
" Maaf, langsung saja.. jadi ada perlu apa Mas ngajak ketemu disini..." tanya Rara to the point.
" Santai dulu lah Ra... ini diminum dulu, minuman kesukaan kamu..." tawar Yudi sambil menyondorkan minumannya pada Rara.
Tanpa rasa curiga Rara langsung meminumnya hingga tandas. Sedangkan Yudi tersenyum tipis sambil memperhatikan Rara sekilas.
" Jadi apa yang membuat Mas ketemu denganku disini... " ucap Rara tegas.
" Mas ingin meminta maaf padamu karena aku sudah banyak berbuat salah dan menghina kamu... maafkan aku dan kita mulai sekarang berteman..." ucap Yudi mengulurkan tangannya didepan Rara.
" Oke baiklah, aku sudah memaafkanmu... kita teman..." ucap Rara membalas jabatan tangan Yudi dengan menahan rasa pening di kepalanya.
" Kamu baik-baik saja Ra...?" tanya Yudi menahan senyum bahagianya.
" Aku baik-baik saja, cuma sedikit pening, kalau gitu aku lebih baik pulang duluan Mas... " ucap Rara seraya berdiri dan memijit pelipisnya.
" Tunggu Ra... kenapa terburu-buru...? bahkan kamu baru duduk sebentar..." ucap Yudi memasang wajah memohon.
" Maaf Mas, aku harus pulang sekarang... kepalaku terasa pening dan panas... rasanya ingin segera tidur dirumah..." ucap Rara berusaha biasa.
__ADS_1
Sedangkan dikantor ketika semuanya karyawan sudah bersiap pulang. Argan dengan terburu lari menuju pantry ingin mengajak Rara pulang bareng. Sesampainya disana Argan langsung menghampiri Hani.
" Maaf Han, Rara dimana ya...?" tanya Argan sambil celingak celinguk.
" Ehhh.. Pak Argan.. Maaf Pak.. Raranya sudah pulang dari 30menit yang lalu..." ucap Hani menunduk sopan.
" Kok bisa...? kan belum jam pulang kantor...? apa Rara baik-baik saja...?" tanya Pak Argan penasaran.
" Rara ijin pulang duluan Pak, karena ada janji ketemu dengan mantan suaminya dicafe seberang kantor..." ucap Hani jujur.
" Apa kamu serius...? bilang sama kamu di meja nomor berapa...?" tanya Argan tak sabar.
" Terimakasih..." ucap Argan langsung berlari keluar kantor menuju mobilnya.
" Tumben Pak Argan kaya peduli banget sama Rara... dari wajahnya terlihat khawatir.. mudah-mudahan Rara nggak kenapa-kenapa..." gumam Hani sambil menatap kepergian Pak Argan.
Di cafe Rara sudah merasa hampir hilang kesadaran. Badannya terasa panas rasanya ingin dilepas semua bajunya. Yudi yang tahu jika obatnya sudah bereaksi, dirinya langsung mendekat dan mencoba meraba kening Rara.
" Kamu kenapa Ra..? kenapa kamu gelisah begitu...?" tanya Yudi pura-pura khawatir.
__ADS_1
" Eeemmmmh... Mas Yudi... ssshhh..." gumam Rara setengah mendesah.
" Turunkan tanganmu di kening kekasihku brengsek...!" teriak Argan langsung menampik tangan Yudi.
" Kamu hanya kekasih bukan suaminya... jadi tak berhak menantangku seperti itu..." ucap Yudi geram.
" Dan kamu cuma mantan suami...! masih berhak aku...! aku peringatkan sekali lagi jangan pernah menganggu Raraku atau kamu akan tahu akibatnya brengsek...." ucap Argan mengangkat tangannya tapi ditahan oleh Rara.
" Mas... sshhh... bawa aku pulang kerumah Mas.. panas... ssshhh..." ucap Rara dengan pandangan sayu.
" Apa yang kamu berikan pada Raraku brengsek...! Jawab....!!!" ucap Argan mengangkat kerah baju Yudi dengan kasar.
" Hanya obat perangsang.. gara-gara kamu rencanaku gagal..." ucap Yudi santai sambil melepaskan tangan Argan dikerahnya.
" Brengsek...! Kamu nggak mikir ada baby didalam sana... Bajingan...!! Rasakan itu..." ucap Argan langsung membabi buta memukul Yudi brutal.
" Mas.... Rara sudah nggak tahan... to...long... " ucap Rara tak tenang.
" Yudi brengsek....!!" umpat Argan langsung membopong Rara keluar dari cafe menuju mobilnya.
__ADS_1