Cinta Ammara

Cinta Ammara
Bab 15


__ADS_3

Kini Rara dibantu Ibunya Argan untuk memakai pakaiannya, setelah rapi mereka keluar berjalan menuju ranjangnya. Rara pun segera duduk bersandar dinding ranjangnya.


Tak lama Dokter pun datang, mengecek kondisi Rara. Setelah semua bagus, Rara diperbolehkan pulang sekarang. Sedangkan Pak Damar menyelesaikan administrasinya.


" Nak... Biar Ibu saja yang beres-beres... Kamu ambilkan kursi roda untuk Rara saja..." ucap Ibu Argan seraya mengelus kepala anaknya.


" Baiklah Ibu... sebentar ya...? Argan ambil dulu ..." ucap Argan tersenyum.


" Ini Ibu, sini biar Argan yang bawa..."ucap Argan seraya mengambil tas dari tangan Ibunya.


" Biar Ibu saja sayang, kamu yang dorong Rara ya...? Nggak papa kan...?" ucap Ibu Anjani tersenyum.


" Baiklah, Sini Dek biar Mas bopong kamu ya...? Kita pulang sekarang..." ucap Argan seraya mendekat kearah Rara dan mulai membopongnya.


" Aahhh... Mas Argan, Rara bisa jalan sendiri ke kursi roda itu... " ucap Rara menahan malu.

__ADS_1


" Sudah biarkan saja Dek... Biar cepat kita pulang, kelamaan kalau Mas nunggu kamu jalan begini..." ucap Argan tersenyum jail.


" Tapi kan Kakak bisa bilang dulu, jangan asal angkat saja..." ucap Rara cemberut.


" Sudah jangan cemberut, duduklah..." ucap Argan tersenyum.


" Jangan jail seperti itu Nak... Kasihan Rara..." ucap Ibu Argan seraya mengelengkan kepalanya.


" Iya Bu... Kita langsung ke mobil ya Bu...? Biar Ayah ntar nyusul kita gitu..." ucap Argan pada Ibunya.


" Kamu ke mobil saja dulu, biar Ibu ketempat Ayah dulu... Oke..." ucap Ibu Argan tersenyum.


Kini Rara dan Argan menuju ke tempat parkir kendaraannya. Rara pun dibantu Argan untuk masuk ke mobil, setelah itu Argan mengembalikan kursi roda yang dipakai Rara tadi. Kini Argan berjalan menghampiri Rara yang telah duduk manis di dalam mobil Argan.


" Panas ya Dek...? Mesinnya Mas nyalain ya biar AC nya hidup..." ucap Argan tersenyum.

__ADS_1


" Tidak usah Mas, jendelanya dibuka saja..." ucap Rara polos.


" Sudah nggak usah comment lagi... Sekarang gimana keadaanmu Dek...? Sudah baikan kan...? Apa luka tusukannya masih sakit...?" tanya Argan khawatir.


" Alhamdulilah semuanya sudah membaik Mas... Sebetulnya Rara ingin pulang ke rumah Rara sendiri... Rara sudah banyak merepotkan keluarganya Mas Argan... " ucap Rara menunduk.


" Kenapa kamu bilang begitu Dek...? Justru kami yang membuat kamu seperti ini... Andai kamu nggak nolong Ibu waktu itu... Mas nggak tahu gimana keadaan Ibu saat itu... Dan untuk hal kecil yang keluarga Mas lakukan pada kamu nggak sebanding dengan pengorbananmu untuk menyelamatkan orangtuaku Dek..." ucap Argan seraya memegang pundak Rara.


" Tolong kamu terima niat baik kami untuk merawatmu sampai sembuh, jangan menolak lagi... Oke..." ucap Argan tersenyum.


" Baik Mas... Terima kasih..." ucap Rara tersenyum.


Tak selang berapa lama, Ayah dan Ibu Argan sudah sampai ke parkiran kendaraannya. Mereka menghampiri Argan dan Rara.


" Nak, sekarang kita pulang dulu ya...? Ayah sama Ibu sedangkan kamu dengan Rara... Oke...?" ucap Ayah Argan seraya menepuk pundak Argan.

__ADS_1


" Baiklah Ayah... Kita pulang sekarang..." ucap Argan tersenyum.


Kini mereka sama-sama melajukan kendaraannya menuju kediaman Damar. Sesampainya disana mereka semua turun dari mobil. Rara berusaha untuk jalan sendiri dengan biasa. Tapi Argan tak tega melihatnya, dengan sigap Argan langsung membopong Rara masuk ke dalam rumah. Sesampainya didalam rumah, Argan bertanya pada Ibu nya.


__ADS_2