
Setelah sampai kantor, Hani langsung menuju ke ruang Argani. Sesampainya disana, Hani mengetuk pintu sebelum masuk. Setelah mendapat jawaban dari dalam Hani segera masuk.
" Assalamualaikum Pak Argani... Maaf jika saya menganggu waktu Bapak sebentar..." ucap Hani menunduk takut.
" Ada apa Han...? Katakan saja..." ucap Argani datar.
" Saya kemari ingin menyampaikan ijin dari Rara.. Rara siang ini tidak bisa kembali ke kantor lagi karena tadi waktu istirahat diluar Rara membantu Ibu-ibu yang akan dijambret hingga Rara terkena tusuk di lengannya dan tak sadarkan diri... " ucap Hani panjang lebar.
" Sekarang Rara ada dimana Han...?" ucap Argani antusias.
" Rara di rawat di Rumah Sakit Kasih Bunda, disana Rara ditunggu oleh Ibu yang ditolongnya tadi... Sekali lagi mohon maaf Pak..." ucap Hani masih menunduk takut.
" Sekarang kamu boleh kembali bekerja, biar saya yang akan mengurus Rara disana... " ucap Argani tegas.
__ADS_1
" Baik Pak... Saya permisi untuk kembali bekerja..." ucap Hani menunduk hormat dan berlalu.
Setelah kepergian Hani. Argani menelpon Ayahnya untuk menggantikan dirinya dikantor karena ingin melihat kondisi Rara. Setelah siap Argani langsung turun berjalan menuju mobilnya. Dengan cepat Argani melajukan kendaraannya menuju Rumah Sakit yang dimaksud Hani tadi.
Sesampainya disana, Argani segera memarkirkan dan menuju resepsionis. Setelah mendapat informasi ruang Rara di rawat. Argani segera menuju kesana. Disana terlihat seorang wanita yang masih duduk dengan menunduk di depan ruang IGD. Argani pun menghampirinya.
" Maaf Bu... Bagaimana keadaan Rara ?" tanya Argani yang masih berdiri dihadapan Ibu itu.
" Ibu.. Argani kira bukan Ibu.. Gimana keadaannya Bu...? Kenapa jadi Ibu yang nunggu disini...?" tanya Argani seraya mengenggam tangan Ibunya.
" Dia masih belum sadarkan diri Nak.. Kayaknya Rara dalam kondisi hamil, Ibu juga belum tahu kepastiannya soalnya dari tadi Dokter belum keluar... Ibu disini karena Rara tadi yang menolong Ibu dari jambret itu... Andai Ibu bisa bela diri seperti Rara, pasti Rara nggak akan seperti ini..." ucap Ibu Anjani menunduk sedih.
" Sudah Ibu, semua sudah terjadi kita doakan saja semoga Rara baik-baik saja..." ucap Argani seraya memeluk Ibunya.
__ADS_1
Tak lama pintu IGD pun terbuka. Argani dan Ibunya langsung berdiri dan menghampiri Dokter.
" Bagaimana keadaannya Dok...? Apa dia baik-baik saja...?" ucap Argani khawatir.
" Bisakah kita berbicara di ruangan saya...? Mari ikut saya..." ucap Dokter seraya tersenyum.
Tanpa menjawab Argani dan Ibunya mengikuti Dokter ke ruangannya. Sesampainya di ruangan, mereka dipersilakan untuk duduk. Dokter pun segera memberitahukan keadaan pasiennya.
" Bapak, Ibu.. Jadi kondisi pasien saat ini masih lemah, untuk luka di lengannya sudah kami jahit.. Sedangkan untuk kehamilannya hampir saja dia mengalami keguguran kalau tidak cepat dibawa kemari... Tapi tenang saja alhamdulilah kami bisa menolongnya... Tolong jaga kandungannya baik-baik karena akibat pukulan keras yang terjadi di perutnya tadi mengakibatkan pendarahan.. Untungnya masih bisa diselamatkan... Sekarang anda bisa melihat kondisinya... Silahkan..." ucap Dokter panjang lebar.
" Baik Dok, terima kasih atas penjelasannya, kami permisi untuk melihat kondisinya... Mari Dok..." ucap Argani seraya mengandeng tangan Ibunya.
Kini Argani dan Ibunya berjalan menuju ruang Rara yang telah dipindahkamn keruang rawat inap. Sesampainya diruangan yang dimaksud mereka langsung masuk dan menghampiri Rara yang telah sadar dan berbaring lemah.
__ADS_1