
" Ayah tahu saja " ucap Argan sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
" Kamu itu anak Ayah, jadi tahu pikiran dan otak kamu kemana, apalagi kamu sudah pernah merasakannya jadi ya gitu dech.." ucap Ayah Argan menggoda anaknya.
" Ayah itu, trus ini nasib Argan dan Rara bagaimana Yah, Bu... ? Kita jadi sowan Kyai nggak ? aaahhh " ucap Argan frustasi.
" Bagaimana lagi kalian tidak bisa menikah, sebelum Rara lahiran, dan untuk keamanan Rara kamu boleh pindah kerumah kami Nak, itu demi keselamatan kamu dan baby kamu.. bagaimana?" tanya Ayah Argan serius.
" Apa Rara nggak merepotkan Ayah Ibu ?" ucap Rara tak enak hati.
" Kamu tidak akan pernah merepotkan kami, kamu sudah menjadi anak kami Nak.." ucap Ibu Argan seraya memeluk Rara.
" Terimakasih Ayah Ibu.." ucap Rara terharu.
" Dan satu lagi permintaan Ayah, kamu resign dari pekerjaan dulu Nak, fokus pada kandungan kamu, semua biaya dan keperluan kamu akan kami tanggung.. " ucap Pak Damar serius.
__ADS_1
" Lalu Rara kerja apa Yah ? Rara nggak bisa berdiam diri dirumah saja, bosan nanti.." ucap Rara memelas.
" Kamu boleh sekali-kali mainlah ke kantor jika kamu kangen dengan teman-teman kamu.. Oke " ucap Argan pada Rara.
" Baiklah mas, maaf bolehkah Rara ketemu Hani sebentar ? karena tadi rencananya dia mau ikut jadi saksi pernikahan siri Rara tapi tidak jadi.. bolehkah Rara ke Pantry sebentar ?" ucap Rara hati-hati.
" Boleh Nak, silahkan... apa perlu ditemani Argan atau Ibu ?" tanya Ayah Argan pada Rara.
" Tidak perlu Yah, Rara cuma sebentar kok.. mari semuanya " ucap Rara seraya berdiri dan berjalan keluar ruangan.
" Kamu itu kenapa sich Ar, malah mepet-mepet duduknya ?" ucap Ayah Argan sewot.
" Ayah dan Ibu kenapa bilangnya mendadak sich ? kenapa nggak bilang waktu aku dan Rara masih dirumah ? kita udah siap-siap seperti ini malah nggak jadi nikah.. " ucap Argan menumpahkan kekesalannya.
" Karena Ayah ingin kamu dan Rara nggak salah paham jika lewat telpon pasti nggak jelas.. " ucap Pak Damar pada putranya.
__ADS_1
" Sumpah Argan kecewa banget, Argan sudah seneng bisa menikah dengan Rara walau hanya sah secara agama dulu, setidaknya aku bisa menjaganya dan baby dikandungannya.. tapi malah batal..." ucap Argan frustasi.
" Tanpa menikah dulu kamu masih bisa menjaga Rara dan babynya Ar, jangan frustasi karena nggak jadi nikah, apa kamu mau pernikahan ini dilangsungkan tapi tidak sah dan tidak halal jika kamu melakukannya dengan Rara, sama saja berzina.. kamu mau menanggung dosa yang lebih lagi ?" ucap Ayah Argan serius.
" Nggak mau lah Yah, sudah cukup Argan berbuat dosa.. " ucap Argan pasrah.
" Makanya sabar, nunggu 3 bulan lagi kalian akan menikah setelah Rara lahiran.. sabar Ar.." ucap Ibu Anjani pada anaknya.
" Misalnya menikah pun setelah Rara lahiran, Argan juga harus puasa lagi nggak ***-*** sama Rara... nasib-nasib.. " ucap Argan seraya menepuk jidatnya.
" Oalah, kamu itu Ar, mesum aja pikirannya.. habis nifas kamu baru bisa buka puasa.. sabar " ucap Ayah Argan sambil geleng kepala.
" Iman Argan itu kuat yah, yang nggak kuat imin nya Argan bisa berdekatan dengan Rara langsung mode on " ucap Argan cengengesan.
" Dasar anak nakal, itu sama aja iman dan iminmu nggak kuat Ar..." ucap Ibu Anjani sambil menjewer telinga anaknya.
__ADS_1