
" Yasudah... aku pergi dulu Ar.. Bye " ucap Kiki dengan senyum manisnya.
Setelah kepergian Kiki, Argan berjalan menghampiri Rara dan duduk disebelahnya.
" Katanya Mas Argan mau ketemu klien sama Ayah... ? Kok malah duduk disini..?" tanya Rara penasaran.
" Mas nggak ada janji ketemu klien dan Ayah, hanya untuk mengusir Kiki saja tadi..." ucap Argan sambil menatap Rara.
" Kenapa Mas...? Katanya dia tadi calon istrinya Mas lho...?" ucap Rara jujur.
" Calon istri darimana Dek....? Mas nggak suka wanita modelan begitu..." ucap Argan cemberut jengkel.
" Lhah trus model yang gimana wanita yang Mas suka...? padahal Mbak Kiki itu kan cantik dan berpendidikan..." ucap Rara serius.
" Cantik dan berpendidikan bukan berarti dia mempunyai pribadi yang baik.. Dan asal Adek tahu wanita yang sangat Mas suka yaitu kamu Dek... " ucap Argan jujur seraya mengenggam tangan Rara.
" Mak...sud Mas Argan... Apa..?" ucap Rara gugup.
__ADS_1
" Mas serius dan jujur dengan apa yang Mas katakan ke kamu Dek... Wanita yang sangat ingin Mas nikahi dan ingin Mas lindungi adalah kamu ..." ucap Argan mantab.
" Mas akan menunggu hatimu menerima Mas sebagai teman hidupmu.. Mas akan bersabar semoga waktu memberikan jawaban yang sangat Mas harapkan.." ucap Argan seraya membelai rambut Rara.
" Apa Mas ya---" ucap Rara terputus.
" Shuuttt.... Mas sangat yakin Dek... Sekarang kamu tidurlah, Mas akan duduk di sofa sana sekalian mengabari Ayah dan Ibu... " ucap Argan sambil megacak rambut Rara gemas.
" Iihhh.. Mas Argan jangan diberantakin dunk...?" ucap Rara cemberut.
" biarin Dek..." ucap Argan tersenyum.
Alhamdulilah sore ini Rara bisa kembali kerumahnya tanpa harus menginap di Rumah Sakit lagi. Argan pun setelah mengurus administrasi perawatan Rara segera berjalan menuju kamar rawat Rara.
" Dek.. kita siap-siap pulang sekarang ya...?" ucap Argan berjalan mendekati Rara.
" Iya Mas, Rara sudah siap... Gimana biaya Rumah Sakitnya Mas...? Habis banyak ya...?" tanya Rara penasaran.
__ADS_1
" Nggak kok dek.. sudah yang penting sekarang kamu harus fokus pada baby dan kesehatan kamu... kalau kamu nggak mau Mas bayarin biaya Rumah Sakit trus, makanya kamu harus jaga kesehatan kamu.. okey..?" ucap Argan menatap Rara gemas.
" Oke Mas... terimakasih atas semuanya Mas..." ucap Rara tulus dan tersenyum.
" Sama-sama dek... Yuk pulang sekarang.. Mas akan antar kamu sampai rumah..." ucap Argan seraya berjalan memapah Rara.
" Iya Maas..." ucap Rara mengangguk dan tersenyum.
Kini Argan dan Rara berjalan beriringan menuju parkir kendaraan. Mereka langsung menuju ke rumah Rara yang jaraknya lumayan dari Rumah Sakit. Setelah sampai rumah Rara dengan penuh perhatian dan rasa waspada, Argan memapah Rara hingga sampai ke dalam rumah.
" Terimakasih Mas sudah ngantar Rara dan merawat Rara dengan baik..." ucap Rara tulus.
" Sama-sama Dek, sudah menjadi kewajiban Mas melindungi dan memastikan kamu baik-baik saja..." ucap Argan seraya duduk disamping Rara.
Tak lama pintu depan ada yang mendobrak dan menyelonong masuk.
" Ow... jadi pria ini yang telah menghamilimu Ra...?!" ucap Yudi penuh emosi.
__ADS_1
" Mas Yudi kesini mau ngapain lagi...?" tanya Rara berusaha tenang.
" Hanya ingin memastikan kebenarannya... Ternyata memang benar kamu lebih dari seorang ******... nggak nyangka aku selama ini dengan kepolosanmu... untung saja kita pisah.. Jadi aku bisa lihat kebusukan dan kemunafikanmu itu... Dasar ******..."! ucap Yudi dengan nada tinggi dan penuh penekanan.