADS_1


" Hanya wanita rendahan saja masih bisa sombong dan belagu... cuiih..." ucap Yudi sambil meludah ke hadapan Rara.


" Walaupun hanya wanita rendahan setidaknya aku bisa menjalin hubungan dengan lelaki yang masih lajang yang tak terikat dengan pernikahan... dan satu hal yang harus kamu camkan Mas... Jangan pernah menyesal jika suatu saat nanti kamu tahu sesuatu yang sangat penting dalam hidupmu... Bye..." ucap Rara sambil berlalu.


" Cuiih.. hanya wanita murahan saja sok jual mahal... " ucap Yudi menatap rendah.


Rara pun segera naik ke dalam angkutan seraya menghela nafas panjang karena kejadian tadi sambil melihat keluar jendela.


" aku nggak tahu apa yang kamu inginkan dariku ini Mas, kenapa setelah kita bercerai dan tak ada hubungan lagi, kamu selalu muncul dan menganggu hidupku lagi.. padahal kamu sudah mempunyai keluarga yang baru.. dan aku sudah mengikhlaskan semuanya.. Apa karena ada ikatan antara kamu dan baby ini, sehingga kamu selalu mengangguku dengan hinaan yang muncul dari mulutmu itu... tapi seharusnya kata indah yang kamu ucapkan untukku apabila ada ikatan dengan baby ini... entahlah aku lelah menghadapi kamu yang tak pernah bisa ku mengerti..." ucap Rara dalam hati.

__ADS_1


Tak terasa angkutan yang ditumpangi Rara telah sampai. Rara pun segera keluar dan berjalan menuju tempat kerjanya. Setelah sampai dan absen, Rara segera masuk ke pantry. Disana teman-temannya telah datang. Rara segera menghampiri Hani.


" Selamat pagi Han... Maaf ya aku berangkatnya terlambat.. Masih ada kerjaan untukku nggak...?" ucap Rara sambil menepuk bahu Hani.


" Selamat pagi juga bumil... gimana keadaan kamu...? sudah sehat...? maaf kemarin aku nggak sempat jengguk kamu ke Rumah Sakit, kerjaanku full..." ucap Hani seraya memeluk Rara.


" Alhamdulilah aku sudah baikan dan sehat-sehat saja Han... Kemarin aku cuma kelelahan dan stres saja... Maaf gara-gara aku pingsan kerjaanmu kemarin jadi banyak Han.. Maafkan aku..." ucap Rara tak enak hati.


" Hei... untuk apa kamu minta maaf...? Lagian kerjaannya kemarin dikerjain bareng-bareng sama teman yang lain.. sudah jangan merasa tak enak hati begitu.. kita sahabat kan...?" ucap Hani tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2