Cinta Ammara

Cinta Ammara
Bab 30


__ADS_3

" Iya Mas Argan.. Mulai hari ini Rara janji akan selalu bilang sama Mas tentang semuanya..." ucap Rara tersenyum manis.


" Baiklah, Mas pegang janji kamu Dek... Mas nggak mau kamu keluar masuk Rumah Sakit terus karena stress, Mas takut dengan perkembangan baby kamu Dek... Kasihan dia kalau ibunya drop..." ucap Argan menatap Rara intens.


" Siap Mas Argan... kalau begitu Rara turun untuk wudhu dan sholat dulu... Mas Argan turun makan siang dulu ya...?" ucap Rara tersenyum.


" Baiklah, apa kamu bisa jalan sendiri ke kamar mandi Dek...? perlu Mas gendong...?" ucap Argan dengan mengedipkan sebelah matanya.


" Rara bisa sendiri Mas.. jangan genit gitu dunk.. ?" ucap Rara memanyunkan bibirnya.


" Jangan manyun begitu Dek.. nanti Mas cium lho..." ucap Argan cengengesan.


" Nggak mau... sudah sana Mas makan dan sholat... Rara bisa sendiri..." ucap Rara dengan mengibas-ngibaskan tangannya.


" Baiklah... Mas turun dulu Dek.. hati-hati ya...?" ucap Argan tersenyum jail.


" Iya Mas..." ucap Rara mengangguk.

__ADS_1


Setelah kepergian Argan, Rara segera kekamar mandi untuk mengambil air wudhu. Selesai wudhu Rara segera melaksanakan sholat. Selesai sholat Rara duduk bersandar diranjang rumah sakit seraya memejamkan matanya.


Sedangkan Argan segera makan dan menunaikan sholat. Selesai sholat Argan segera berjalan menuju kamar rawat Rara. Karena fokus dengan handphone Argan tak sengaja menabrak seseorang.


" Aduh... Gimana sich..? Kalau jalan matanya dipakai dunk..? bajuku jadi basah kena kopi kan..? Dasar...!" ucap perempuan itu dengan emosinya.


" Maaf Mbak.. nggak sengaja.. biar saya ganti rugi.." ucap Argan tak enak hati.


" Nggak perlu.. uangmu nggak akan cukup untuk gantiin bajuku yang mahal dan berkealas ini.." ucap perempuan itu sambil menatap wajah Argan.


" Owh... iya saya ingat, kamu primadona sekolah itu kan..?" tanya Argan dengan nada biasa.


" Iyap.. betul Ar.. katanya kamu sekarang yang mimpin perusahaan Ayahmu ya..? Terus ngapain kamu ada dirumah sakit ini..? Sapa yang sakit Ar..?" tanya Kiki penasaran.


" Saya baru belajar di perusahaan Ayah.. masih sekedar bantu-bantu.. Saya disini baru nemenin seseorang yang baru dirawat disini..." ucap Argan jujur.


" Kalau boleh tahu siapanya kamu Ar..? Bolehkah aku ikut menengok denganmu..?" ucap Kiki seraya bergelayut manja dilengan Argan.

__ADS_1


Argan pun hanya pasrah dengan kelakuan Kiki padanya. Sesampainya diruang rawat Rara. Argan segera mengetuk pintunya.


" Assalamualaikum Dek.." ucap Argan seraya masuk kamar Rara.


" Waalaikumsalam Mas.." ucap Rara dengan wajah kaget.


" Owh.. jadi ini yang kamu maksud Ar...? Hai kenalkan aku Kiki teman dekatnya Argan dan bentar lagi mau jadi istrinya..." ucap Kiki setengah berbisik dan memeluk Rara.


" Iya Mbak... kenalkan saya Rara bawahannya Pak Argan dikantor..." ucap Rara dengan tersenyum.


" Owalah... hanya bawahan tow..?" ucap Kiki dengan nada sinis.


" Eheeemmm... Sudah kenalannya...? Kalau sudah kamu boleh pulang dari sini Ki...! Biar Rara istirahat, karena saya juga harus kembali bekerja..." ucap Argan serius.


" Baiklah, kalau begitu kita barengan aja keluarnya... Aku nebeng kamu ya Ar..? Bisa kan...?" tanya Kiki penuh harap.


" Maaf Ki.. Saya nggak bisa karena saya harus jemput Ayah dan Klien dulu... Silahkan kamu pulang dulu..." ucap Argan seraya memperhatikan wajah Rara.

__ADS_1


__ADS_2