Cinta Ammara

Cinta Ammara
Bab 29


__ADS_3

" Dek... baby merespon apa kata-kataku tadi.. Lihatlah dia tadi bergerak saat Mas merabanya... "ucap Argan tersenyum antusias.


" Iya Mas, dia mendengar apa kata kamu, tapi maaf ya Mas... Sungguh Rara belum bisa kasih jawaban kepastian buat Mas, biarlah kita jalani seperti ini dulu ya Mas... hubungan antara kakak adek gitu... Biarlah waktu yang memberikan jawabannya..." ucap Rara seraya mengenggam tangan Argan.


" Baiklah Dek jika itu sudah menjadi keputusanmu, Mas akan menerimanya... Mas harap setelah ini kamu tetap biasa dengan Mas Dek... Jangan menjaga jarak ya...? Mas akan selalu bersedia melindungi kamu dan baby kamu.." ucap Argan seraya membalas genggaman tangan Rara.


" Iya Mas... Terimakasih..." ucap Rara tersenyum kearah Argan.


" Sama-sama Dek... Kalau begitu Mas menemui Dokter dulu ya Dek... Apakah kamu langsung bisa pulang atau harus bedrest disini... Sekarang kamu istirahatlah dulu... Oke..." ucap Argan seraya mengelus rambut Rara.


" Iya Mas..." ucap Rara seraya mengangguk patuh.

__ADS_1


Argan pun langsung berjalan keluar dari ruang rawat Rara menuju ruang Dokter yang menanggani Rara. Disana Argan berbicara dengan Dokter mengenai kondisi Rara saat ini. Setelah mendapatkan informasi, Argan segera kembali masuk ke kamar rawat Rara.


Argan pun masuk dan segera duduk di samping ranjang Rara. Tak berselang lama makan siang pun sudah datang. Argan pun dengan sigap mengambil ransum yang ada di meja dekat ranjang Rara.


" Dek, kamu makan dulu ya...? biar Mas yang nyuapin kamu, setelah itu kamu bisa langsung sholat..." ucap Argan tersenyum.


" Iya Mas, apa Mas Argan nggak makan siang dulu di kantin gitu...? biar Rara makan sendiri Mas..." ucap Rara seraya menatap Argan.


" Baiklah Mas.." ucap Rara seraya mengangguk.


Kini Argan menyuapi Rara dengan telaten, hingga habis, dengan penuh perhatian Argan membersihkan sisa makanan dibibir Rara dengan tisunya.

__ADS_1


Sedangkan Rara menahan nafasnya karena terlalu gugup dan jaraknya dengan Argan begitu dekat.


" Mas Argan, kenapa kamu begitu sangat perhatian denganku, bahkan sisa makanan dibibirku engkau bersihkan dengan begitu lembut, bagaimana aku nggak gugup.. Disaat jarak dekat seperti ini kamu begitu tampan, tulus dan penuh kasih sayang... Jujur sebenarnya Rara merasa sangat nyaman dekat dengan Mas Argan.. Tapi Rara sendiri takut untuk membuka hati menerima cinta darimu Mas.. Karena Rara hanya seorang janda yang bahkan sebentar lagi mempunyai anak..." batin Rara seraya menatap teduh Argan.


" Dek kamu ngalamunin apa sich...? Dari tadi benggong saja, hingga Mas panggil tak merespon.." ucap Argan seraya menepuk pundak Rara pelan.


" Ahh... Mas Argan.. Maafkan Rara yang nggak dengar.. hehehe.. Tadi Mas bilang apa sama Rara..." ucap Rara seraya menatap Argan.


" Mas tadi bilang, nanti sore Dokter akan cek keadaan kamu Dek, jika sudah membaik kamu bisa langsung pulang..." ucap Argan seraya membenahi rambut Rara yang sedikit berantakan.


" Baiklah Mas... Rara juga ingin sekali cepat keluar dari kamar ini, rasanya ndak enak Mas jika harus disuntik infus seperti ini..." ucap Rara cemberut.

__ADS_1


" Makanya kamu jangan terlalu stress Dek.. Jika ada sesuatu masalah, kamu harusa langsung bilang sama Mas...Oke...?" ucap Argan serius.


__ADS_2