Cinta Ammara

Cinta Ammara
Bab 23


__ADS_3

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan kini kandungan Rara sudah memasuki 5 bulan. Seperti biasa Rara selalu melakukan aktifitasnya dengan penuh semangat. Pagi ini dirinya libur bekerja akan dia gunakan untuk berjalan kaki ke pasar dengan jarak 300 meter.


Kini Rara telah sampai di pasar, dengan cekatan Rara membeli semua bahan makanan untuknya selama satu bulan. Setelah dirasa tak ada yang kurang, Rara segera berkemas dan kembali berjalan kaki menuju rumahnya.


Tanpa Rara sadari ada sepasang mata melihatnya dengan tatapan curiga dan marah, tapi sayangnya Rara tidak tahu akan hal itu. Sesampainya dirumah Rara segera menyusun barang belanjaannya ke almari kulkas.


Dirasa telah beres semua, kini Rara segera memasak untuk makan siangnya. Selesai berkutat di dapur, Rara menyiapkannya di meja makan. Kini Rara mulai menikmati makan siangnya dengan santai. Selesai makan, Rara segera menuju kamarnya untuk melaksanakan sholat Dzuhur. Selesai sholat, Rara membaringkan tubuhnya di ranjangnya yang sederhana seraya memainkan ponselnya.


Tak lama handphone Rara berbunyi, Rara segera mengangkat video call dari Argan.


" Assalamualaikum Mas Argan, tumben telpon Rara siang-siang begini ada apa...?" tanya Rara seraya bangun dari tidurannya.


" Waalaikumsalam Ra, Mas cuma pengen telp kamu saja, apa nggak boleh...? Mas ganggu waktu kamu ya...?" tanya Argan tak enak hati.

__ADS_1


" Boleh kok Mas, dan Mas nggak nganggu sama sekali... Mas baru apa nie...? " ucap Rara seraya tersenyum.


" Mas juga baru nyantai saja di rumah Dek... Kamu nggak ada rencana pergi kemana gitu Dek...?" tanya Argan seraya memandang Rara serius.


" Nggak ada Mas, liburan hari ini cuma ingin Rara gunakan untuk tidur dan bermalas-malasan di rumah... Hehehe..." ucap Rara cengengesan.


" Yaudah kalau gitu Dek.. gimana keadaan baby rewel nggak Dek...?" tanya Argan antusias.


" Boleh nggak kapan-kapan Mas yang ngantar kamu priksa Dek...? Mas penasaran..." ucap Argan seraya memohon.


" Boleh Mas, kebetulan besok minggu depan sudah jadwalnya priksa kandungan gitu..." ucap Rara tersenyum.


" Kalau begitu minggu depan Mas yang akan ngantar kamu ke bidan ya...? Kabari Mas kalau mau priksa soalnya Mas sering lupa..." ucap Argan seraya mengaruk kepalanya yang tak gatal.

__ADS_1


" Oke Mas... terima kasih sebelumnya..." ucap Rara tersenyum seraya menatap Argan.


" Yasudah kalau begitu, Mas tutup dulu telponnya Dek.. Kamu istirahatlah.. Selamat siang.. Assalamualaikum..." ucap Argan tersenyum seraya melambaikan tangannya.


" Iya Mas, selamat siang juga, Waalaikumsalam..." ucap Rara tersenyum.


Waktu begitu cepat berlalu kini telah menjelang magrib. Rara segera bersiap untuk melaksanakan sholat magrib dan sekalian menunggu waktu isya. Selesai sholat Rara berjalan menuju meja makan untuk makan malam. Selesai makan malam, Rara duduk di ruang tamu seraya menonton tv. Sedang asyik nonton tv pintu depan ada yang mengetuk, Rara pun segera membukanya. Setelah pintu terbuka betapa terkejutnya Rara karena yang datang mantan suaminya.


Rara pun segera menormalkan keterkejutannya dan segera menyapa Yudi.


" Ada apa Mas Yudi malam-malam bertamu kerumah saya...?" tanya Rara tanpa mempersilahkan masuk.


" Apa nggak boleh jika aku masih menyempatkan diriku berkunjung kerumahmu...? Aku ini bukan oranglain bagimu kan...?" tanya Yudi dengan nada lembut.

__ADS_1


__ADS_2