Cinta Ammara

Cinta Ammara
Bab 14


__ADS_3

" Iya Bu... Silahkan..." ucap Rara tersenyum.


Kini Ayah dan Ibu Argan sholat shubuh bersama. Setelah selesai sholat mereka menghampiri Rara dan duduk disebelahnya.


" Nak, kamu nanti pulang bersama kami ya...? Biar Ibu yang merawat kamu... Tolong jangan menolak..." ucap Ibu Anjani tegas.


" Baik Bu... Rara akan ikut bersama Bapak dan Ibu..." ucap Rara pasrah.


" Sekarang kamu istirahatlah, Ayah dan Ibu akan keluar sebentar untuk sarapan... Kamu butuh sesuatu Nak...?" ucap Ibu Anjani seraya mengelus rambut Rara lembut.


" Tidak Bu... Rara tidak membutuhkan apa-apa... " ucap Rara tersenyum.


" Baiklah... Kami tinggal dulu ya Ra..." ucap Pak Damar seraya mengandeng istrinya.


Setelah kepergian orangtua Argan. Makanan untuk Rara telah datang, dengan hati-hati Rara mulai memakannya. Setelah habis, Rara minum dan bangun untuk ke kamar mandi. Setelah di kamar mandi Rara membasuh tubuhnya dengan kain sebisanya, karena merasa badannya sangat lengket. Selesai bebersih, Rara memakai pakaian dari Rumah Sakit lagi. Setelah itu Rara keluar dari kamar mandi dengan keadaan lebih fres. Rara segera duduk di ranjangnya seraya mengirimkan sebuah pesan kepada Pak Argan.

__ADS_1


" Assalamualaikum Pak Argan... Boleh nggak Rara minta tolong untuk dibawakan baju ganti ..? Rara pagi ini keluar dari Rumah Sakit Pak... Maaf kalau sudah menganggu waktu Pak Argan..." ucap Rara dalam pesannya.


" Baik Ra... Saya akan bawakan... Bisakah kamu manggil saya dengan sebutan Kakak saja...? Kakak akan kesitu sekalian berangkat bekerja... Tunggu sebentar Kakak akan bersiap sekarang...😊" balasan Argan untuk Rara.


" Terima kasih Kak... Hati-hati dijalan, Rara tunggu...🤗" balas Rara seraya tersenyum.


" Sama-sama Dek... Selalu..." ucap Argan singkat.


Setelah itu Rara meletakkan ponselnya, sedangkan Orangtua Argan membuka pintu dan segera masuk seraya duduk di samping ranjang Rara.


" Sudah Pak... Barusan saja, maaf bukannya Rara nggak mau nungguin Bapak dan Ibu... Cuma Rara nggak enak selalu buat Bapak dan Ibu repot..." ucap Rara tak enak hati.


" Kamu itu kayak sama siapa saja Ra... Kamu sudah kenal dengan saya sudah lama kan...? Anggap saja saya ini seperti orangtua kamu.. Jadi kamu nggak perlu sungkan..." ucap Pak Damar tersenyum ramah.


" Iya Nak, benar kata Ayah... Anggaplah kami ini orangtua kamu ya Nak... Kalau kamu ada apa-apa kabari kami... Oke..." ucap Ibu Argan tersenyum lembut.

__ADS_1


" Baik Ibu, Bapak terima kasih..." ucap Rara tersenyum.


Tak lama, Argan sudah sampai rumah sakit dan langsung menuju ke kamar rawat Rara. Sesampainya disana Argan langsung masuk.


" Assalamualaikum Ayah, Ibu, Dek... Selamat pagi..." ucap Argan seraya menyalami kedua orangtuanya dan mengelus rambut Rara.


" Waalaikumsalam..." ucap mereka bersama.


" Tumben Nak, pagi banget sudah kesini...? Ada apa...?" tanya Pak Damar pada putranya.


" Iya Yah, Argan kesini membawakan baju ganti untuk Rara.. Katanya pagi ini Rara sudah boleh pulang gitu...?" tanya Argan tersenyum seraya memandang orangtuanya.


" Iya Nak... Kamu tahu darimana...?" tanya Ibu Anjani penasaran.


" Dari Rara sendiri Ibu... Tadi Rara kirim pesan pada Argan untuk membawakan baju ganti karena akan pulang, makanya Argan langsung kemari.." ucap Argan seraya tersenyum pada Rara.

__ADS_1


" Oalah... Yaudah pakaiannya sini biar Ibu berikan pada Rara, sekalian Ibu temani ke kamar mandi..." ucap Ibu Argan tersenyum.


__ADS_2