
Setelah selesai makan, Argan kembali membaringkan Rara diranjangnya. Argan pun segera mengelus rambut Rara dan menatapnya.
" Mas Argan nggak kembali ke kantor lagi...?" tanya Rara memecah keheningan.
" Mas akan disini nemenin kamu Dek, urusan kantor hari ini dihandel sama Ayah... Dek tolong jujurlah sama Mas, sebetulnya kamu ada masalah apa...?" tanya Argan serius.
" Maaf sudah buat Mas repot... " ucap Rara menunduk.
" Shuuuttt.... Mas nggak merasa direpotkan Dek... Sekarang bicaralah sama Mas, ada masalah apa yang membuat kamu tertekan seperti ini...? Heeemmm..." ucap Argan seraya mengenggam tangan Rara.
" Maaf Mas, kalau Rara tidak cerita sama Mas, sebetulnya tadi malam mantan suamiku datang kerumah menanyakan tentang kehamilanku ini Mas... Jujur Rara binggung harus bagaimana...? Apakah Rara harus jujur sama Mas Yudi atau menutupinya hingga anak ini lahir Mas...?" ucap Rara seraya berkaca-kaca.
__ADS_1
" Kenapa kamu nggak cerita sama Mas kalau kejadiannya seperti itu...? Kalau ada masalah apapun, tolong langsung bicaralah sama Mas Dek... Kamu itu adek aku sendiri... Mas nggak ingin terjadi sesuatu hal yang buruk dengan kehamilanmu... Apa kamu mengerti Dek...?" ucap Argan seraya menatap wajah Rara intens.
" Maafkan Rara Mas, yang menutupi hal ini dari Mas... Lain kali Rara janji tidak akan pernah menyembunyikan apapun dari Mas.. Lalu sekarang Rara harus bagaimana Mas untuk menyakinkan Mas Yudi tentang kandunganku ini..." ucap Rara seraya menatap balik wajah Argan.
" Sementara kamu tutupi kebenarannya dulu Dek... Mas nggak mau dirinya bersikap yang tidak-tidak dengan kamu... Kamu jawab saja kalau anak yang kamu kandung adalah anak Mas... Apa kamu keberatan...?" tanya Argan memberi solusi pada Rara.
" Tapi nanti kalau Mas Yudi bersikap kasar dan mendatangi Mas bagaimana...? Rara nggak ingin Mas Argan kenapa-napa..." ucap Rara serius.
" Mas janji nggak akan kenapa-napa Dek.. Kamu tenang saja ya...?" ucap Argan tersenyum seraya membelai rambut Rara lembut.
" Sama-sama Dek... sudah sepantasnya Mas melindungi kamu Dek... Sekarang tidurlah dulu biar badan kamu fit.. Mas akan duduk di sofa sana sekalian mengecek email pekerjaan..." ucap Argan seraya menyelimuti Rara hingga ke pinggulnya.
__ADS_1
" Baiklah Mas... Rara pamit istirahat dulu ya..?" ucap Rara tersenyum.
Kini Rara telah terlelap dalam tidurnya, sedangkan Argan kembali disibukkan dengan email pekerjaannya dengan sesekali melirik ke arah Rara.
" Mas nggak tahu apa yang Mas rasakan saat ini Dek... Setiap melihat wajahmu dan kepribadianmu, rasanya hati ini terasa menghangat... Dan Mas tak rela jika kamu diganggu oleh mantan suamimu itu... Mas akan melindungi kamu dan baby kamu Dek, dengan apapun... Mas janji..." gumam Argan seraya memperhatikan wajah Rara.
Tak lama handphone Argan berbunyi. Argan segera mengangkatnya.
" Assalamualaikum Yah,..." ucap Argan.
" Waalaikumsalam Nak... Gimana keadaan Rara sekarang...?" ucap Pak Damar diseberang telpon.
__ADS_1
" Alhamdulilah Rara sudah siuman Yah, sekarang sedang istirahat... Gimana pekerjaan di kantor Yah...? Apa semua baik-baik saja...?" tanya Argan pada Ayahnya.
" Kamu jangan khawatir tentang pekerjaan kantor Nak... Ayah masih bisa menghandel semuanya... Yang terpenting tolong jaga Rara dengan baik.. Setelah pekerjaan Ayah selesai, Ayah dan Ibu akan segera menyusul kamu ke rumah sakit..." ucap Pak Damar serius.