Cinta Ammara

Cinta Ammara
Bab 54


__ADS_3

Argan dan Rara masuk ke dalam rumah.


" Ayo sayang, Mas akan tunjukkan dimana kamarmu berada ". ucap Argan mengandeng tangan Rara lembut.


" Baiklah Mas, terimakasih ". ucap Rara tersenyum.


" Ini kamar kamu dekat dengan kamarku Dek, jadi jika kamu butuh sesuatu, kamu tinggal ketuk pintu itu dan panggil Mas, oke ?". ucap Argan tersenyum.


" Oke, baiklah Mas Arganku yang manis ". ucap Rara gemas.


" Ooohhh.... panggilan yang sangat manis sayang, lagi dunk ? ". ucap Argan sambil memeluk Rara dari belakang.


" Nggak ada pengulangan Mas ". ucap Rara menahan malu.


" Kok gitu sich Dek ? lagi dunk ? ". ucap Argan cemberut.

__ADS_1


" Pokoknya nggak ada pengulangan Mas, Rara ganti baju dan sholat dulu ya Mas ? habis ini Rara akan ke dapur untuk memasak sesuatu buat nanti kalau Ibu dan Ayah pulang ". ucap Rara memandang Argan.


" Baiklah, Mas akan ke kamar Mas juga ". ucap Argan sambil mengacak rambut Rara gemas.


Rara pun segera masuk ke kamarnya beberes bebersih badan dan menunaikan kewajibannya. Selesai dengan aktivitasnya, Rara segera keluar dari kamar menuju dapur untuk memasak sesuatu. Sedangkan Argan dengan langkah pelan duduk dimeja makan sambil melihat aktivitas Rara yang sedang sibuk memasak. Argan pun berjalan ke belakang Rara dan memeluknya.


" Serius amat sayang ? perlu bantuan Mas nggak ? heeemmm ". tanya Argan sambil menghirup aroma tubuh Rara.


" Iihh.. Mas Argan bikin Rara kaget saja, mendingan Mas duduk saja, bentar lagi juga selesai kok ini, soalnya Rara cuma masak yang simple saja ". ucap Rara sambil menahan debaran jantungnya.


" Nanti kalau Ayah dan Ibu pulang bagaimana ? malu Mas ". ucap Rara gugup.


" Ngapain malu, bentar lagi kita akan menikah sayang.. besok juga Ayah dan Ibu akan mengerti dan maklum ". ucap Argan sambil mencium leher jenjang Rara.


" Eeengghh.. Mas jangan begitu, Rara nggak nyaman ". ucap Rara jujur.

__ADS_1


" Tapi Mas suka sayang, penampilanmu sungguh menggoda, kalau tak ingat dosa sudah Mas terkam dari tadi ". ucap Argan jujur.


" Dasar mesum kamu Mas ". ucap Rara merona malu.


" Mas jujur sayang, sungguh kamu menggoda sekali, sexy, montok, kalau kita sudah halal, Mas akan minta jatah setiap hari.. Kangen banget aku Dek ". ucap Argan dengan nafas berat.


" Ahh.. jangan Mas, takut ndak bisa kontrol nanti, lepaskan tangan Mas Argan ini, ingat dosa Mas, lebih baik Mas duduk, Rara buatkan kopi ". ucap Rara menahan desahannya akibat tangan Argan meremas bukit kembarnya.


" Baiklah sayang, Mas kekamar mandi dulu..". ucap Argan kecewa.


" Maafkan Rara Mas, Rara tahu kamu sangat ingin bermanja dan melakukan itu lagi, tapi kita belum sah baik agama maupun negara, tolong Mas mengerti dan bisa menahannya, sebenarnya Rara juga ingin dimanja dan melakukan hubungan suami istri seperti waktu itu, jujur kadang rasa itu sering muncul saat dekat dengan Mas seperti ini, tapi Rara ingat dan takut dosa Mas, jadi Rara mohon kita saling menjaga dan menahan ya Mas ? Mas nggak marah kan sama Rara ? ". ucap Rara serius sambil memegang tangan Argan erat.


" Mas mengerti, maaf jika Mas sering kelepasan Dek, terimakasih kamu juga sudah jujur atas keinginanmu tadi, boleh dunk kalau hanya ciuman dan *****-***** sedikit ? ". ucap Argan sambil menaik turunkan alisnya.


" Apa sich Mas Argan ini, mesum banget ". ucap Rara sambil mencubit hidung mancung Argan.

__ADS_1


" Mesum dikit sayang, " ucap Argan langsung mendekat kearah Rara dan merengkuh pinggangnya.


__ADS_2