Cinta Ammara

Cinta Ammara
Bab 48


__ADS_3

Argan dan Rara langsung pamit pulang kerumah duluan. Tak lupa Rara mengambil tasnya dulu dan pamit kepada Hani beserta temannya. Kini Rara berjalan menuju mobil Argan yang telah siap melaju. Didalam mobil Rara menghela nafas panjang karena gugup dan takut jika bertemu dengan Ibu Anjani.


" Apa kamu takut dek.?" tanya Argan sambil melirik kearah Rara.


" Iya mas, Rara sangat takut dan gugup." ucap Rara jujur.


" Percayalah semuanya akan baik-baik saja dek." ucap Argan sambil mengenggam tangan Rara erat.


Kini kembali hening lagi, Rara memandang keluar jendela menatap pepohonan yang dilewatinya sambil mengelus perut buncitnya. Argan sekilas melirik Rara dan tersenyum jail.


" Dek, jangan melamun seperti itu? apa kamu melamunkan tentang kita dimalam itu ? heem ?" tanya Argan senyum mengoda.


" Apa sich Mas Argan itu ? mulai mesum dech." ucap Rara menahan malu.


" Nanti kalau kita bisa nikah siri, mas langsung minta itu ya dek..?" ucap Argan serius melirik Rara.


" Eemm.. mak..sud Mas Argan apa.?" gugup Rara.


" Mantab-mantaban dunk sayang, mas dah mulai ketagihan ini.. sekalian nenggok babynya ya sayang..?" ucap Argan jujur tanpa malu.


" Sudahlah mas, lama-lama mas ini bicaranya nglantur dan semakin ngawur.." ucap Rara menyembunyikan rona merah wajahnya.

__ADS_1


" Tapi kamu suka kan dek..? hayo ngaku ?" ucap Argan menggoda.


" Apasih mas ini, dah mau nyampai belum mas..?" tanya Rara mengalihkan pembicaraannya.


" Jangan mengalihkan pembicaraan dek, jawab dulu pernyataan mas tadi." ucap Argan cemberut.


" Masak ya Rara harus jawab itu mas ? kan malu, mas itu terlalu vulgar tahu.." ucap Rara menatap Argan sebal.


" Pokoknya harus dijawab sayang, kalau nggak dijawab mas ngambek ini." ucap Argan mode merajuk.


" Iya mas, Rara suka ." ucap Rara singkat dan langsung menyembunyikan wajahnya.


" Mas lebih lebih suka sayang. " ucap Argan tanpa filter sambil tersenyum lebar.


" Tuch dah mau sampai, kenapa dek ? kamu mulai takut ya ?" tanya Argan serius.


" Iya mas "


" Sekarang ayo turun dek sudah sampai, mari mas bantu " ucap Argan mengandeng tangan Rara.


Mereka kini berjalan bersama masuk ke rumah Argan dan langsung mencari Ibunya.

__ADS_1


" Bu... Argan pulang ini, Ibu dimana ?" teriak Argan dari ruang tamu.


" Dasar anak nakal, manggil Ibu itu seharusnya dicari di dalam rumah, bukannya teriak-teriak seperti itu. " omel Ibu Anjani sambil menjewer telinga putranya.


" Sakit bu, " ucap Argan memelas.


" Bodo.. eh Nak Rara gimana kabar kamu Nak ? Cucu Ibu baik dan nggak rewel kan Nak..?" tanya Ibu Anjani sambil memeluk dan mengelus perut Rara.


" Alhamdulilah kabar Rara dan baby baik-baik saja Bu, kabar Ibu sendiri bagaimana ? Ibu baik dan sehat kan ?" tanya Rara sambil mengelus lengan Ibu Anjani.


" Alhamdulilah kabar Ibu sangat baik dan sehat, ayo duduklah dulu Nak, biar Ibu bikinin jus buah untuk kamu, oke ?" ucap Ibu Anjani lembut.


" Baik Ibu terimakasih "


Setelah Ibu Anjani didapur, Rara melirik Argan.


" Kenapa dek ? kamu mulai takut ya ?" tanya Argan mengenggam tangan Rara lembut.


" Rara benar-benar takut mas sudah buat Ibu kecewa dengan kesalahan kita ini." ucap Rara menunduk.


" Maksud kalian kecewa dan kesalahan apa ?" tanya Ibu Anjani sambil membawa nampan.

__ADS_1


" Eemmm.. itu.. anu.. bu.. " jawab Rara terbata.


__ADS_2