Cinta Ammara

Cinta Ammara
Bab 45


__ADS_3

Rara pun ambruk di dada bidang Argan. Mereka saling mengatur nafas, handphone Argan berbunyi. Argan segera meraih bemda pipih itu dan langsung menjawabnya.


" Assalamualaikum, ada apa bu..?" tanya Argan.


" Waalaikumsalam.. nak kamu dimana kok jam segini belum pulang...?" tanya Ibu Anjani khawatir.


" Argan dirumahnya Rara bu.. mungkin Argan malam ini tidur disini soalnya Rara baru tidak enak badan.. boleh kan bu...?" tanya Argan pada ibunya.


" Baiklah nggak papa yang penting jangan melebihi batas nak... Ibu tutup telpnya Assalamualaikum..." pamit Ibu Argan pada putranya.


" Waalaikumsalam bu... " ucap Argan seraya menatap ponselnya.


" Maafkan Argan bu.. putramu sudah melebihi batas... putramu sudah menjamah wanita.. Argan tahu ini dosa tapi Argan juga punya alasan untuk melakukan ini.. semoga hanya sekali ini dosa yang aku buat bu... ampuni perbuatan kami Ya Robb... semoga baby yang dikandung Rara baik-baik saja... Aamiinn..." batin Argan seraya mengelus kepala Rara.


Argan pun segera membenahi posisi Rara yang sedang tertidur karena kelelahan. Argan lalu menyelimuti dan ikut tidur sambil memeluk Rara dari belakang. Mereka pun tidur hingga pagi menjelang.


Pagi menjelang Rara terbangun lebih awal. Dirinya memegangi kepalanya yang masih pening seraya meraba perutnya yang terasa berat. Rara menoleh kesamping kiri, dirinya kaget ada Argan disampingnya. Kepingan kejadian terlintas dikepalanya. Rara melihat tubuhnya yang masih polos. Dirinya berusaha bangun perlahan agar tak membangunkan Arfan. Tapi sayangnya Argan menyadari jika Rara bergerak ingin bangun.


" Pagi dek... mau kemana...?" tanya Argan sambil mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


" Pagi juga mas.. eemmm... Rara ingin kekamar mandi mas... maaf... bisakah mas melepaskan pelukannya dulu..." ucap Rara gugup.


" Apa kamu malu sayang...?" ucap Argan menggoda.


" Mas Argan stop jangan menggoda Rara... malu ..." ucap Rara menunduk.


" Baiklah.. " ucap Argan tersenyum dan melepaskan pelukannya.


Rara segera ke kamar mandi membersihkan diri sekalian membawa ganti baju. Sedangkan Argan duduk bersandar di tempat tidur Rara dengan masih memakai selimutnya.


Setelah selesai Rara segera keluar dari kamar mandi.


" Malas dek... pengennya peluk cium kamu.. " goda Argan sambil memandang Rara.


" Jangan begitu mas... kalau ingat tadi malam Rara malu sendiri... " ucap Rara bersemu merah.


" Nggak usah malu dek.. itu anugrah buat mas... kamu ternyata buas dan sexy dek... mas inget desahanmu tadi malam..." ucap Argan fulgar.


" Jangan diingat dunk mas... sekarang mas mandi dulu gih... berangkat kekantor kan...?" ucap Rara sambil mendekati Argan.

__ADS_1


" Berangkat dunk dek.. " ucap Argan seraya memandang Rara secara intens.


" Kalau begitu Rara ke dapur buat sarapan dulu.. mas cepatlah mandi dan langsung keruang makan ya...? Rara tunggu .." ucap Rara tersenyum.


" Baiklah dek.. mas mandi dulu..." ucap Argan tersenyum.


Kini Rara pun berjalan menuju dapur. Dengan cekatan Rara memasak dengan bahan apa adanya. Selesai memasak Rara segera msnghidangkan dimeja makan dan menunggu Argan turun.


Tak lama Argan pun berjalan menuju meja makan langsung duduk.


" Maaf dek agak lama ya nunggunya...?" tanya Argan sambil melipat lengan kemejanya sampai siku.


" Nggak kok mas... sarapan dulu ya...? Rara ambilkan..." ucap Rara pada Argan.


Mereka kini sarapan bersama dengan hening dan canggung. Selesai sarapan Argan dan Rara menikmati minumannya.


" Mas Argan, maafkan Rara tadi malam ya...?" ucap Rara menunduk malu dan tak enak hati.


" Kamu nggak salah dek.. itu musibah.. untung mas datang tepat waktu.. kalau tidak si brengsek Yudi pasti sudah menjamahmu lagi..." ucap Argan berapi api.

__ADS_1


__ADS_2